
Alexa lega bisa masuk ke rumah besar itu.
Sepertinya ini saatnya baginya mencari dan menemukan keberadaan Aditya.
" hai kamu, kamu pembantu baru di sini ya " teriak seseorang yang ternyata adalah kepala pelayan di rumah ini.
" i i iya Bu" jawab Alexa gugup.
" siapa namamu"
" Maya"
" ok, sekarang ikut aku ke lantai atas , dan kamu bersihkan kamar tuan muda" ucap kepala pelayan itu.
Alexa pun berjalan mengikuti kepala pelayan tersebut.
Ceklekkk
"ayo bersihkan sekarang juga , ingat tuan muda orangnya perfect jadi kau harus benar dalam membersihkannya dan jangan sampai kau merusak satupun barang di kamar ini, atau tuan muda tidak akan memaafkanmu" ucap kepala pelayan bertubuh gembul itu.
" baik bu" jawab Alexa.
Kemudian bu Santi ( kepala pelayan) itu pun keluar dari kamar dan meninggalkan Alexa sendiri di kamar tuan muda Regan yang kejam.
Tanpa pikir panjang Alexa mulai menjalankan aksinya, dia mencari cari sesuatu yang mungkin bisa menunjuk kepada keberadaan Aditya.
Sambil terus membersihkan meja ,sofa dan tempat tidur Regan, kedua matanya tetap tidak bisa diam dan terus mencari cari sesuatu.
Ceklekkk
Tiba tiba Regan muncul dari kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk putih yang dililitkan sebatas bawah pusarnya, sehingga memperlihatkan perut sixpacknya, serta rambut basah yang menambah kesan **** , dan wajah tampannya yang sangat bersih dan perawakan yang atletis tinggi dan proporsional.
Alexa terpana melihatnya dan sesekali menelan ludahnya.
" wahhhh..tampannya " gumamnya tanpa sadar.
Regan berkacak pinggang dengan senyum miringnya.
"kau, sepertinya aku mengenalmu " ucap Regan berpura pura.
" Ach ah...sa sa saya Maya tuan, iya Maya pelayan baru di sini " jawab Alexa gugup.
" o...oke , kau tau siapa aku " tanya Regan dengan terus menatap Alexa dan berjalan maju sehingga Alexa terus saja mundur sambil memegangi kemocengnya.
" i i i iya tuan ,anda tuan muda Regan, pemilik rumah ini " jawab Alexa gugup .
__ADS_1
Entahlah Alexa yang sangat nakal, bandel, bar bar dan selalu melawan ,menjadi berubah 180 derajat jika berhadapan dengan seorang Regan Antonio Anggara.
"au " tiba tiba Alexa tersandung dipan dan terjatuh di atasnya.
Regan hanya tersenyum dengan kedua tangan mengungkung Alexa yang berada di bawahnya.
" kau tau bagaimana sifatku , mengapa kamu berani menjadi pelayan di sini , apa yang membuatmu berani" tanya Regan yang membuat Alexa kelicutan dan menoleh ke samping untuk menghindari Regan yang nyaris mencium bibirnya.
Regan terkekeh dan bangun dari ranjangnya.
"Maya, namamu Maya kan , oke ..mulai sekarang kamu menjadi pelayan pribadiku.." ucap Regan sambil berkacak pinggang memperlihatkan perut sixpacknya.
"hahhhh.. maksutnya, aku " tanya Alexa sambil menunjuk ke mukanya sendiri.
" iya kamu "
Alexa hanya mendengus kesal sambil beranjak dari ranjang Regan yang berukuran sangat besar itu.
" o iya , aku dastermu tapi mulai sekarang pakai baju dariku dan jangan membuatku malu, saat di rumah ini semua harus perfect termasuk kamu.." ucap Regan terkekeh.
" ih....dasar laki laki brengsek , kenapa sih harus ketemu lagi dengannya , apa sesemput itukah dunia ini, harus ketemu dia lagi dia lagi..oke Alexa kamu harus fokus dengan tujuanmu ke sini yaitu mencari keberadaan Aditya." gumam Alexa sambil mengambil nafas untuk menetralisir pikirannya.
Dengan mecucu Alexa keluar dari kamar Regan, saat hendak melangkah dia dihentikan oleh teriakkan Regan yang meminta untuk melayaninya memakaikan dasinya .
" May !"
" hai, pelayan sialan, dengar gak sih dari tadi aku memanggilmu !!!" suara keras Regan yang terdengar sampai luar kamar karena keadaan pintu yang tidak ditutup ,sehingga membuat semua pelayannya serta penjaga di rumah menjadi bergidik ngeri.
Alexa hanya terdiam seakan bingung .
Kemudian bu Santi datang menghampiri Alexa dengan raut muka menakutkan.
" Maya ! , apa yang kamu lakukan sehingga membuat tuan muda marah, hati hati kamu ya..bisa bisa hari ini hari pertama dan terakhirmu kerja di rumah ini, belum lagi dapat hukuman kamu nanti..! " ucap Bu Santi ketus.
Sejenak Alexa berpikir , dan setelah ingat kalau dia sekarang adalah Maya langsung saja berbalik badan dan lari menuju kamar Regan.
" o..iya ...mampus aku..." ucap Alexa sambil berlari dan tanpa sengaja di dalam kamar Alexa menabrak tubuh atletis Regan yang sangat wangi, dan tanpa sadar pula dia memeluk erat tubuh Regan yang memabukkan.
Regan hanya tersenyum sambil berkacak pinggang enggan membalas pelukannya.
" hehhh...sudah puas meluknya !!" ucap Regan.
Alexa melotot menyadari telah melingkarkan kedua tangannya di pinggang Regan.
" hahhhh...ma ma maaf tuan muda" ucap Alexa sambil melangkah mundur , namun lagi lagi Regan menggodanya, dia mengungkung tubuh Alexa di dinding kamarnya.
__ADS_1
" kau tau , sekarang kamu adalah asisten pribadiku jadi kamu gak boleh jauh jauh dariku, tapi ingat jangan pernah coba coba kamu menyentuh tubuhku atau kau tau akibatnya " ancam Regan.
Alexa tak menjawab dan hanya menatap kedua mata Regan dengan lekat , begitu juga dengan Regan , keduanya saling bertatapan dengan begitu dekat dan posisi keduanya yang sangat intim..Tubuh Regan menempel dan sedikit menekan tubuh Alexa yang telah terkunci dan tak bisa berkutik lagi.
" kalau kau tak mengijinkanku menyentuh tubuhmu lalu apa ini, kau seenaknya menempelkan tubuhmu pada tubuhku , bukanlah sama saja tuan menyentuh tubuhku." ucap Alexa masih tetap menatap mata Regan.
" kau adalah pelayan ku , jadi bila aku ingin menyetuhmu itu terserah aku" ucap Regan menyeringai.
"ihh...." Alexa sudah gak tahan dan merasa sesak nafas terus dihimpit tubuh kekar Regan, dia pun mendorong Regan untuk menjauh darinya...
" dasar..gila...." gumam Alexa.
Regan menatap Alexa dengan raut muka kesal.
" diam kataku, berani keluar dari kamarku tanpa perintahku , bukan hanya kamu yang aku seret keluar dari rumah ini tapi para pelayan lainnya pun akan aku pecat sekarang juga..." ancam Regan yang membuat Alexa terdiam dan dengan kesal terpaksa berbalik arah dan menatap Regan.
" tuan muda, punya hati gak sih , kami orang tidak punya apa apa masih juga anda manfaatkan, oke oke aku menuruti semua permintaanmu tapi jangan sangkut pautkan dengan mereka yang tidak bersalah" ucap Alexa.
" sepertinya kau sudah menunjukkan siapa kamu sebenarnya, dan ini tidak akan seru lagi" gumam Regan.
Regan menarik nafas panjang dan berkacak pinggang sambil terus memandangi Alexa dari bawah sampai atas.
" pakaikan ini" ucap Regan sambil menyodorkan dasi untuk dipakai meeting hari ini.
Dengan kesal dan muka ditekuk Alexa menyambar dasi itu dan segera memakaikannya di leher Regan.
Dengan kasar Alexa menarik kepala Regan.
" aish..pelan pelan dong sakit tau.." ucap Regan.
Alexa hanya nyengir menandakan kekesalannya kepada Regan.
" dulu dulu siapa sih yang memakaikan dasinya , manja amat " gumam Alexa.
" biasanya bi Inah, tapi sekarang ini adalah tugasmu" jawab Regan.
" hahhhh, sialan" gumam Alexa.
Setelah puas mengerjai Alexa, Regan pun segera mengambil sepotong roti dan melangkah menuju mobilnya yang sudah disiapkan oleh Hendra asisten di kantornya, lebih tepatnya tangan kanannya.
" tuan muda tidak sarapan dulu" tanya bu Santi.
" tidak "
Jawabnya ketus yang membuat Alexa mengeryitkan keningnya .
__ADS_1
" dasar gak sopan" gumam Alexa sinis.