
Alexa hanya terdiam di sofa , sedangkan Regan berdiri sambil menatap jauh ke luar jendela yang masih gelap .
Terdengar suara adzan berkumandang .
Hati Alexa bergetar dan beristighfar " astaghfirullah haladzim, ya Alloh sudah berapa lama aku meninggalkanMu, sudah seberapa jauh aku dariMu..hiks hiks hiks..." suara isakan tangis Alexa memecah keheningan di antara mereka.
Alexa luruh dan menyandarkan kepalanya di lengannya sedangkan Regan sesekali menatapnya tak tega, ingin rasanya memeluknya tapi malu , malu pada diri sendiri , dan malu pada kenyataan .
Tangisan Alexa membuat para asisten di rumah yang besar itu penasaran dan hanya berani mengintip dari kejauhan.
Mereka bertanya-tanya, siapa sebenarnya Maya.
Gavin yang melihatnya dari arah belakang pun hanya terdiam, tak tahu lagi apa yang harus dilakukan.
Meski dalam keadaan mabuk dia masih mengingat kalau tadi malam Regan mengancam tak akan memaafkannya kalau sampai menyentuh Alexa.." hhh... sabarlah kau Alexa, maafkan aku gak bisa berbuat apa apa, kalau sampai aku menolongmu bisa bisa dihancurkannya perusahaanku sama monster dingin itu" gumam Gavin yang gak sengaja didengar oleh Serli.
" tuan Gavin ,siapa Alexa , bukannya dia Maya, terus ada apa tuan di sini, ada yang bisa saya bantu tuan " tanya Serli dengan senyum manisnya.
Gavin pun tersentak dan menoleh, betapa terkejutnya dia saat menoleh samar samar dia lihat wajah cantik Serli yang mirip sama Jiso black pink.
" wah..apa aku masih mabuk, kok ada bidadari turun di rumah ini " gumam Gavin sambil memegangi kepalanya yang masih sedikit pusing .
" tuan , tuan kenapa , ada yang bisa saya bantu " tanya Serli sekali lagi.
" oh..benar , kayaknya aku masih mabuk nih " jawab Gavin.
" A ayo tuan aku bantu duduk di sofa , setelah itu aku buatkan kopi " ucap Serli sambil membantu Gavin berjalan dan membantunya duduk di sofa , setelah itu dia pergi ke dapur untuk membuat secangkir kopi untuk Gavin.
🌺🌺🌺
Kembali lagi ke Regan dan Alexa yang masih saja enggan untuk bicara.
Mereka hanya terdiam dan saling menatap.
Setelah adzan selesai berkumandang, Alexa beranjak berdiri dan melangkah pergi meninggalkan Regan yang hanya mematung.
Regan terus berpikir keras tentang hatinya
" aku akan tetap pada awal rencanaku menghancurkan keluarga Sadewa terutama Reno Sadewa " ucapnya dalam hati.
" Regan,kamu gak boleh kalah , kamu harus terus dengan niatmu , Alexa hanya akan menjadi alat penghancur keluarga Sadewa,tidak lebih " gumam Regan.
Kemudian dia melangkah menuju kamarnya dan bersiap siap untuk berolah raga melatih otot ototnya.
Sedangkan Alexa terus melangkah menuju masjid yang berada tak jauh dari rumah mewah Regan.
__ADS_1
Dalam perjalanan dia hampir ditabrak mobil mercy warna hitam , yang ternyata milik seorang nenek .
cekikkkk...
" ada apa San" tanya nenek itu kepada asistennya.
" ada seorang gadis hampir tertabrak mobil kita oma" jawab Sandra sang asisten.
Kemudian nenek itupun turun dan menghampiri serta membantu berdiri Alexa yang tersungkur di tengah jalan.
" nak, kamu gak apa apa, maafkan kami ya, ayo sini oma bantu" ucap nenek Ratmi sambil membantu Alexa berdiri.
Alexa pun berdiri dan tersenyum dengan mata sembab.
Nenek Ratmi memandanginya dari bawah sampai atas.." di lihat dari penampilan,lusuh , berantakan tapi face nya cantik bersih seperti bukan pembantu, dia juga terlihat cerdas " batin nenek Ratmi.
" aku gak apa apa kok nek, aku hanya lecet sedikit "
" memangnya pagi pagi buta seperti ini kamu mau ke mana nak, ini masih gelap Lo"
" saya mau sholat subuh nek ke masjid , sudah lama saya meninggalkan Rob ku , sudah terlalu jauh aku dariNya" jawab Alexa sambil tertunduk dan menitikkan air mata.
Nenek Ratmi tersentuh dan menepuk pundak Alexa " baiklah sayang, kalau begitu nenek ikut ya, nenek juga lupa bagaimana caranya sholat, sudah sekian lama nenek meninggalkannya " ucap nenek Ratmi kemudian bersama sama Alexa berjalan menuju masjid, begitu juga dengan Sandra sang asisten..
Mereka pun bersama sama menjalankan sholat subuh.
" o iya nek, dari tadi kita belum kenalan , namaku Alexa nek " ucap Alexa yang sudah mulai bisa tersenyum ceria seperti sebelumnya.
" aku nenek Ratmi, panggil nenek saja atau Oma, cucu cucuku memanggilku oma , o iya cucu oma ganteng ganteng Lo, kapan kapan oma kenalkan ya " goda nenek Ratmi.
" ah..oma bisa saja "
Mereka pun bercanda bersama dan bercerita menceritakan masa kecil mereka.
" o iya Alexa, kamu tinggal di mana ?" tanya oma.
" ehm..."
" Oma tau pasti kamu kabur dari majikan mu ,baiklah kamu tinggal bersama oma ya, kamu gak perlu menjadi asisten lagi tapi menjadi cucu oma, nanti kamu ajarin oma bagaimana mengaji dan sholat yang benar " ucap oma penuh harap.
" tapi oma, apa oma percaya sama Alexa, oma percaya Alexa orang baik" tanya Alexa dengan tatap mata sendu.
Oma mengangguk dan memeluk hangat Alexa.
" Oma tidak pernah menjahati orang lain, pasti Tuhan tidak akan mengirimkan orang jahat kepada oma, buktinya kamu sudah mengingatkanku di usiaku yang sudah tua ini untuk kembali mengingat Alloh SWT sang pemilik kehidupan yang sebenarnya " jawab oma.
__ADS_1
Alexa pun mengangguk dan tersenyum dengan penuh kebahagiaan.
Dan mereka naik ke mobil mercy mewah milik oma.
Saat sampai di depan rumah Regan..
Alexa sangat terkejut dan bertanya tanya.
" i i ini ini rumah siapa oma?" tanya Alexa gugup.
Oma tersenyum.
" ini rumah cucu oma , namanya Regan Antonio Anggara dan adiknya Aditya Oscar Anggara " jawab oma yang membuat Alexa luruh dan lemas menyandarkan kepalanya di sandaran kursi mobil.
" ya Alloh , ke sini lagi , kenapa sih harus ke sini lagi" batin Alexa.
Cekikkkk...
Mobil Oma terparkir di halaman, sedangkan Regan dengan celana boxer ,atasan kaos berwarna putih sedang berolahraga.
"ayo sayang kita turun" ajak oma dengan lembut.
" aduhhhh, bagaimana ini" Alexa mulai panik dan pucat.
"ayo Alexa"
" ba baik oma" jawab Alexa kemudian turun dari mobil mewah itu yang membuat Regan terkejut dan heran.
Regan menatap dengan tajam sambil tersenyum tipis.
Sedangkan Alexa menunduk dan mengikuti Oma yang ternyata berjalan ke arah cucunya itu.
" Oma, sejak kapan oma di Indonesia?" tanya Regan sambil memeluk hangat omanya.
" Oma baru datang tadi pagi, kebetulan aku bertemu seorang gadis tadi di depan masjid, ini gan oma kenalkan, namanya Alexa, kasihan dia baru saja dianiaya majikannya" ucap oma yang membuat Regan tersenyum menahan tawa.
" enak aja dianiaya " batin Regan.
" ayo kenalan, dia bukan lagi asisten , tapi dia juga cucu oma, jadi tidak ada yang boleh memerintahnya seenaknya! " ucap oma memaksa mereka berdua berjabat tangan.
" oma oma, sepertinya Alexa ada kepentingan mendadak" ucap Alexa kemudian berpaling dan hendak menghindar, tapi tangan Regan lebih dulu menyambarnya, membuat keduanya saling bertatapan.
Oma pun terkejut ternyata mereka sudah saling kenal..
" o ... rupanya kalian sudah saling kenal, jangan bilang kalau kamu adalah majikannya yang telah menyiksanya " ucap oma.
__ADS_1
sontak Alexa dan Regan menatap oma bersamaan.
" oh...oke oke oma masuk dulu, kalian lanjutkan saja" ucap oma kemudian masuk ke dalam rumah bersama asistennya.