Bagaikan Adam & Hawa (Azwa[R], I'M In Love)

Bagaikan Adam & Hawa (Azwa[R], I'M In Love)
10. Perpisahan Mengharu


__ADS_3

🍃🍃


"Azwa mau resign" jawab Yoga terbata, sontak membuat Keysha membulatkan mulutnya, sangat terkejut mendengar pernyataan itu.


"Astaga- apa mungkin,"


Oh tidak,


"Ada apa?" tanya Yoga, melihat gadis itu bergumam tidak jelas.


"Gak ada, Pak"


Ting,


Lift terbuka, mereka berdua segera melangkahkan kaki dengan langkah yang cepat. Keysha harus berlari kecil untuk mensejajarkan langkahnya dengan pria tinggi itu. sungguh membuatnya lelah, namun demi bertemu dengan Azwa.


Tibalah di depan pintu ruang HRD, tampak pintu terbuka dari dalam dan keluarlah gadis cantik yang tampak bingung itu dari ruang HRD. hingga ia tersadar ada dua pasang kaki yang berdiri didepan ruang itu. kepala yang menunduk, seketika menengadah menatap ke depan.


"Key," lirihnya


Keysha berhambur memeluk sahabatnya itu, "Kenapa kamu resign?" tanyanya dengan suara yang sendu


Azwa ingin menjawab, namun disisi lain ada atasannya yang berdiri di dekatnya.


"Aku harus ke luar kota"


"Kesana?"


Azwa mengangguk


"Nanti kita akan bercerita" bisiknya tepat ditelinga Keysha.


"Key, sekarang lo kerjalah, ntar dimarahi lagi" Azwa menyindir pria disampingnya yang mematung.

__ADS_1


"Ah, rasanya gak semangat lagi untuk bekerja kalau gak ada lo, Wa" keluh Keysha


"Tapi itu kewajiban lo, ayuk ah. aku juga harus pamit sama kakak-kakak yang lainnya" Azwa memaksa, menarik lengan sahabatnya untuk segera pergi dari sana.


"Jadi sudah sah lo keluar?" tanya Keysha, Azwa mengangguk, tersenyum getir.


"Huh! gak seru!"


Sedangkan Yoga hanya bisa diam, gadis itu sudah tak bekerja disini lagi. Gadis yang ia suka tapi belum berani untuk menyatakan cinta. sungguh ia merasa bodoh dan pengecut! apakah ia akan menyatakan perasaannya sekarang ini? setidaknya yang mengganjal itu akan segera terungkap dan membuat dirinya lega.


Ok baiklah, sepertinya pria itu akan menemui Azwa saat wanita itu ingin pulang.


Setiba di lantai dasar, Azwa menyapa rekan-rekan kerjanya yang selama ini bekerja keras bersamanya. ikut membantu, membimbing, bahkan mengajarinya perihal pekerjaannya. sungguh ini perpisahan yang tak diinginkan. namun belenggu mimpi itu mengharuskannya untuk pergi.


Semua orang merasa sedih, bagi mereka sosok Azwa membuat suasana menjadi ramai. bertingkah barbar dan ratu telat adalah julukannya yang mereka berikan. kini ratu telat itu sudah menghilang bak ditelan bumi. namun Azwa menenangkan mereka, kalau masih diberi rezeki disini ia akan kembali bekerja enam bulan kemudian.


"Azwa, kakak pasti bakal rindu dengan tingkahmu itu" salah satu rekan kerja memeluknya.


"Gak ada lagi ratu telat yang suka berlari terpontang panting kayak kamu" timpal yang lainnya, memeluk Azwa.


"Aamiin, kami akan menunggumu, Wa"


"Wa, gue jadi pengen ikut" gerutu Keysha, memeluk sahabatnya yang paling ia sayangi.


"Gak perlu ih, dasar!" Azwa mencubit hidung Keysha dengan gemas. membuat Key cemberut dan mengelus hidungnya.


"Yasudah gue pergi dulu, besok gue harus berangkat" pamit Azwa, mulai memundurkan langkahnya menjauhi mereka. drama pagi yang mengharukan, ingin rasanya menguapkan air mata di hadapan mereka, namun ia masih bisa menyimpannya didalam batin. Azwa pun berjalan cepat meninggakan tempat itu, tak terasa apa yang ditahannya tadi akhirnya terjatuh dan tergenang di pipi chubbynya.


Saat dirinya ingin mengambil motor buntut miliknya, tiba-tiba sesuatu menarik paksa lengan gadis itu. membuat Azwa tersentak kaget dan menoleh menatap seseorang yang menariknya.


"Pak Yoga," lirih gadis itu


"Aku mohon jangan pergi, Wa. aku gak bisa tanpa melihatmu disini lagi" pintanya memohon.

__ADS_1


"Maksudnya?" tatapan Azwa menyelidik


"Saya suka sama kamu! saya mencintaimu" ungkapnya, memegang kedua tangan gadis itu.


Deg!!


Pria ini menyatakan cinta, sungguh dirinya terkejut mendengar penuturan itu. wajah yang sedu, gusar dan penuh permohonan, membuat hati Azwa mencelos. sungguh hari ini dirinya membuat semua orang bersedih.


"Maaf, Pak. hati saya sudah ada orang lain" ucapnya, melepaskan genggaman tangan itu. Ia pun segera mengambil motornya, mengekol lalu melajukan kendaraan roda dua itu.


Yoga hanya diam mematung menatap kepergian Azwa, dirinya benar-benar tak bisa berkutik. dan rasa sakit oleh cinta yang bertepuk sebelah tangan membuat hati itu terkikis oleh sayatan yang keluar dari mulut gadis itu. Apakah ia harus mengejar Azwa? ataukah merelakannya bersama orang lain? entahlah, dirinya sangat bingung dan pengecut.


"Pak Yoga," suara seseorang memanggilnya


"Ya?"


**


Keesokan paginya Azwa bersiap untuk berangkat bersama keluarganya ke Bandara Soekarno-Hatta, menatap jam dipergelangan tangan yang menunjukkan pukul 8 pagi. Ia akan terbang 1 jam lagi menuju negeri lancang kuning. perkiraan 1 jam 45 menit dalam perjalanan menaiki pesawat.


"Tante gak mengerti untuk apa kamu pergi kesana? apa mungkin kamu punya kenalan cowok disana yaa?" Tante Sekar menyelidik. wanita parubaya itu belum mengetahui alasan Azwa untuk pergi ke Kota itu. Azwa hanya bilang kalau dirinya ingin, sangat membosankan berada di pulau jawa selama ini. sungguh alasan yang tak logis bukan?


"Ah Tante, enggaklah. Azwa pengen merantau aja. jenuh tau disini terus" gerutunya terkekeh. namun sepasang mata itu menatap tak percaya dan alasan yang diberikan sangat tak masuk akal. mengapa jauh-jauh kesana? sedangkan di Jawa, khususnya Bandung, Yogya, Surabaya memiliki alam yang menakjubkan, udaranya pun bersih dan sejuk kalau berada di pedesaan. sungguh gadis ini membuatnya bingung.


🍃🍃


Like


Koment


Hadiah


Vote

__ADS_1


😉😉


__ADS_2