Bagaikan Adam & Hawa (Azwa[R], I'M In Love)

Bagaikan Adam & Hawa (Azwa[R], I'M In Love)
38. First kiss


__ADS_3

🍃🍃


Azwar menatap wajah itu dalam-dalam, menelusuri disetiap bagian wajah yang begitu sempurna. jantungnya berdebar kencang, lalu kembali memeluk gadis itu.


"Azwar, uh!"


"Kamu kenapa sih?"


"Lepas dulu, ayo masuk" ajak Azwa yang berusaha melonggarkan pelukan itu dan mengajak Azwar memasuki kediamannya.


"Duduklah, aku buatkan minum dulu" ucap Azwa, kemudian membalikkan tubuhnya untuk meninggalkan Azwar. Namun tiba-tiba tangannya ditahan, Azwa sedikit menoleh lalu tiba-tiba dirinya terhuyung ke belakang dan terhempas di pangkuan Azwar. matanya semakin membelalak kaget tatkala Azwar langsung ******* bibir manis itu dengan buas. menahan kepala Azwa agar tak melepaskan pagutan ini. sebelah tangannya pun merangkul pinggang mungil itu.


"Eeemmh, Azwar" lirih Azwa, nafasnya tersendat-sendat. Namun Azwar semakin menggila, ia tetap menyesap bibir itu dan ******* lidah Azwa dengan penuh hasrat.


Azwa meronta, berusaha mendorong tubuh Azwar untuk melepaskannya.


"Eeeemh!!"


"Balas ciumanku, Wa! aku mencintaimu!!" lirihnya, semakin membuat Azwa tercengang. Azwar yang sudah candu akan manisnya bibir ini, ia tak akan melepaskannya sampai dia puas.


Apa?? dia mencintaiku?? batin Azwa, mulutnya hanya diam, membiarkan Azwar memainkan lidahnya. namun sejurus itu ia teringat akan wanita yang ada disana.


"Stop!! kamu sudah punya Siska, Azwar! hentikan ini!"


Azwar berdesah frustasi, membiarkan Azwa turun dari pangkuannya.


"Kamu gila, War!" Azwa berlalu pergi, menatap tak suka pada pria itu walaupun didalam hati ia sangat senang mendapati perlakuan ini dan mengetahui isi hatinya.


Hingga baru dua langkah, Azwa kembali terdiam dan mematung.


"Aku tak mencintainya lagi" tutur Azwar dengan yakin.


Deg! jantung itu kembali berdegup kencang mendengar ungkapan itu.


"Bohong, mana mungkin" elak Azwa


"Aku serius. aku mencintaimu, Azwa"

__ADS_1


"Lalu bagaimana dia? kamu becanda, War"


Azwar semakin geram, ia pun mendekati wanita ini lalu memeluknya dengan erat.


"Aku akan memutuskannya. benar kata Ibu, kalau sudah tak sayang lepaskan baik-baik" ujarnya, mengecup pucuk kepala Azwa


"War, maaf aku salah" Azwa mendorong tubuh itu. ia tertegun.


"Salah apa??"


"Sudah masuk ke dalam kehidupanmu. padahal aku kesini hanya untuk menemuimu dan mempertemukanmu pada Ibu kandungmu" ucap Azwa menjelaskan


"Jadi kamu gak cinta sama aku, Wa??" tanya Azwar sendu


"Aku--" tampak Azwa sangat bingung


"Katakan kalau kamu mencintaiku, Wa!" Azwar mengguncang bahu wanita itu. berharap ia akan mendapati jawabannya.


"Aku--maaf War, aku gak mau jadi pelakor" Azwa bergegas pergi meninggalkan Azwar. namun langkahnya terhenti tatkala melihat Keysha yang mengintip dari balik sekat.


"Keysha,"


Keysha tertegun, menyentuh daun pintu itu dengan telapak tangannya.


Keysha melangkah pergi menuju ruang tamu, mendapati Azwar yang sedang duduk menunduk, meremat rambunya yang sedikit berantakan.


"Azwar," sapa Keysha.


Azwar mendongak, sedikit mengulum senyum getirnya. Keysha pun menghampiri dan menduduki tubuhnya di kursi sebelah pria itu.


"Kamu mencintai Azwa?" tanya Keysha, ragu.


Oh astaga, kenapa aku jadi ikut campur, batinnya


"Iya" jawab singkat pria itu


"Hmm, maaf kalau aku ikut campur"

__ADS_1


"Enggak kok, Key. ohya, awalnya aku kesini mau menunjukkan ini" Azwar mengambil kotak yang ia bawa lalu menyodorkannya pada Keysha.


"Apa ini?" gadis itu meraihnya


"Barang bukti kalau aku bukan anak kandung Ibu" jawabnya, membuat Keysha tertegun


Keysha membukanya. ia pun ikut terbelalak melihat gelang yang persis dengan yang dikenakan Azwa.


"Sekarang kamu udah percaya?" tanya Keysha, menatap raut wajah frustasi itu. frustasi pada sikap Azwa yang menolaknya.


"Hmm," Azwar mengangguk


"Oh my god" gadis itu terkesima


"Aku bingung, apa yang harus ku lakukan pada Ibu?" tanya pria itu


Keysha tampak berpikir,


"Yang pasti kamu jangan meninggalkannya. bicarakan ini baik-baik padanya, tanya kronologinya kenapa kamu sampai ada bersamanya. ingat, jangan terbawa emosi"


Azwar mengangguk paham,


"Baiklah, terima kasih ya Key"


"War, jangan sakiti ibu. gak mungkin beliau menyuri kamu" nasehatnya lagi


"Baiklah, aku permisi"


"Tunggu!"


"Yaa??


"Kau suka sama Azwa??"


Azwar mengangguk


"Perjuangkan dia!"

__ADS_1


🍃🍃


__ADS_2