Bagaikan Adam & Hawa (Azwa[R], I'M In Love)

Bagaikan Adam & Hawa (Azwa[R], I'M In Love)
52. Hari haru bahagia


__ADS_3

🍃🍃


"Sepertinya nunggu Bapak pulang aja, Bu" Azwar mengurungkan niatnya.


Membuat semua orang berdesah frustasi.


"Huh kamu ini! bilang sekarang aja" paksa Mama Ajeng


"Nanti deh, Bu"


"Baiklah"


"Ma, kita haus lho, gak dikasih minum apa?" gerutu Azwa


Sontak saja Mama Ajeng menepuk jidatnya, membuat semua orang tertawa melihat tingkah mama.


"Oh Tuhan! maaf-maaf! Mama akan buat yang dingin-dingin, oke? ayo kita ke ruang keluarga aja, sambil nonton dan ada kipas juga. kalian gak akan kepanasan" oceh Mama Ajeng


"Ah Tante, berlebihan"


"Hehehe"


Mama Ajeng segera melangkahkan kakinya dengan cepat menuju dapur, sedangkan Azwar mendorong kursi roda Mamanya ke ruang keluarga. dan benar saja, disini lebih sejuk sebab ada kipas anginnya di plafon. rumah sederhana memang.


Beberapa menit kemudian, Mama datang menghampiri mereka, membawa nampan yang diatasnya dua gelas teh es dan cake brownies buatan Mama Ajeng.


"Wah,.brownies!" girang Azwa, gadis itu langsung menyambar brownies kesukaannya.


"Kamu kayak gak pernah makan aja" ledek Mama


"Pernah, cuma kangen buatan mama" tukasnya


"Bisa aja kamu. oyah Keisha gak mampir?" Mama teringat gadis itu

__ADS_1


"Dia tinggal, Ma. lebih betah disana dia . dapat kerja gaji lumayan gede plus gebetan pula"


"Hah? serius??"


Azwa mengangguk, menjilat jarinya yang dipenuhi coklat


"Is jorok! di depan pacar sendiri keluar barbarnya" gerutu Mama


"Udah biasa, Tan" seru Azwar


"Huuuu!" Azwa mengeplak kepalanya


"Tunggu-tunggu! Jeng, mereka pacaran?" tanya Mama Sekar


"Iya, Kar. aku aja baru tahu"


"Oh Tuhan, akhirnya perjodohan yang kita lakukan terwujudkan!" Mama Sekar histeris


"Tinggal nunggu kapannya lagi" seru Mama Ajeng.


"Assalamualaikum" teriaknya, sambil melepaskan sepatu, namun orang didalam tak mendengarnya sebab saking bahagia mendengar kabar dua anak muda itu sedang menjalin hubungan.


Seseorang itu tertegun tatkala melihat dua koper dan dua sepatu pria dan wanita. dahinya mengkerut,


"Siapa yang datang? Azwa kah?" gumamnya, lalu mempercepat langkahnya memasuki rumah itu hingga ia mendengar tawa cekikikan.


Sorot matanya melihat sang istri, Sekar, dan-- seorang gadis yang mirip Azwa dari samping, dirangkul oleh seorang pria yang ia tidak tau siapa itu.


"Azwa!"


Deg!


Mereka berempat yang tertawa bahagia itu pun sontak menghentikan tawanya, menoleh ke belakang dan mendapati Ayah Dirga dengan raut wajah kaget lalu berubah menjadi senyuman bahagia.

__ADS_1


"Ayah!!" Azwa berhambur berlari menghampiri Ayahnya, memeluk pria itu dengan erat, melepaskan rasa rindu yang mencuat.


"Azwa, Ya Allah nak, kamu pulang gak ngabari Ayah, hah?"


"Surprise, Ayah!"


"Oh sayangku, kau membuat Ayah shock"


"Hehehe, ada satu lagi surprise untuk Ayah"


"Apa itu?"


Azwa menoleh ke belakang, mendapati Azwar yang berjalan menghampiri mereka.


"Tadaaa!!! Azwar, anak Tante Sekar sekaligus pacar aku" ucap Azwa, memeluk lengan Azwar dengan bahagia.


Ayah Dirga tercenung, senyumannya menyurut dan tatapan matanya menatap lekat wajah itu, menyimak ucapan sang putri yang mengatakan ia adalah Azwar.


"Azwar? Gilang?"


Deg!


Ayah berhambur memeluk anak sahabatnya yang menghilang, ia merasa tak percaya bayi ini masih hidup.


Sama halnya seperti tadi, Ayah turut menangis haru dipelukan pria muda ini, membuat tiga wanita itu kembali terharu dan tersenyum haru bahagia.


"Azwar, kamu Azwar? kamu masih hidup? wajahmu mirip sekali seperti Almarhum Gilang. oh gusti" Ia kembali memeluknya. dan beberapa saat kemudian melepaskan pelukan itu, menghapus buliran air matanya yang menderas.


"Maaf, Om nangis"


"Gak apa-apa, Om. saya Azwar" Dia mengambil tangan Ayah, mengecupnya dengan takhzim.


"Oh Tuhan, hari ini penuh kejutan dan terharu campur bahagia" gumam Mama Ajeng, menghapus buliran air matanya.

__ADS_1


🍃🍃


__ADS_2