![Bagaikan Adam & Hawa (Azwa[R], I'M In Love)](https://asset.asean.biz.id/bagaikan-adam---hawa--azwa-r---i-m-in-love-.webp)
🍃🍃
Malam ini, Azwa dan sekeluarga mengantarkan kepergian Satria dan Istrinya untuk kembali ke Bandung, dengan menaiki mobil milik Satria dari hasil kerja kerasnya. Mella menyuruh putrinya untuk menyalimi tangan Oma dan Opa, tentu saja gadis itu mengerti dan langsung menyalimi punggung tangan itu.
"Anak pintar" Ayah mengelus kepala cucunya.
"Anak sapa dulu" ucapnya dengan bangga,.membuat semua orang yang disana terkekeh dengan tingkah lucunya.
"Yasudah Ma, Pa, Tante, kita balik dulu ya, takutnya nanti kemalaman" pamit Satria.
"Baiklah, hati-hati di Jalan, jangan ngebut" nasihat Mama Ajeng.
"Iya, Ma" sepasang suami istri itu pun menyalimi punggung tangan ketiga orang parubaya itu. tak lupa dengan Azwa menyalimi punggung tangan kakaknya.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Azwa menatap kepergian kakak dan kak iparnya, melambaikan tangan pada gadis kecil yang ceria itu dengan senyum khas manis yang ia miliki, dan turut dibalas oleh Azwa juga orang tuanya.
Lambat laun mobil itu melaju dan melaju, hingga wujudnya sudah tak terlihat lagi oleh pandangan. Azwa pun kemudian mendorong kursi roda Tante Sekar, membawanya masuk bersama orang tuanya.
Tiba-tiba pikirannya kembali meracau, merasa dilema untuk mengambil keputusan tentang tafsir mimpi yang ia dapati. berfikir dan berfikir hingga ia mengambil keputusan untuk bermusyawarah bersama orang tua dan Tantenya.
"Ma, Yah, Tante" panggil Azwa, gadis itu tampak bingung dan ragu.
"Iya, Nak?" sahut Mama Ajeng sambil menikmati cake yang dibawa oleh menantunya.
"Azwa mau minta pendapat" ucap Azwa. seketika Mama tau bila putrinya ingin mengatakan sesuatu yang penting. ketiga orang tua itu pun bersiap untuk mendengar keluhan anak gadis itu.
"Apa itu nak? katakanlah" ujar Ayah.
"Hmm, kemarin Azwa menemui seorang tafsir mimpi, menurut tafsirannya, Azwa harus datang ke kota D untuk mencari sesuatu" jelasnya dengan ragu, menelan saliva dengan kasar menatap wajah kaget mereka satu persatu.
__ADS_1
"Mencari apa, Nak?" tanya Tante Sekar
"Tante, maaf," Azwa memegang punggung tangan tantenya, lalu melanjutkan "ada kemungkinan seseorang yang kita cari ada disana"
"Maksudnya?" Tante Sekar bingung.
"Hmmm," Azwa ragu untuk mengatakan perihal anak Tante Sekar, dirinya takut bila hal itu membuat Tante menjadi shock. dirinya pun hanya bisa menelan saliva dengan kasar.
"Pokoknya Tante harus semangat! suatu hari nanti Tante akan bahagia, sebahagia-bahagianya" ucap Azwa mulai kacau, ia sengaja mengatakan itu untuk mengalihkan topik sebenarnya. membuat ketiga orang itu menjadi bingung.
"Azwa ke kamar dulu yaa, capek banget habis main sama Rissa tadi" keluhnya, beranjak berdiri. berpura-pura merenggangkan ototnya.
"Kamu kalau ngomong gak jelas" gerutu Mama Ajeng. padahal dia sudah serius sekali untuk mendengar.
"Hehehehehe, maaf Ma" Azwa terkekeh, langsung berlari menuju kamarnya berada.
Tersisa tiga orang parubaya itu, hanya bisa menggelengkan kepala dengan heran.
"Jeng, saya mau ke kamar" pinta Tante Sekar.
"Iya, capek banget lho. pengen baring" keluhnya
"Sabar ya Kar, kamu harus bertahan" wajah Mama Ajeng berubah sedu, merasa iba melihat sahabatnya yang hanya bisa tidur dan duduk. Tante Sekar mengangguk pelan seraya tersenyum tipis, dalam sanubarinya ia begitu sedih dan terpukul. menjadi manusia yang tak berguna selama 24 tahun ini.
Setelah mengantarnya sahabatnya ke kamar, Mama Ajeng kembali ke ruang keluarga untuk menemani suaminya tengah menonton berita.
Didalam kamar Azwa, gadis itu tampak ragu dan bimbang. dia berjalan mondar-mandir di depan ranjang. memikirkan keputusan ini sangat tepat atau tidak. disisi lain ia ingin masa bodoh dengan tafsir itu, disisi lain ia tidak ingin tidurnyaa terganggu lagi oleh mimpi sialan itu. ditambah lagi memikirkan pemilik nama di gelangnya, membuat jiwanya ingin tahu lebih dalam pria itu.
"Jika dia memang Azwar, apakah mungkin namanya masih itu?" gumam Azwa, bingung.
"Kalau memang dia, bagaimana caranya aku bisa membuktikan kalau orang tuanya disini?"
"Apa aku perlu menanyakan kepada orangtua asuhnya? ah mencari pria itu sajaa sangat susah"
__ADS_1
Tok tok tok
Ketukan pintu membuyarkan lamunan Azwa, Azwa menoleh menatap pintu itu lalu ia pun segera menduduki tubuhnya diatas ranjang.
"Masuk!" teriaknya. pintu pun terbuka, memperlihatkan sebuah bayangan orang dewasa yang memiliki rambut yang panjang. jelas saja itu adalah Mama Ajeng.
"Wa,"
"Ya, Ma"
"Kamu tampak bingung. apa yang kamu sembunyikan?" tanya Mama Ajeng, menduduki tubuhnya disamping sang putri.
Azwa gelagapan, ia sangat ragu untuk mengatakannya.
"Wa"
"Ya, Ma?"
"Ceritalah, Mama tau kamu punya masalah dan ingin memberitahu kami?" desak Mama, mengelus rambut panjang putri nakalnya.
"Anu," Azwa menggaruk kepala, bingung.
"Kamu ingin ke kota D ? untuk apa?" tanya Mama Ajeng mengingat perkataan putrinya tadi.
"Hmm,-
🍃🍃
Like
Koment
Hadiah berupa poin
__ADS_1
Vote
😉😉