Bagaikan Adam & Hawa (Azwa[R], I'M In Love)

Bagaikan Adam & Hawa (Azwa[R], I'M In Love)
27. Rencana bekerja


__ADS_3

🍃🍃


Setelah cukup lama bersantai, Keysha pun beranjak berdiri untuk menyelesaikan bagian tugasnya di dapur, bermain bersama air, sabun dan peralatan dapur. sungguh ini adalah pekerjaan yang jarang ia lakukan selama di Jakarta. mengingat di rumah ada pembantu yang selalu menghandle keadaan rumah orang tuanya. hingga hidupnya seketika berubah seratus delapan puluh derajat,dimana ia harus merasakan hidup sederhana di perantauan, belajar mandiri dengan berdiri sendiri tanpa bantuan orang lain. Azwa dan Keysha sangat tangguh, tidak pernah mengeluh akan keadaannya.


Selesai bergelut di dunia dapur, Keysha kembali ke ruang tamu, melihat sahabatnya yang paling cantik itu tengah tertawa menatap ponsel miliknya. bukan heran lagi, pasti wanita itu tengah menonton drama Korea yang digandrungi para kaum wanita.


"Serius amat buk!!" ledek Keysha, ikut nimbrung duduk di Kursi sebelahnya seraya menaruh nampan yang berisi dua gelas susu cokelat dan berbagai macam buah yang ia kupas di dapur.


"Lucu lho, ngakak banget. hahahah" tuturnya sekilas menatap Keysha dengan wajah yang berbinar-binar menatap ponsel itu


"Drakor mulu heee! minum gih, tu ada buah juga" tawar Keysha. Azwa melihat meja dan benar saja ada susu cokelat dan juga buah.


"Ah thank you, Key" Azwa meraih gelas itu, menyesapnya sedikit lalu kembali menaruhnya ke atas meja. tak lupa juga mencolek buah mangga yang telah dipotong.


Hening, kedua wanita itu sibuk sendiri-sendiri dengan dunianya. Azwa yang asyik menonton drakor, dan Keysha sibuk mengolesi kutek di kuku panjangnya. hingga beberapa saat kemudian, drakor yang ditonton Azwa pun telah selesai. menoleh menatap sahabatnya yang tengah tersenyum menatap kuku cantiknya.


"Key,"


"Hmm,"


"Kerja yuk, misi kita kan sudah berhasil, tinggal cari uang untuk ke depan" ajak Azwa, lagi pula jiwa pekerja kerasnya mulai meronta-ronta


"Terus, gimana cara mendekati cowo itu kalau lo aja kerja" gerutu Keysha, yang tengah menatap kuku-kuku cantiknya.

__ADS_1


"Dia kan kerja juga. kita cari yang satu shift aja sampai sore. bosan tau di rumah mulu, lagian sayang tabungan kita bakal habis hanya buat cari tu cowok" ujar Azwa


"Iya sih, kita cari dimana? gak mungkin ngunjungi satu persatu toko"


"Laila mau ngebantu kita tuh, tadi katanya dia bakal nanya ke teman-temannya,, siapa tau ada" ucap Azwa tersenyum, memperlihatkan deretan gigi-gigi putihnya


"Serius?? kalau gitu mah gue mau kerja" tutur Keysha, semangat.


"Entar kita tunggu dia pulang"


"Dia kerja? kan minggu"


Azwa memutar bola matanya, jengah. "Mereka mah liburnya ganti-gantian dengan rekan kerja. di toko mah gitu kali. lo macam gak tau aja"


Keysha cengengesan, mengangguk paham.


"Kemana?"


"Komplek"


"Is mulai ganjen! lo kayaknya mulai tertarik ya sama tu cowok" ledek Keysha, menunjuk wajah Azwa dengan raut wajah yang gemas


"Is! gue senang tau udah ketemu dia. pasti tante sekar senang" ujar Azwa

__ADS_1


"Hmm, semoga deh kita berhasil meyakinkan tu cowo"


"Maka dari itu, ayo!!"


**


Ditengah teriknya mentari pagi menjelang siang yang diperkirakan jarak mereka hanya sejengkal dengan mentari, namun tidak membuat semangat yang berkobar seketika patah terbagi dua. menggunakan alat lindung berupa masker, sarung tangan untuk si penyetir, hingga helm yang menjadi penghalang mentari untuk merusak kulit mulus dua gadis itu.


Berperang melawan arus jalanan lintas yang cukup ramai oleh kendaraan bermotor, mobil, hingga fuso yang begitu menyeramkan, mengharuskan Azwa lebih berhati-hati dalam berkendara. apalagi mendengar cerita dari Laila kala tempo lalu bila kota ini sangat rawan terjadinya kecelakaan lindas yang mengenaskan. bahkan Laila menunjukkan sebuah foto yang menampilkan potongan tubuh manusia yang berserakan di jalan. bukan maksud menakuti, hanya saja mengingatkan bila tetap berhati-hati dalam berkendara. mengingat tujuan dua gadis itu yang merantau hanya untuk mencari saudara mereka. Laila hanya mengetahui itu, belum tau bila yang dicari adalah seorang pria yang digadang-gadangi adalah pria yang dijodohkan pada Aswa.


Hampir cukup lama menempuh perjalanan, dua gadis ini telah tiba di Komplek perumahan. hanya menunjukkan identitas dan mereka di diperbolehkan untuk masuk. walaupun security itu heran bila dua gadis ini berdomisili Jakarta, namun gadis cantik itu punya jitu tersendiri untuk mencari alasan agar bisa masuk.


Tibalah di depan kediaman Aswar, mereka bergegas turun dari motor dan menghampiri kediaman itu.


Tok tok


"Assalamualaikum"


Seseorang yang berada didalam seketika segera keluar untuk melihat siapa tamu yang berkunjung.


Ceklek,


Sontak saja matanya membelalak kaget melihat sepasang mata yang berbinar-binar dengan senyum termanisnya. sedangkan wanita yang satu lagi hanya tersenyum melambaikan tangan.

__ADS_1


"Kamu!!!"


🍃🍃


__ADS_2