![Bagaikan Adam & Hawa (Azwa[R], I'M In Love)](https://asset.asean.biz.id/bagaikan-adam---hawa--azwa-r---i-m-in-love-.webp)
🍃🍃
Hari demi hari berlalu dengan begitu cepat, Azwa dan Keysha sudah mendapatkan pekerjaan untuk menyambung hidup di Kota itu. Azwa yang bekerja sebagai Sales Counter di salah satu perusahaan mobil, Keysha yang bekerja sebagai staff Administrasi di sebuah PT tempat Kevin bekerja. Dan itu semua berkat bantuan dari teman-temannya Azwar yang begitu baik pada dua gadis itu.
Kedua gadis itu tampak sedang menikmati sarapan pagi sebelum berangkat, berupa lontong pecal yang Azwa beli di Simpang jalan. Menikmatinya dengan lahap, ditemani dengan bakwan dan juga keripik cabai yang menggugah selera.
Beberapa menit kemudian, acara sarapan dan minum susu telah selesai, kebetulan sekali bunyi mesin motor terdengar menggelegar hingga di kediaman mereka. Keysha keluar rumah, menatap ke bawah dan benar saja, jemputannya sudah datang.
"Ayo, cepat!" teriak seseorang itu dibawah sana
"Oke!" sahut Keysha, segera mengambil tas kerjanya lalu mengenakan sepatu sneakers.
"Udah dijemput, Key?" Azwa menyahut, baru saja muncul dari belakang. Gadis itu baru saja selesai cuci piring.
"Udah tuh, gue pergi dulu ya" pamit Keysha
"Hati-hati lho"
"Ho'oh, lo juga. byeee" Keysha melambaikan tangan, dibalas pula oleh Azwa. Azwa memerhatikan sahabatnya yang menuruni tangga bak kilatan petir, cepat sekali. berlari untuk mencapai pagar yang masih tertutup oleh pemilik rumah itu. hingga terakhir, melihat dia duduk diatas motor milik Kevin, pria yang tengah dekat dengannya.
__ADS_1
Azwa tersenyum,
Akan banyak kenangan yang tertinggal disini saat mereka akan kembali ke Ibukota, dan berharap bila Azwar juga turut serta mengikuti mereka,.mempertemukan pria itu dengan Ibu kandungnya yang menanti disana, mempersembahkan doa untuk Almarhum suaminya dan juga Almarhum-- ah bukan, itu masih menggerogoti pikiran Tante Sekar. Nyatanya serpihan hati yang hilang itu berada disini, di Kota orang tanpa mereka tahu bagaimana bisa bayi itu hidup jauh dari Ibukota. Dan Azwa berjanji pada diri sendiri untuk membawa Azwar kehadapan sahabat Ibunya, sudah dianggap seperti tante kandung sendiri, bahkan lebih.
Setelah kepergian sahabatnya yang tidak dapat ia jangkau lagi oleh pandangan, Azwa bergegas masuk untuk mengganti pakaian rumah dengan seragam kerja. Setelahnya sedikit riasan di wajah yang membuatnya tampak cantik dan manis. rambut yang ia biarkan bergerai, memberi kesan anggun pada wanita tersebut.
"Woi Laila bangun!" Azwa terkikik, begitu usil membangunkan orang yang masih terlelap didalam sana. dan benar saja, gadis itu masih belum bangun dan pulas sekali seperti kebo.
Azwa bergegas mengambil motornya di dalam garasi yang diperuntukkan untuk anak kost, terdapat dua motor di dalamnya yaitu miliknya dan juga Laila. Memundurkan motornya perlahan, lalu membuka pagar agar bisa untuk ia lewati. Setelahnya bergegas menyalakan mesin motor itu dan melajukannya. Memecah jalanan kota yang sangat ramai pada pagi itu.
**
Azwa pun menyapanya
"Ayo, ngomongin apa tuh" seru Azwa, mengagetkan dua wanita itu
"Is, Wa.. ngagetin aja"
"Hehehe, kayaknya seru" ucapnya
__ADS_1
"Iya seru, seru banget aku dikejar sama orang gila" ucap temannya, memutar bola mata. sontak saja Azwa kaget
"Orang gila???"
Dia mengangguk
"Kok bisa?"
"Ya bisa, dekat rumahku itu rawan kali orang gila ngeganggu"
"Is seram yaa" Azwa bergidik ngeri
"Begitulah, Wa. untung aja dipersimpangan jalan ada oplet (angkot)"
"Beli motor dong" ucap Azwa
"Enggaklah, aku trauma"
Walau baru beberapa hari bekerja, namun Azwa sangat mudah untuk berbaur dan akrab pada rekan kerjanya. sedikit demi sedikit ia mengetahui kekurangan dan kelebihan mereka, begitu juga sebaliknya.
__ADS_1
🍃🍃