![Bagaikan Adam & Hawa (Azwa[R], I'M In Love)](https://asset.asean.biz.id/bagaikan-adam---hawa--azwa-r---i-m-in-love-.webp)
🍃🍃
"Om, Tante, Mama, Azwar ingin mengatakan sesuatu yang serius" ucap pria muda itu, duduk bersebelahan bersama Azwa dihadapan orang tuanya. kentara sekali suasana terasa canggung dan serius.
"Katakanlah" ucap Ayah
Azwar menghembus nafas, lalu berkata, "Azwar ingin meminta restu untuk menikahi Azwa" ungkapnya, menggenggam erat tangan kekasihnya itu.
Sontak saja mereka semua kaget dan saling bertatapan satu sama lain. heran, namun terselip rasa bahagia. secepat inikah? seakan perkataan itu ada di pemikiran mereka.
"Kamu serius?"
"Serius, Om. lebih cepat lebih baik'kan? lagian bukannya kami djodohkan sejak dalam kandungan?" ucap Azwar
Mereka semua mengangguk paham seraya mengulum senyum,
"Kami akan merestui kalian, asalkan kalian selalu bahagia dan saling mencintai" ujar Mama Ajeng
"Benar sekali, inilah keinginan kami sejak dulu. menjodohkan kalian namun ternyata takdir berkata lain. kalian berpisah selama dua puluh empat tahun. dan akhirnya takdir mempertemukan kalian" timpal Mama Sekar
"Bagai Adam dan Hawa saja kalian ini ya" seru Mama Ajeng
__ADS_1
"Hah? iya pula yaa" sahut Azwa terkekeh, kisah nenek moyang yang begitu mengharukan.
"Benar lho, bisa dibilang seperti itu"
"Jadi kapan nih kita menikah?" tanya Azwar lagi
"Kalian kapan ke kota D?" tanya Ayah balik
"Tiga hari lagi, Yah" jawab Azwa
"Baiklah, Ayah ikut kesana. Bu Ratna berhak untuk membahas ini bersama Ayah dan Mama"
"Mama juga ikut dong, Yah"
"Asyik!!" seru Azwa gembira.
Begitu juga dengan Tante Sekar, ia sangat senang sekali bisa bertemu dengan orang tua angkat putranya yang telah membesarkan Azwar dengan penuh kasih sayang dan memberikannya banyak cinta. Ia harus banyak berterima kasih dengan beliau, dan tidak ingin memisahkannya dengan Azwar walaupun ia sudah bertemu dengan putranya ini.
Setelah makan siang, para orang tua itu menyuruh dua sejoli ini untuk menceritakan kisah mereka hingga menjadi sepasang kekasih. Azwar membuka suara, menceritakan keagresifan Azwa yang memeluknya tanpa sebab, mengaku bila mereka telah dijodohkan. apalagi Azwa mengatakan bila orang tua kandungnya berada di Jakarta, sungguh membuat Azwar jengkel. ketiga orang parubaya itu sontak saja tertawa terbahak-bahak.
"Kamu tau? dia itu barbar sekali. main nyosor" seru Mama Ajeng
__ADS_1
"Iya, Tan. kesal memang, orang asing sok akrab" ledeknya, menatap Azwa yang memerhatikannya dengan tatapan sinis.
"Ah kalian ini" Ayah menggeleng-gelengkan kepala.
Kemudian Azwa kembali membuka suara, ia menceritakan kalau Azwar begitu cepat luluh untuk menjadi temannya. dan menceritakan kebodohan Azwar yang diperalat oleh sang mantan pacar. sungguh membuat Azwar kesal, wanita ini ember sekali, pikirnya.
Namun Mama Sekar merasa beruntung bila putranya telah putus dengan Siska, mendengar cerita Azwa saja ia tidak menyukai sosok itu. namun kini ia sangat bersyukur, putranya telah memilih wanita yang tepat untuk menjadi pendamping hidup. Mama Sekar tentu saja tahu segala sifat baik buruk seorang Azwa, sebab sedari gadis itu lahir mereka selalu bersama dalam satu atap.
Dan semakin terkejutnya mereka, mendengar bila dua insan ini baru menjalani hubungan kekasih selama tiga hari ini. namun tidak dipungkiri, kedekatan mereka sudah mencapai dua bulan lamanya. singkat memang, namun Azwa bisa menilai sifat Azwar dari cerita Bu Ratna hingga kesukaan pria ini saat mereka sering jalan bersama.
Cerita hidup yang panjang selama di Kota D, hingga tumbuh benih-benih cinta diantara mereka. Azwar bersyukur wanita ini membalas perasaannya. namun yang lebih bersyukur lagi, Azwa yang mengetahui bila pria ini juga mencintainya. Azwa jatuh cinta pada pandangan pertama tapi tidak ingin mengakuinya.
"Hah! mendengarnya saja sudah menjadi hiburan buat Ayah. gak terasa yaa, Ayah harus pamit kembali ke Resto" ucap Ayah, sembari menatap jam tangannya dan beranjak berdiri
"Ah baiklah, Om. hati-hati di jalan ya om" Azwar mengecup punggung tangan itu.
**
Azwar berada di kamar Mama Sekar, baru saja selesai sholat dzuhur berdua saja di kamar itu. awalnya Mama Ajeng menyuruh Azwa untuk tidak mengganggu anak ibu yang baru bersua. Azwa paham sekali, ia pun menuruti perkataan ibunya.
Azwa berada di kamar bekas kakak lelakinya, melihat Mama yang tengah memasang seprai di kasur itu untuk peristirahatan Azwar kala lelah melanda.
__ADS_1
🍃🍃