Bagaikan Adam & Hawa (Azwa[R], I'M In Love)

Bagaikan Adam & Hawa (Azwa[R], I'M In Love)
35. Ingin bertanya


__ADS_3

🍃🍃


Malam pun tiba, Azwa dan Keysha tengah bersiap-siap untuk mengunjungi pasar malam di tengah Kota, bersama Azwar dan kedua sahabatnya. sedangkan Laila, harus bekerja shift siang hingga malam nanti.


Dan disinilah mereka berlima, berada ditengah-tengah hiruk piruk pengunjung yang tak kalah euforianya untuk menaiki wahana demi wahana yang lain. Gemerlap lampu yang menerangi suasana malam terlihat sangat aesthetic sekali. Azwa dan Keysha mengajak para pria itu untuk memasuki Rumah Hantu yang begitu menyeramkan. Terlihat dari luar saja udah seram, apalagi di dalam. sungguh membuat jiwa barbar mereka tertantang olehnya.


"Ayo masuk kesitu yuk" ajak Azwa


"Ih seram. yakin?"


"Yaiya, ayolah!" rengek Azwa


"Siapa takut" ucap Azwar, lalu berlalu pergi untuk membeli tiket buat mereka berlima.


Setelah tiket didapatkan, kelima pemuda itu bergegas memasuki Rumah Hantu, belum masuk saja sudah membuat bulu kudu pria itu merinding. Dasar pria non gentlemen. haha


Suasana yang gelap dan mencekam, tanpa ada pencahayaan sedikitpun, hanya bisa sedikit melihat para setan yang menakuti mereka. Dua gadis yang pemberani seketika nyalinya menciut, mereka saling merangkul tangan dan berjalan cepat untuk bisa tiba di tahap akhir. Sedangkan tiga pria itu, hanya bisa terdiam, terpaku, mereka dua wanita itu berlari dengan sekuat tenaga mereka juga berlari untuk mengejarnya.

__ADS_1


Dug!!


Azwar menabrak Azwa yang sedang lagi rehat. pencahayaan yang kurang membuat gadis itu tak terlihat. Azwa mulai kelimpungan, dengan sigap Azwar menahan tubuhnya agar tak terjatuh. Hingga keduanya saling menikmati moment berpelukan, saling menatap dalam kegelapan dan terdiam sejenak untuk beberapa saat.


"Anjir! gile! aku hampir dipeluk sama kuntilanak!" gerutu Andra, hingga membuyarkan lamunan Azwar dan Azwa. Mereka kembali pada posisi masing-masing.


"Hahahaha, emang enak tuh" Dia pun ditertawakan oleh semua orang.


Wahana demi wahana pun mereka coba, merasa keseruan dari setiap wahana yang dinaiki. mengguncang adrenalin saat menaiki yang menantang, menikmati angin sepoi-sepoi diudara dan berpacu dengan kuatnya pergerakan yang membuat kepala itu pusing, bahkan hampir merasakan mual.


**


Hari semakin hari Azwa dan Azwar semakin dekat, terkadang mereka saling berbalas pesan satu sama lain hanya untuk sekedar berbasa basi. hingga Azwa sempat menanyakan perihal Azwar apakah sudah mencari bukti bahwa ia bukan anak kandung Bu Ratna.


Seperti malam ini, dengan selorohnya Azwa menanyakan perihal itu. mengingat mereka telah dekat hampir satu bulan lamanya.


💬Aku belum nyari tau

__ADS_1


💬Wa, apa benar yaa? aku anak sahabat mama kamu


💬Aku rasa begitu, kamu mirip sama om Gilang


💬Kalau gitu, kenapa kita gak video callan sama mereka?


💬Jangan dulu, aku takut tante sekar berharap banyak padamu. lagi pula kamu belum yakin


💬Hmmm


Keesokan paginya, saat sarapan pagi bersama Ibu, Azwar menatap ragu pada wajah Ibunya. ingin mengatakan sesuatu namun entah kenapa lidah itu terasa kelu tak berdaya untuk berucap perihal penting ini. Sarapannya pun juga tak begitu lahap, terlalu banyak pikiran yang berkecamuk didalam sana hingga membuat Azwar sedikit pusing untuk mengatakannya.


Ibu dapat melihat kegusaran di wajah itu, beliau menghentikan sarapannya sejenak untuk menuntut suatu kata yang mungkin ingin diucap oleh mulut itu.


"Kamu mau ngatakan sesuatu, Nak?" tanya Ibu, ia penasaran


🍃🍃

__ADS_1


__ADS_2