![Bagaikan Adam & Hawa (Azwa[R], I'M In Love)](https://asset.asean.biz.id/bagaikan-adam---hawa--azwa-r---i-m-in-love-.webp)
🍃🍃
Setelah melewati malam panjang pergumulan pengantin baru yang begitu panas bahkan dilakukan hingga beberapa ronde, Azwa pun tepar di ranjangnya dan tak sanggup lagi untuk berdiri. Ia masih bersandar dipelukan suaminya yang tengah menonton televisi, tubuh keduanya masih polos tanpa benang sedikit pun. Keduanya baru selesai bercinta pada pagi hari itu.
"Sayang,"
"Hm?"
"I love you" ucap Azwa, mengecup dada suaminya
"Oh sayang, I love you too" balas Azwar, mengecup pucuk rambut itu.
Ia kembali menonton televisi bersama sang istri. namun tangannya tak bisa diam, menyelinap masuk ke dalam selimut, mengelus kulit tubuh sang istri hingga memegang salah satu gundukan yang membengkak sisa percintaan mereka tadi malam hingga berlanjut pagi.
"Eemh ... jangan nakal!" Azwa mengeplak lengan itu
"Kau yang menggodaku sayang, kau kecup dadaku yang kekar ini" ucapnya
"Is, cuma itu doang. udah ah" Azwa menghindar, meringsek menjauhi suaminya. Namun Azwar tak akan melepaskan wanita ini, ia kembali mengukung tubuh itu dan menghujaminya beragam kecupan diwajah hingga ditubuh wanita itu.
"Sayang! aku capek, aaah!!"
Azwar tak mengindahkan keluhannya, ia terus beraksi seperti singa yang tak pernah putus asa menyerang mangsanya, bahkan bertekad untuk mendapatkan dan menikmati sang mangsa. seperti itulah Azwar, nafsu yang menuntut untuk melakukannya lagi dan lagi bahkan harus menikmatinya.
__ADS_1
Hingga pada akhirnya percintaan itu kembali berlanjut di kamar mandi, Azwar yang tak ada lelahnya terus menghujami sang istri dengan para kecebongnya sampai memasuki rahim. Berharap sang Maha Kuasa segera memberikan mereka keturunan.
**
Sore menjelang, selesai sholat ashar keduanya harus bersiap untuk keluar dari Hotel, menemui orang tua mereka yang berada di kediaman Komplek. Azwa berjalan terseok-seok, masih merasakan pedih di area bawah tubuhnya.
Azwar merasa iba, ini semua karena ulahnya yang menghajar gadis itu bertubi-tubi. hingga satu ide pun muncul, Azwar merengkuh tubuh itu ke dekapannya, membawanya untuk bergegas menuruni tangga.
"Sayang, lepas! gak enak dilihat orang" gerutu Azwa, pandangannya menatap mereka yang turut memerhatikan, sungguh membuat gadis itu merasa malu.
"Cueki aja. anggap mereka tak ada" ucap Azwar
"Aish! mana bisa gitu"
"Siapa bilang? tutup matamu itu" titah Azwar.
"Ayah,"
"Kalian, aduh manisnya pakai di gendong pula" ledek Ayah tersenyum simpul. membuat pipi Azwa kembali merona olehnya.
"Ayo kita pulang" ajak Ayah, membuka pintu jok mobil bagian belakang lalu merebut tas yang berisi baju keduanya dari tangan Azwa
Mobil melaju kencang menyusuri jalanan raya Kota kecil itu. hingga beberapa menit kemudian, mereka telah tiba di Kompleks dan langsung disambut oleh Bu Ratna dan juga Mama Sekar. sedangkan Keisha dan Mama Ajeng tengah sibuk masak memasak untuk makan malam mereka bersama.
__ADS_1
"Aduh pengantin baru udah pulang" ledek Bu Ratna
Azwa berusaha berjalan senormal mungkin, menutupi rasa perih dibawah sana yang masih berdenyut hebat. atau tidak, ia akan merasa malu lagi jika digendong oleh sang suami.
"Ibu, Mama," Azwa mencium punggung tangan mereka dengan takhzim, diikuti pula oleh Azwar yang menenteng tas milik mereka.
"Gimana malam pertamanya? lancar?" tanya Mama Sekar, seenak jidat bicara seintim itu. membuat dua sejoli tersebut merasa malu-malu dan salah tingkah.
"Mama apaan sih! kami belum melakukan" tukas Azwar
"Ih dasar bohong! ayo masuk" ajak Mama Sekar. kursi rodanya pun di dorong oleh Bu Ratna.
**
Setelah selesai makan malam, Ayah menyuruh semuanya untuk berkumpul di ruang keluarga, ia ingin menyampaikan sesuatu yang sudah lama ia simpan. mereka semua bingung, namun tetap mengikutinya.
"Azwar, berhubung kamu sudah kembali ke pangkuan Ibu kandungmu, Mama dan Ayah sepakat untuk mengembalikan restoran Almarhum Ayahmu kepada kamu, putranya"
Sontak saja semuanya terkejut. termasuk Mama Sekar, ia langsung menyela.
"Ga, restoran itu sudah ku serahkan samamu .. kalian sudah menanda tanganinya didepan pengacara" sela Mama Sekar
"Tidak," Ayah menunjukkan surat itu yang bagian tanda tangan penerima sudah kosong, tak ada coretan pena.
__ADS_1
"Bagaimana bisa?"
🍃🍃