Bagaikan Adam & Hawa (Azwa[R], I'M In Love)

Bagaikan Adam & Hawa (Azwa[R], I'M In Love)
48. Bertemu Mama


__ADS_3

🍃🍃


Dua jam kemudian, akhirnya dua sejoli ini telah tiba di Ibukota Jakarta, sudah cukup lama Azwa meninggalkan tanah kelahirannya dan akhirnya ia pun telah menginjakkan kaki disini lagi. bersama orang yang berbeda dari sebelumnya.


Azwar, menatap kota ini yang belum pernah ia jamahi. Gedung-gedung menjulang tinggi dan jalanan yang hiruk piruk ramainya.


"Ayo, kita cari taksi" ajak Azwa, menggenggam tangan kekasihnya.


Azwar mengangguk, menautkan jari-jari mereka hingga raut wajah wanita disampingnya juga tersenyum. keduanya berjalan bersama-sama menuju tepi jalan raya, hingga tak menunggu waktu lama taksi pun datang menghampiri.


Azwa dan Azwar segera menaiki taksi setelah sopir memasuki koper mereka ke bagasi. Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan Ibukota yang padat.


Tok tok tok


Pintu diketuk dari luar, Mama Ajeng yang sedang nonton film ikan terbang bersama sahabatnya, Tante Sekar, di ruang keluarga mendengar ketukan pintu berkali-kali.


"Siapa ya? perasaan gak ada yang mesan cake" gumam Mama Ajeng


"Temui aja, Jeng. mungkin tetangga" ucap Tante Sekar.


Mama Ajeng segera beranjak berdiri, melangkahkan kaki menuju pintu utama melewati ruang tamu.


Tok tok


"Iya!!" teriak Mama.


Ceklek,

__ADS_1


Mama Ajeng terdiam tanpa kata menatap pemandangan di depannya. bagaikan jantung yang berhenti berdetak dan langsung jatuh dari tempatnya, Mama terpaku. hingga suara lembut yang ia rindukan itu memanggilnya kembali. Ia tersentak, lamunannya pun buyar dan langsung memeluk erat sang putri.


"Azwa" lirihnya


"Mama, Azwa pulang" ucap gadis itu, memeluk sang Ibu yang sangat ia cintai.


Mereka berpelukan cukup lama, melepaskan rasa rindu yang mencuat hebat di sanubari. hingga Mama baru tersadar, sosok pria ada bersama putrinya.


Ia melepaskan pelukan itu, menatap pria yang tersenyum padanya.


"Hallo, Bu" Azwar menggapai tangan Ibu kekasihnya, menciuminya dengan takhzim.


Mama Ajeng memicingkan mata, memerhatikan wajah yang tak asing didepannya ini dengan seksama. hingga setelah ia teliti, sepasang mata itu membelalak, kedua tangannya menutup rapat mulut yang ternganga itu.


"Mama pasti udah tau dia siapa" tebak Azwa tersenyum.


Cukup lama, namun Mama belum juga melepaskannya. Azwa memutar bola matanya, lucu sekali keterharuan disiang begini.


"Ehem-ehem! udah dapat anak baru yaa.. anak lama dilupain. Mama tau ga? kami capek butuh duduk" ketus Azwa, cekikikan menatap ibunya itu.


Mama pun melepaskan pelukannya.


"Apa sih, syirik aja" ucapnya menatap Azwa, semakin membuat Azwa sebal.


"Ayo masuk, nak Azwar. ada seseorang yang merindukanmu" ajak Mama Ajeng, menarik koper bawaan pria itu.


"Is Mama, anak sendiri dicuekin" gerutu Azwa

__ADS_1


"Sayang, sini kopermu ku bawaa" tawar Azwar, menarik koper itu. hingga ucapan Azwar barusan menjadi pusat perhatian Mama, pendengarannya tajam. ia berbalik.


"Apa? sayang?" mama menyela


"Hehehe, Ma" Azwa cengengesan


"Kalian pacaran?"


Kedua anak muda itu mengangguk bersamaan. sontak saja Mama semakin kaget, siang bolong begini ia langsung mendapati kejutan yang tak terkira.


"Aaaaa!!! Ya Allah kalian! pulang-pulang buat mama shock" teriaknya.


Azwa dan Azwar saling bertatapan, kemudian secara serempak mereka tertawa kecil.


"Jeng, kamu kenapa? siapa yang datang? heboh kayaknya" sahut suara seseorang dari dalam sana.


"Oh Sekar," Mama baru ingat akan wanita itu. Ia segera berlari kecil menghampiri sahabatnya.


"Apa itu suara mamaku?" tanya Azwar pada Azwa


"Iya, mending kita duduk dulu" ajak Azwa, mereka menduduki sofa.


Tak berapa lama, Mama dan Tante Sekar keluar dari sekar ruang keluarga. Azwar terpana melihat wanita parubaya itu duduk di kursi roda, hatinya semakin mencelos melihat kedua kaki itu sudah tiada.


Begitu juga Tante Sekar, ia kaget bukan main, matanya membelalak hingga berkaca-kaca.


"Az-wa-r??"

__ADS_1


🍃🍃


__ADS_2