Bagaikan Adam & Hawa (Azwa[R], I'M In Love)

Bagaikan Adam & Hawa (Azwa[R], I'M In Love)
36. Badut


__ADS_3

🍃🍃


"Eh, enggak, Bu"


"Kamu yakin?"


Azwar mengangguk, mengulum senyum untuk menutupi rasa gugupnya.


"Katakan saja apa yang mau kamu katakan" ujar Ibu


"Iya, Bu" Azwar makin mempercepat suapannya hingga tandas


"Ohya, Siska sempat ngadu kalau kamu sudah mulai jarang menemuinya"


"Uhuk-uhuk!!" Azwar terbatuk ia menyemburkan sedikit air yang sempat ia teguk.


Pok! Pok! Pok!!


"Hati-hati toh minumnya" ucap Ibu menepuk pelan punggung itu seraya memberikan serbet untuk putranya


"Maaf, Bu. dia ngadu?"


"Hmm, iya. padahal kamu lumayan sering keluar malam, tidak menemui dia?"


"Azwar lagi masa jenuh, Bu"


Ibu menatapnya lekat dalam diam. "Kamu gak mencintainya lagi?" Ibu bertanya


"Hah?" Azwar tertegun


"Gak sayang lagi sama dia?" ulang Ibu


"A-aku, tentu saja masih sayang, Bu. ada-ada saja. ck!" Azwar terkekeh getir

__ADS_1


Tampak Ibu yang tengah menyipitkan sebelah matanya, mencari kejujuran didalam diri itu atau mungkin kebohongan yang tertutupi.


"Kalau sudah tidak, lepasin baik-baik, Nak. kasihan juga kalau dia berharap banyak padamu" nasihat Ibu, mungkin saja ia bisa membaca perasaan anaknya itu


"Ah Ibu, aku tu masih sayang sama dia. dah ah, Azwar mau berangkat" Dia pun mengambil tangan Ibunya, mencium punggung tangan itu dengan takhzim.


"Baiklah, hati-hati"


"Assalamualaikum, Bu"


"Waalaikumsalam"


Azwar berlekas masuk ke dalam mobilnya, memundurkan mobilnya seraya memerhatikan spion jika saja ada kendaraan lain yang lewat. hingga telah di posisi yang benar, Azwar melambaikan tangan pada Ibunya, dibalas pula oleh ibu tercintanya itu. Mobil kembali melaju hingga menghilang dari pandangan.


Ibu tampak menghela nafas panjang. "Ibu tau kamu sudah tak mencintainya lagi, Azwar" gumamnya, lalu membalikkan tubuhnya, memasuki kediaman itu.


Di jalan,


Siska hanya menuntut untuk menemani dirinya belanja ini itu sesuai selera wanita. mengajak dirinya ikut nongkrong dengan teman-teman sosialitanya hingga membuat Azwar tampak bosan. terpaksa Azwar juga menghubungi temannya untuk datang menemuinya di kafe xxxx, tongkrongan anak muda. Dan yang lebih kesalnya, tak berapa lama mengobrol dengan Andra juga Kevin, Siska merengek untuk mengantarkannya pulang. Padahal lagi seru-serunya mengobrol bersama teman.


"Aaaargh!! kenapa aku jadi gini! aku sendiri gak tau apa perasaanku" gerutu Azwar, memukul setir yang ia kemudi


"Jujur, aku lebih nyaman sama Azwa, dia mau saja diajak ini itu asalkan menyenangkan. Apalagi membuatnya tertawa itu sangat mudah, dan ia menikmati setiap moment yang kami eksplor. Gak kayak Siska, bawaannya cemberut mulu" sambungnya, bicara dengan dirinya sendiri.


"Apakah mungkin?? oh Tuhan!!" Azwar mengusap wajahnya dengan kasar, menyadari sesuatu yang terselip dihatinya tanpa ia duga.


"Bagaimana bisa?? aaargh!!"


Ting!


Sebuah notif pesan masuk begitu saja ke ponsel milik Azwar. Ia pun meraihnya, membuka pesan dari Azwa. hingga seutas senyum manis terukir di bibir itu.


💬Selamat pagi, Tuan tampan 😉😅

__ADS_1


"Azwa-azwa!" Dia menggeleng-gelengkan kepala. lalu menekan tanda video disudut kanan ponselnya.


Azwa yang sedang berdandan pun tiba-tiba dikagetkan dengan dering ponsel yang terletak diatas meja rias. Ia melihat siapa yang memanggil,.seketika matanya membelalak melihat siapa orang itu.


"Azwar??" Azwa tanpa ragu mengangkat panggilan itu, belum menyadari bagaimana bentuk wajahnya.


📱Hai, tumben vc


📱Hai badut! selamat pagi juga


Azwa tersenyum-senyum mendengarnya, sweet banget sih pria satu ini hingga tidak sungkan untuk menghubunginya


📱Kamu bilang apa barusan haah?


📱Badut, weeeek!! 😜


📱Is nyebelin! oh astaga!!


Azwa kaget melihat pantulan wajahnya yang masih mengenakan foundation, tampak sekali wajahnya pucat, super putih semua. Ah, dirinya begitu malu sampai Azwar harus melihat pemandangan pagi yang buruk ini.


📱Hai!! jangan ditutup kameranya dong! kamu cantik kayak gitu, dasar badut!"


📱Sialan lo!! Gue matiin, bye!!


Azwa memutuskan panggilan secara sepihak. sungguh ia begitu malu pada pagi ini.


"Sungguh! pagi yang buruk! Aaaakkh!!" Azwa merengek kesal.


Sedangkan pria yang disana, tergelak hebat hingga lepas begitu saja. sungguh pemandangan yang luar biasa, yang baru pertama kali ia lihat.


"Dasar gadis tengil! hahahahah! oh Tuhan , perutku sakit. Azwaaaa!!"


🍃🍃

__ADS_1


__ADS_2