![Bagaikan Adam & Hawa (Azwa[R], I'M In Love)](https://asset.asean.biz.id/bagaikan-adam---hawa--azwa-r---i-m-in-love-.webp)
🍃🍃
Semua orang menangis tersedu-sedu mendengar kisah yang diceritakan Mama Ajeng, Azwar tak menyangka dirinya masih hidup karena seekor anjing yang menyelamatkannya dan memberikannya pada Bu Ratna kala itu melewati jalan tol.
"Tante, ini ada surat dari Bu Ratna" Azwa memberikan amplop pada Mamanya, sebab tangan Tante Sekar tidak bisa bergerak sama sekali.
"Kar, aku buka ya" Mama Ajeng meminta ijin
"Bacakan, Jeng"
Mama Ajeng pun membukanya, membaca rangkaian tulisan yang teramat panjang, berupa kisah mereka menemui Azwar dan juga penyampaian perkataan maaf.
*Flashback On"
"Bang, mundur balik!" titah Ratna pada suaminya, Agung.
"Apaan, Yang?" tanyanya bingung
"Ada bayi"
"Ah ada-ada saja" suaminya tak percaya
"Mundurin aja mobilnya!"
"Baiklah"
Agung memundurkan mobilnya hingga berhenti tepat disebelah bayi dan seekor anjing. Melihat manusia menuruni mobil, anjing itu bergegas pergi namun dari kejauhan ia memerhatikan para manusia itu.
__ADS_1
"Ya Allah, nak .. siapa yang membuangmu disini?" ucap Ratna, langsung mendekap bayi mungil itu.
"Bayi siapa ini yang?"
"Entahlah, malang sekali"
Oek! oek!
"Cup cup cup!"
"Bang, kita bawa pulang aja yuk, kasihan"
"Tapi perjalanan kita ke Riau itu jauh, 3 hari 3 malam"
"Gak apa-apa. kita beli baju sama susu dulu. lagian pernikahan kita sudah 5 tahun tidak mendapati anak, aku jadi ingin merawat anak ini" ucapnya lirih, membuat hati suaminya merasa terenyuh, ia terdiam.
Ratna dan Agung tidak bisa memiliki anak, sebab dalam hasil pemeriksaan Dokter, Agung mengalami kemandulan hingga Allah tidak dapat memberikannya keturunan. Sungguh menyedihkan, namun dengan cara lain Allah menitipkan mereka sesosok bayi malang dari jalanan.
Hingga sepasang suami istri itu singgah ke Toko perlengkapan bayi untuk membeli baju, celana, kain bedung hingga perlengkapan mandi dan dot, tak lupa susu formula. lalu singgah ke Spbu untuk menumpang memandikan bayi malang ini.
Setelah selesai memandikan bayi malang ini hingga wangi dan segar, sepasang suami istri ini pun kembali melanjuti perjalanan ke tempat asal mereka, setelah menghadiri pernikahan saudara di Bekasi.
"Bang, lihat nih ada gelangnya, lucu ya"
"Iya, pasti dari orang tuanya ya .. malang sekali"
"Aku rasa dia bukan dibuang lah, Bang .. kain bedungnya kotor dan ada beberapa lecetan di tubuhnya"
__ADS_1
"Apa kita cari aja orang tuanya?" usul sang suami
"Is janganlah! kita rawat aja dan jadi anak kita"
"Hmmm, baiklah"
Kemudian Ratna pun memerhatikan gelang itu, ada ukiran nama yang tercetak.
"Azwar dan Azwa?" Dia bergumam
*Flashback Off*
Mama Ajeng telah selesai menceritakan kisah yang ada di surat itu, lagi-lagi Mama Sekar merasa tersanjung. akhirnya ada orang baik yang menyelamatkan putranya, bahkan merawatnya dengan penuh kasih sayang. Hewan itu? sungguh berhati mulia, karnanya lah bayi mungil itu bisa selamat dan menjauh dari bahaya bensin yang menetes.
"Ini ada lagi, Kar, ku baca ya"
Ibu Sekar, saya tau nama Ibu dari nak Azwa. maafkan saya dan suami yang sudah membawa bayi mungil itu bersama kami. bahkan kami tidak sempat untuk mencari orang tuanya. Maafkan kami yang telah memisahkan kalian. sekarang Azwar sudah bersama anda, saya bahagia sekali beliau sudah mengetahui Ibu kandungnya. semoga anda sehat selalu, Bu Sekar.
"Hanya perkataan maaf" ucap Mama Ajeng, kembali melipat surat itu dan memasukinya ke dalam amplop.
"War, mama mau bertemu dengan Bu Ratna, mama mau ucapkan terima kasih" dia menatap manik mata putranya
"Iya, Ma. tiga hari lagi kita kesana ya .. dan mama akan tinggal bersama kita"
"Namun sebelum itu, ada niat lain yang ingin saya sampaikan" sambungnya, berdiri menghadap Mama Ajeng
"Apa itu?" tanya Mama Ajeng, sedikit bingung. disisi lain, Azwa tersenyum malu-malu.
__ADS_1
🍃🍃