Bagaikan Adam & Hawa (Azwa[R], I'M In Love)

Bagaikan Adam & Hawa (Azwa[R], I'M In Love)
59. TAMAT


__ADS_3

🍃🍃


"Aku menggunakan pena yang bisa dihapus. dan pada waktu itu kami memohon pada pengacaramu untuk pura-pura menerima restoran itu. cukup aku hanya mengelolanya" jelas Ayah


"Karena mayat Azwar tidak ditemukan saat kebakaran itu, kami yakin bayi itu masih hidup walaupun itu mustahil. kami sepakat untuk mengembalikan ini pada yang berhak" timpal Mama Ajeng


"Masha Allah kalian ini, padahal kalian berhak menerima itu semua. apalagi sudah merawatku hingga sekarang" Mama Sekar menitikan air mata, terharu. Azwa langsung menghapus air mata itu.


"Kita bukan orang lain, dan kami tidak meminta imbalan apapun, Kar" ucap Mama Ajeng menggenggam tangan sahabatnya.


"Jadi War, kamu harus tanda tangani ini. pengacara Mama mu sudah menyetujui ini"


"Tapi--"


"Ayolah, kamu lebih berhak" paksa Ayah.


"Tidak, Yah. maaf .. aku mau itu tetap milik kalian"


"Astaga!" Ayah mengusap wajahnya, kasar.


"Kalian lebih berhak, lagi pula itu hanya Restoran, Ga. Azwar juga punya pekerjaan tetap" sanggah Mama Sekar


Ayah pun bingung, ia menatap istrinya seolah meminta pendapat. setelah cukup lama dan kedua orang itu terus memaksa, terpaksa Ayah menanda tangani surat lama yang tercantum atas namanya sebagai pihak kedua.


Mereka semua pun bernafas lega, dan saling tersenyum. kecuali Ayah, Ibu dan Azwa yang tampak bingung dan merasa tidak enak.


"Ayah, sekali lagi terima kasih sudah rawat Mama sampai sekarang"

__ADS_1


Setelah membahas hal yang sangat serius, mereka semua pun mengobrol panjang. hingga malam pun semakin larut, tiba-tiba sepasang pengantin itu dibuat kaget akan ucapan sang Ibu yang ingin pergi meninggalkan rumah itu.


"Ibu, Mama Sekar, memutuskan untuk pindah ke rumah lama ya, War. kalian yang baik-baik disini" ucap Bu Ratna


"Maksud Ibu mau pindah ke rumah sana dan gak tinggal disini lagi?? Mama pun juga gitu?" Azwar kaget mendengarnya.


"Iya, Mama, Bu Ratna akan tinggal di rumah sana" sahut Mama Sekar


"Ma, padahal kita baru saja ketemu lho, masa langsung berpisah" keluh Azwar, cemberut.


"Is, kan kalian masih bisa berkunjung. kita akan tinggal disana sampai ada tanda-tanda dari menantu Mama" seru Mama Sekar. membuat kedua sejoli itu bingung dan saling menatap.


"Maksudnya?" tanya Azwa


"Kalau kamu sudah hamil, kita baru pindah kesini lagi. masa pengantin baru kami ganggu, entah cucu belum jadi pula" gerutu Bu Ratna.


Azwa dan Azwar pun mulai mengerti maksud dua wanita parubaya itu,.sungguh lagi-lagi kedua pipi itu kembali merona.


Mereka tergelak, seolah menertawakan ucapan pria ini yang blak-blakan. sedangkan Azwa menepuk jidatnya, sungguh heran dengan pria ini.


"Harus rajin, War! kami pamit dulu" ucap Ayah.


"Ohya, besok Mama dan Ayah akan kembali ke Jakarta" sambung pria itu


"Secepat itu, Yah?" tanya Azwa


"Iya sayang, Ayah gak bisa ninggalin Restoran disana"

__ADS_1


"Baiklah"


**


Keesokan siang, Azwar dan Azwa mengantar Ayah dan Mama Ajeng ke Bandara. keduanya saling melambaikan tangan melepaskan kepergian orang tua itu. hingga beberapa menit kemudian, pesawat yang mengangkut keduanya telah terbang ke udara.


Azwar dan Azwar kembali ke mobil, bergegas untuk pulang ke Kota D.


Hampir menempuh perjalanan selama empat jam, Azwa melihat tugu angguk yang terus mengganggu tidurnya kala dulu sebelum menginjakkan kaki disini. Azwa menyuruh sang suami untuk menghentikan mobilnya, ia pun keluar dan diikuti Azwar dengan tatapan bingung.


"Ada apa?" tanya pria itu.


"Tugu itu, kamu tau? dia yang membawaku kesini untuk mencari sang Adam yang telah lama menghilang dari sisi seorang Hawa, dia pula yang terus merasuki tidur ku hingga menuntunku kesini untuk mencarimu, wahai Adamku"


"Adam Hawa?" dia bingung


"Is! kita itu bagaikan Adam dan Hawa, yang mencari cinta sejatinya setelah sekian lama berpisah. kisah mereka sama seperti kisah kita ini, tau!"


"Oh iya ya, kita bagaikan nenek moyang kita hingga akhirnya bertemu disini dan saling jatuh cinta" seru Azwar


"Ho'oh. dan aku ingin selalu bersamamu selamanya sampai maut memisahkan kita" Azwa merengkuh pinggang suaminya, memeluk hingga tiada jarak diantara mereka.


"Azwa, i'm in love. aku jatuh cinta samamu" tutur Azwar, menempelkan kening mereka


Azwa mengulum senyum manisnya menatap manik mata itu. "Azwar, i'm in love. aku juga jatuh cinta samamu" ungkap wanita itu.


Hingga Azwa sadar akan posisinya, ia langsung berlari memasuki mobil. dikejar pula oleh Azwar hingga di dalam mobil sepasang sejoli itu berciuman dengan mesra.

__ADS_1


🍃🍃


...TAMAT...


__ADS_2