Bagaikan Adam & Hawa (Azwa[R], I'M In Love)

Bagaikan Adam & Hawa (Azwa[R], I'M In Love)
46. Melamar


__ADS_3

🍃🍃


Setiba di bawah, tepatnya disamping mobil, turunlah Andra dengan senyum manisnya menyapa tiga wanita cantik itu. ia langsung mengitari mobil dan membuka pintu jok bagian belakang.


"Silakan masuk, Nona cantik" ucapnya, terdengar geli sendiri ditelinga Azwa. Azwa memasuki mobil dengan tampangnya yang bingung. seolah-olah malam ini dia adalah seorang Cinderella yang dibawa sebuah kendaraan untuk menuju istana.


Disisi lain, Azwar tampak gelisah memikirkan keputusan Azwa apakah dia akan menerimanya atau tidak? semua orang yang melewatinya tampak bingung akan tingkah pria tampan itu. namun, ada Ibu dan juga Kevin yang selalu menenangkannya pria tersebut dan menyemangatinya.


"Tenanglah, menurut feeling Ibu pasti Azwa akan menerimamu. Ibu bisa melihat ada cinta dimatanya untukmu. percayalah sayang" ujar Ibu


"Tapi kemarin dia bersikeras menolakku, semoga aja makan ini enggak" ucapnya, mata terus fokus menatap jalanan.


Mata ibu mengarah pada Kevin, Kevin melihatnya. beralih menatap sesuatu yang dipegangnya, lalu Ibu mengerakkan mata kelamnya ke arah Azwar. ia paham maksudnya.


"War, minum dulu" ia menyodorkan sebotol air mineral padanya. Azwar langsung meraihnya, meneguk air itu hingga tandas.


Tak berapa lama akhirnya yang ditunggu pun datang. mobil miliknya sudah tiba didepan mata, sosok wanita cantik yang sangat ia cintai pun turun dari mobil. Azwar menatapnya tanpa kedip walaupun dari kejauhan dengan suasana yang remang-remang, namun wanita itu menyinari pandangannya. hingga tak terasa sesosok itu semakin dekat dan dekat.


Deg!!


Jantungnya kembali berpacu dengan begitu cepat, tangan dan tubuh terasa bergetar bila berada dihadapan wanita ini. tampak Azwa tengah menyalimi punggung tangan Ibu dengan takhzim.


"Ibu kok bisa ada disini yaa?" gumamnya bingung, Ibu hanya tersenyum melihatnya.


"Hai" sapa Azwar

__ADS_1


"Hai juga" sahut Azwa


Jelas sekali pria ini tampak grogi, merapikan sedikit jasnya padahal tidak berantakan, menatap sekitar yang mulai ramai pengunjung mengelilingi mereka yang tiba-tiba saja sudah berada ditengah-tengah mereka.


Azwa terkesima, ia kaget melihat banyaknya orang mengelilingi mereka, hingga ia melihat temannya melambaikan tangan dan mengacungi tangan seolah memberi semangat padanya. dahinya berkerut,


"War, ada apa ini?" bisik Azwa. namun Azwar tak menjawab, ia sibuk mengambil sesuatu dari dalam jasnya.


Sontak saja Azwa terkesiap melihat pemuda ini menggenggam kedua tangannya dan mendekati tubuh mereka.


"Azwa, asal kau tau sejak kita mulai dekat, disitu pulalah aku mulai menyukaimu hingga rasa itu semakin dalam untukmu. Aku gak tau kenapa, semuanya berjalan dengan semestinya bagaikan air mengalir. kau tidak ada sangkut pautnya dengan masa laluku, rasa itu telah hambar sebelum ada kamu"


Azwa terkesima mendengarnya, matanya menatap lekat manik mata yang penuh ketulusan itu.


"Kamu bagaikan matahari yang menyinari hari-hariku, bersamamu aku bahagia dan aku ingin merasakan itu selamanya bersamamu"


"Maukah kau menikah denganku?" ia bertanya serius


Azwa terbelalak menatap tingkah Azwar yang seperti ini dihadapan semua orang? berbekal cincin berlian sebagai tanda keseriusannya.


Dia melamarku? batin Azwa


"Will you marry me?" tanyanya sekali lagi, membuyarkan lamunan Azwa yang terpana.


Terima! terima! terima!

__ADS_1


Azwa menatap sekitarnya, mereka bertepuk tangan sembari mengatakan terima.


Azwa pun menganggukkan kepalanya dengan cepat, mengulum senyum lebar yang teramat manis.


"Jawaban apa itu?" tanya Azwar


"Is! aku terima! aku mau menikah denganmu!" teriak Azwa ditengah hiruk piruk keramaian. semua orang berhenti berteriak.


"Apa? katakan lagi?" tanya Azwar sembari berdiri


Azwa memutar bola matanya, sebal.


"Aku mau menikah denganmu, Azwar!!" teriak Azwa dengan kencang


Sontak saja mereka semua yang mengelilingi dua sejoli itu langsung bergembira dan bertepuk tangan.


"Oh Azwa!" Azwar memeluknya erat, mengecup pucuk kepala kekasihnya dengan penuh rasa kasih sayang.


"Aku mencintaimu, War" lirih Azwa


"Aku juga mencintaimu" balas pria itu.


Hingga cincin berlian pun ia sematkan di jari manis kekasih hatinya.


🍃🍃

__ADS_1



__ADS_2