Bagaikan Adam & Hawa (Azwa[R], I'M In Love)

Bagaikan Adam & Hawa (Azwa[R], I'M In Love)
40. Perasaan tak enak


__ADS_3

๐Ÿƒ๐Ÿƒ


Sontak saja Ibu Ratna sedikit kaget mendengarnya. "Kenapa, War?" tanya Ibu


"Udah gak sayang. Azwar gak nyaman sama dia. benar kata Ibu" ujar pria itu


Ibu menghela nafas pendek. "Lakukanlah kalau memang itu yang terbaik buat kalian. jangan memaksa apa yang sudah tidak bisa, Tuhan maha membolak balikkan hati, bukan?"


Azwar mengangguk. "Jadi boleh, Bu?" tanyanya


"Itu ada padamu. menyangkut hati Ibu gak berhak mengatur"


"Terima kasih, Bu" Azwar tersenyum lega


"Terus apa hubungannya dengan Azwa?" Ibu penasaran lagi


Tanpa ragu Azwar pun menjawab, "Aku mencintainya, aku mau melamar dia, Bu"


Ibu pun kaget lagi. "Serius kamu?"


"Iya, seribu rius malah bu"


"Dasar kamu ini! jadi mutusin Siska karna Azwa??"


"Enggak ah bu. emang udah lama juga Azwar gak sayang lagi sama dia. sebelum kenal Azwa" Azwar keceplosan


Ibu menangkap kata-kata agak sedikit aneh darinya.


"Sebelum kenal Azwa? bukankah dia teman sekolah kamu?" tanya Ibu dengan sedikit curiga.

__ADS_1


Azwar terdiam, menggigit bibirnya kuat-kuat. entah kenapa dia sampai keceplosan begitu. Azwar pun merutuki dirinya, bodoh!


"Mampus aku" batinnya


"War," panggil Ibu, membuyarkan lamunan pria itu


"Bu, sebenarnya Azwa itu anak perantauan dari Jakarta sama temannya" ungkapnya.


Ibu kaget, jantungnya berdetak dengan sangat kencang mendengar wanita itu dari Jakarta. dan apa maksudnya wanita tersebut terus mendekati putranya? tiba-tiba sekelebat masa lalu pun muncul di benak hati Ibu tersebut.


*Jakarta


Jakarta


Jakarta*


"Ya Allah, semoga aja bukan karna itu .. pasti gak mungkin kan? pikiranku terlalu jauh" batin Ibu bermonolog


"Oh, jadi karna itu" Ibu mengangguk paham. kepalanya mulai pusing. Azwar bisa menangkap apa yang dirasakan Ibunya tersebut. Shock mendengar kota itu, Kota dimana dirinya dipungut.


"Waktu itu dia gak sengaja nabrak mobilku, Bu. jadi dia ke sini mau minta maaf. dan Azwar terpaksa berbohong hingga ia ikut berbohong juga" jelasnya kembali, alih-alih menenangkan pikiran ibunya.


"Iya, War. Ibu percaya. ah gak terasa nasi Ibu udah habis" Ibu terkekeh kecil


"Aku sesuap lagi. hihi" Azwar kemudian menyuapi sesuap nasi ke mulutnya.


**


Azwar telah berada di dalam kamarnya setelah anak ibu itu melaksanakan sholat dzuhur. Azwar duduk berselonjor diatas kasur sembari menatap lekat gelang bayi yang persis dengan dikenakan Azwa.

__ADS_1


"Kapan aku nanya ke ibu ya?" gumam Azwar, pria itu masih bingung.


"Nyebut Jakarta aja ibu udah shock, ternyata benar. aku hanya anak pungut" ucapnya sendu


Azwar meraih ponselnya tatkala bunyi dering begitu terdengar menggema di ruangan kamar itu. Azwar melihat siapa yang memanggilnya, SISKA.


๐Ÿ“žHalo Sis,


๐Ÿ“žNtar malam jalan yuk beb, kan minggu


๐Ÿ“žTadi malam kan udah


๐Ÿ“žIs, kamu itu udah jarang samaa aku, sekarang malah nolak lagi! bilang aja udah punya cewek lain!


Tit tit tit


Panggilan pun terputus secara sepihak olehnya. Azwar berdesah frustasi, wanita ini benar-benar gila.


"Hhh ... apa aku terima aja? lagian ini harus diselesaikan dengan cepat" gumamnya.


๐Ÿ’ฌSayang, jangan merajuk dong, nanti malam jam tujuh ku jemput ya


Send!


Azwar pun menunggu dan menunggu balasan dari kekasihnya. Siska kalau udah kesal, pasti dirinya tidak megang ponsel lagi. Namun baru saja Azwar mengirim pesan padanya, Siska lekas membalas.


๐Ÿ’ฌOke, harus janji!


๐Ÿ’ฌIya sayang

__ADS_1


๐Ÿƒ๐Ÿƒ


__ADS_2