![Bagaikan Adam & Hawa (Azwa[R], I'M In Love)](https://asset.asean.biz.id/bagaikan-adam---hawa--azwa-r---i-m-in-love-.webp)
🍃🍃
Azwar mengemudi kendaraannya dengan kecepatan yang cukup tinggi. menatap lekat jalanan didepannya dengan emosi yang ikut tersulut. Tiba-tiba Azwar mengerem mobilnya secara mendadak, menutup mata sejenak lalu kembali membukanya.
"Ada apa denganku? apa keputusanku ini benar? disisi lain aku gak nyaman dengan kekanak-kanakan wanita itu, disisi lain pula aku sudah mencintai Azwa. Ya Allah, semoga ini keputusanku yang benar. semoga Siska dapat berubah, dan memiliki pria yang lebih baik dari hamba" Azwar berujar seraya menatap langit yang memancarkan bulannya.
Setelah cukup tenang untuk beberapa saat, Azwar kembali menyalakan mesin mobilnya. Menekan pedal gas lalu melajukannya dengan kecepatan yang sedang.
Tok tok tok
"Iya!" sahut orang didalam.
Ceklek,
"Hai" Azwar melambaikan tangan padanya
"Ngapain kesini!"
"Azwa, kemarilah" Azwar menerobos masuk sembari menarik tangan Azwa dan mendudukinya di kursi plastik milik rumah itu.
Azwar berjongkok, tepat dihadapan Azwa. membuat Azwa terheran-heran.
Azwar menggenggam kedua tangan gadis itu. "Wa, maafkan aku .. aku benar-benar mencintaimu saat kita mulai dekat. dan aku mulai merasakannya sekarang, Wa. sungguh! aku bersumpah"
Azwa tertegun, menatap manik mata itu yang tampak ketulusan didalamnya. Azwa membuang muka,
"Lalu bagaimana dengan Siska?" tanyanya, mulai melembut.
"Kami sudah putus"
"Apa!" Azwa kaget, langsung menatap wajah itu
"Aku sudah memutuskannya" ulangnya lagi
"Pasti karna aku kan!" mata wanita itu mulai berkaca-kaca, ia tak tega pada wanita itu. karna dirinya lah Azwar mendua.
"Enggak, sama sekali enggak, Wa. aku memang kurang nyaman sama dia sebelum ku mengenalmu." ungkapnya
"Dan aku yakin sama keputusanku setelah mengenalmu" lanjutnya
"Wa, maukah kamu bersamaku?" akhirnya perkataan itu terlontar juga
"Wa,"
__ADS_1
"Akan ku pikirkan. lagian kamu baru putus dengannya. aku merasa seperti merebut kekasih orang" Azwa menatap sinis ke arah lain sembari terkekeh.
"Tidak ada yang mengira seperti itu. bukannya cinta datang karna terbiasa? bukankah Tuhan maha membolak-balikkan hati manusia?"
"Ya, memang iya. tapi secepat ini aku belum bisa"
"Jadi kapan bisanya?"
"Beri aku waktu, War"
"Kapan?"
"Seminggu lagi"
"Hah? janganlah. dua hari ya" Azwar menawar
Azwa menggeleng, tetap kekeuh pada pendiriannya.
"Tiga hari! pokoknya tiga hari lagi, ok!!"
"Tapi--
"Tiga hari, Wa! aku akan ambil cuti untuk berangkat ke Jakarta" tegas Azwar
"Jakarta?"
Azwa tertegun,
"Bu Ratna gimana?" Azwa beranjak berdiri, ia tak enak pada wanita itu.
"Aku akan bilang ada keperluan"
"Jadi belum mengatakannya?"
"Aku belum berani, Wa"
"Baiklah"
"Tiga hari lagi, oke? temui aku di Taman Kasuarina"
"Hah? dimana pula itu?" Azwa bingung
"Laila pasti tahu,"
__ADS_1
"Oh iya"
"Aku pulang yaa," pamit Azwar
"Hati-hati, jangan begadang" nasihat Azwa seraya tersenyum
Azwar mengangguk, kemudian ia pun melangkahkan kaki untuk meninggalkan kediaman itu. Namun tiba-tiba langkahnya terhenti tatkala ia melupakan sesuatu.
Azwar kembali membalikkan tubuhnya, menatap Azwa yang tampak heran lalu berjalan cepat menghampirinya.
"Apa ada yang ketinggalan?" tanya Azwa, sembari menatap meja.
Tiba-tiba Azwar memegang pipi gadis itu, tanpa permisi ia langsung ******* bibir mungil nan menggemaskan. terasa manis dan membuatnya candu.
Mata Azwa terbelalak kaget, jantungnya berdebar kencang tatkala bibirnya mendapat serangan mendadak dari pria di depannya ini.
"Eeeemh ..."
"Eeemmmh ..."
"War," Azwa berdesah
"Aku mencintaimu, Wa" bisiknya, lalu kembali ******* bibir itu dengan nikmatnya. tanpa diduga, Azwa juga membalas ciuman itu. ciuman untuk kedua kalinya bersama pria yang sama. Pria yang ia cintai sekaligus yang merengut ciuman pertamanya.
Azwar tersenyum senang, wanita ini juga menikmati percintaan mereka yang begitu terasa menyesakkan.
Dua menit, tiga menit, hingga lima menit kemudian, Azwar melepaskan pagutan bibir mereka.
Keduanya saling tersenyum, ada rasa bahagia tersendiri yang mereka alami.
"Aku mencintaimu, selamat malam" Azwar pun pergi, meninggalkan kecupan di kening Azwa dan sejuta kenangan yang mereka rasakan malam ini.
Setelah Azwar menghilang dari pandangannya, Azwa pun kemudian menutup pintu rumahnya dengan perasaan yang masih berdebar. ciuman panas yang tak pernah ia lupakan.
"Ciee ... yang lagi bahagia" goda Keysha yang baru keluar dari kamarnya. sedari tadi wanita itu hanya menguping.
"Apa sih, Key?" Azwa tampak malu, pipinya merona merah
"Ehem-ehem! udah ah, tiga hari lagi lo harus nerima dia!" paksa Keysha sembari tersenyum
"Is lo nguping!!" Azwa jengkel, pipinya kembali bersemu merah
"Hahaha ... dasar lo munafik ih"
__ADS_1
Tok tok tok
🍃🍃