Bagaikan Adam & Hawa (Azwa[R], I'M In Love)

Bagaikan Adam & Hawa (Azwa[R], I'M In Love)
20. Mencari alamat


__ADS_3

🍃🍃


Pagi menjelang, dengan cahaya sinar mentari yang begitu menyengat dari luar. mencoba menyelusup masuk dibalik celah gorden yang sedikit tersingkap oleh bawaan angin dari benda listrik yang senantiasa menemani dua anak manusia yang masih bergelung didalam benda penghangat yakni selimut. terlelap begitu pulas di ranjang masing-masing tanpa menghiraukan sang mentari yang mencoba mengganggu tidur mereka. krasak-krusuk kemari saat dirasa sinar menyengat itu berhasil mengganggu salah satu dari gadis itu. mencoba mencari perlindungan yang entah harus posisi bagaimana ia terlelap. hingga dititik inilah ia merasa jengah, mentari mulai meracau tak menerima bila dirinya masih terlelap. Azwa frustasi.


"Huaaaaa!! jangan ganggu ngapa! masih ngantuk- hoaaaaaam!! hhh.." keluh Azwa, kesal. mata yang masih terpejam mencoba untuk tidur kembali. membuka sedikit matanya menatap gorden yang tersingkap dihirup angin kipas. wanita itu pun meraih kain gorden itu, menyelipkan ke balik teralis agar tidak tersingkap oleh angin ataupun memberi celah untuk si pengganggu diluar sana.


"Siip. lanjut tidur" gumamnya, langsung merebahkan tubuh dan melanjutkan tidur malam yang dirasa kurang.


Bagaimana tidak, ia bahkan pulang di hampir pukul empat pagi dan itu sungguh menyita waktu tidurnya yang berharga hanya karena pria asing yang ia ketahui telah dijodohkan dengannya sedari masih didalam kandungan. sungguh tak dipercaya bila pengalaman hidupnya sesulit ini.


Kruyuk!! kruyuk!!


"Emmmh"


Kruyuk!! kruyuk!!


"Oh Tuhan, perutku!" Keysha merintih merasa perih dibagian perutnya yang terus saja mengeluarkan bunyi longlongan para cacing yang berdemo. Ia mendudukkan tubuhnya seraya meremat perut, wajah ringis itu menatap jam di dinding hingga membuat kedua matanya membelalak kaget menatap jarum jam yang sudah menunjukkan pukul 11.30 siang.


"What!! sudah siang???" dirinya kaget, segera membuka gorden untuk memastikan apakah hari sudah sesiang itu.


"Ah, saking ngantuknya gak kerasa sudah sesiang ini. ish tu bocah masih ngorok aja!" menatap Azwa yang tertidur pulas. padahal nyatanya dirinya-lah yang paling pulas tidur.


"Masak apa yaa? di kulkas entah apa aja" gumamnya, segera beranjak dari ranjang menuju dapur.


**


"Wa, bangun! makan yuk! gue udah masak nih" Keysha membangunkan sahabatnya


"Hmmmm,"


"Udah siang lho .. udah dzuhur malah. lo gak lapar apa?" masih berusaha membangunkannya.


Sontak saja mendengar hari yang telah Dzuhur, Azwa terbangun, membuka matanya dengan sempurna seraya menatap Keysha


"Sudah dzuhur??" tanyanya tak percaya, mencari letak jam untuk memastikan. Keysha mengangguk


"Oh ya ampun" ia terkesima


"Ayo buruan makan! gue lapar nih" keluh Keysha, menarik kedua tangan sahabatnya yang lamban ini.

__ADS_1


Mereka berdua pun berjalan ke dapur. "Lo masak apa?" tanya Azwa, berjalan malas mengekori sahabatnya ini.


"Semur ayam. lagi pengen itu gue"


"Hmmm, enak tuh. sayurnya?"


"Bayam doang. pergi sana cuci muka, liurmu berserak di pipi" gerutu Keysha


"Ngacok! mana ada! gue gak nyences!" sergah Azwa, menatap sinis pada sahabatnya yang tengah mengambil nasi


"Hahahaha" tertawa mengejek.


Setelah selesai makan siang, kedua gadis itu mengobrol merencanakan misi kedua yang akan ditempuh. tampak Azwa menatap lekat potret di ponselnya yang menampikkan identitas siswa alumni.


"Key, cari alamat ini dimana" pinta Azwa. Keysha membuka aplikasi google maps di ponselnya


"Ini dia! dapat"


"Ayo kesana" ajak Azwa


"Sekarang?"


"Emang setiba disana lo udah nyiapin kata-kata maksud kedatangan lo?"


Azwa terdiam sebentar, memikirkan belum ada alasan maksud kedatangannya berkunjung ke alamat itu.


"Kita harus ngomong apa yaa?" tanya Azwa berfikir


"Gak mungkinkan ngaku saudaranya" sambungnya


"Ahaaa!! gue ada ide!" sahut Keysha dengan senyum gembiranya seperti mendapatkan harta karun saja


"Apaan?"


"Pura-pura nanya alamat. hihi"


"Lumayan oke ide lo, ga terlalu buruk. ayolah"


"Is bilang kek ide gue cemerlang, ini mah lumayan doang" gerutu Keysha cemberut

__ADS_1


"Ih ngambek pula. gue udah cantik belum sih?" tanya Azwa, merapikan tatanan rambutnya dengan jari jemari tangan lentik gadis itu


"Udah!"


"Bedak dulu gue, masa pucet gini" ucapnya terkekeh, segera ke kamar untuk memoleskan sedikit bedak ke wajahnya dengan spons lalu memberi sedikit warna di bibir pink gadis itu agar terlihat sangat segar dan memukau.


"Tau deh yang pengen ketemu sama babang sayang yang sempat hilang" ledek Keysha terkekeh seraya mengenakan sepatu snikersnya.


"Is apaan sih! lagian dia udah punya cewek kaleeee" sanggah Azwa


"Ceweknya julid amat. gak cocok untuk cowo selembut dia" gerutu Keysha, mengingat kejadian di Mall


"Iya ya, is pengen gue bejek tu cewek!" geram Azwa


"Makanya, sebelum janur kuning melengkung, lo embat gih tu laki"


"Hah! ada-ada saja lo"


Kedua gadis itu pun bergegas pergi meninggalkan kediamannya. membawa motor, menjelajahi jalanan ini yang tidak terlalu ramai.


Beberapa menit kemudian, kedua gadis itu telah tiba di alamat tersebut. celingak celinguk kesana kemari mencari rumah bernomor 12 yang belum jua didapati. hingga tak berapa lama kemudian, Keysha yang tengah memperhatikan dengan lekat menangkap angka yang dicari.


"Wa-wa! stop!"


"Apaan?"


"Ini deh rumahnya"


"Lo yakin?? rumahnya sepi banget dan berdebu lantai terasnya"


"Iya pula yaa" timpal Keysha


"Permisi!!"


Azwa dan Keysha menoleh menatap asal suara yang menyapa mereka


🍃🍃


Like, koment dan poinnya yaa 😊🙏

__ADS_1


__ADS_2