![Bagaikan Adam & Hawa (Azwa[R], I'M In Love)](https://asset.asean.biz.id/bagaikan-adam---hawa--azwa-r---i-m-in-love-.webp)
🍃🍃
Di kamar, Azwa tampak termenung diatas kasurnya, memikirkan kejadian barusan. benar kata wanita itu, sebagian ini juga salahnya yang sudah masuk ke kehidupan Azwar hingga pria itu berpaling darinya.
Keysha dapat melihat kegundahan hati itu, sungguh kasihan dan ini membuat Azwa merasa bersalah.
"Wa,"
"Hmm, ya?"
"Gak perlu dipikirin. lo gak salah kok, justru dia yang salah gak bisa jaga hati kekasihnya."
"Gue perebut laki orang gak sih, Key?" tanya Azwa
"Enggak. kecuali tu laki udah beristri. wajar lo salah"
"Tapi gue merasa gak enak sama Siska" keluhnya
"Wa, asal lo tau, hati itu cari tempat yang nyaman untuk berlabuh. percuma rupa sempurna kalau gak bisa buat kita nyaman. dan lo orang yang buat Azwar nyaman sama lo, gak ada yang salah sama kita .. justru hati itu urusan masing-masing. dan Siska gak pandai menjaga hati Azwar. dia yang salah, bukan lo. lagi pula sebelum kenal kita, tu cowok gak nyaman sama Siska kan? ketemu lo akhirnya dia bisa nyalurkan kebahagiaannya"
"Lo benar, Key. kenapa cinta rumit begini sih? nyesal gue jatuh cinta"
"Setiap orang punya cinta, cinta pula yang buat kita bahagia. sudah hakikatnya dari yang maha kuasa"
Azwa mengangguk paham
"Jadi lo gimana sama Kevin? tiap hari ama dia mulu diantar jemput" ledek Azwa, mencoba untuk membuka pembahasan baru
"Biasa aja sih, gak ada apa-apa"
"Yakin??"
"Iya lho"
"Yowes, gue bobo lagi ah, udah malam" Azwa membaringkan tubuhnya
__ADS_1
"Hati lo gak goyahkan buat nerima Azwar?"
"Gue pikirin dulu"
"Kalian sama-sama cinta, Wa. gak baik kalau lo nolak dan itu bakal menyakiti hati kalian berdua. belum lagi banyak wanita yang ngejar Azwar, secara dia tampan gitu" nasehat Keysha yang memang benar adanya.
"Is apa sih! jangan ngomong gitu! gak akan gue bolehin dia diambil orang" gerutu Azwa, dia terpancing.
"Maka dari itu, lo harus nerima. jangan sampai nyesal. perihal Siska, mereka gak berjodoh"
"Iya deh"
**
Disisi lain, Siska baru saja tiba di Kafe semula. Ia mengembalikan kunci motor seorang pria yang tak dia kenal, dengan memberi jaminan berupa ponsel dan ktpnya. hingga pria itu membolehkan Siska untuk memakai motornya.
"Hai," sapa wanita itu, menghampiri segerombolan pria yang tengah makan
"Hai, sudah selesai?" tanyanya
"Udah. ini kuncinya, mana hp dan ktpku?" pinta Siska
Siska menyernyitkan dahinya. "Apa?"
"Temani kita makan"
"Oh kalau itu mah gak masalah" Siska menduduki tubuhnya di samping pria tersebut.
Hingga pada akhirnya mereka makan bersama, berkenalan, ngobrol, bahkan menggoda Siska dengan kata-kata gombal yang begitu manis. membuat perasaan wanita itu berbunga-bunga.
Tak terasa hari semakin larut, Siska meminta tolong kepada pria itu untuk mengantarkannya pulang.
"Kamu mau aku antar?" tanyanya
Siska mengangguk
__ADS_1
"Temani aku agak satu jam aja" bisiknya
"Hah?"
"Ayolah" Pria itu menarik tangan Siska, mengajaknya ke parkiran untuk mengambil motor.
Kini kedua orang yang baru saja kenal itu, telah berada di sebuah gedung. Siska mengangguk paham kenapa pria ini mengajaknya kesana.
"Its oke, gak masalah" gumamnya.
Pria itu kembali datang setelah melakukan check in.
"Ayo" ajaknya
Tibalah kedua insan itu di depan kamar yang dipesan oleh pria tersebut, mereka memasukinya dan langsung menghajar Siska dengan berbagai kecupan.
"Emmmh ..."
Pria yang bernama Riski itu ******* bib*r Siska dengan buas, tangan yang bergerilia menelusuri setiap tengkuk tubuh Siska dengan brutal. hingga keduanya kini sudah saling telanjang, polos tanpa benang sedikit pun.
"Pakai pengaman" titah Siska yang sudah meringkuk diatas kasur, menatap tongkat pria itu yang sangat besar.
"Tenang sayang, aku melakukannya dengan hati-hati"
"Tapi-- aaah!!" Siska langsung dihujami kecupan demi kecupan di seluruh tubuhnya. membuatnya mengerang hebat dibawah kungkungan pria itu.
Tanpa sadar, tongkat sudah memasuki goa tanpa kendala apapun. sepertinya barang wanita ini sudah tak rapat lagi. Ia mendengus kasar, tapi kalau dipikir, mana ada wanita yang masih suci lagi.
Hentakkan demi hentakkan pun terjadi dengan kuat. diiringi irama merdu yang menggema di ruangan itu. lenguhan, des*han, er*ngan, semua menjadi satu. bagaikan musik yang membuat si pendengar merasa syahdu. Hingga beberapa menit kemudian, pria itu sudah mencapai klimaks, mengeluarkan tongkatnya dan membiarkan cairan putih mencuat diatas perut wanita itu.
Siska merasa lega, pria ini dapat dipercaya dan tak menembak didalam. keduanya saling lemas, berisitirahat sejenak diatas kasur sembari menatap langit-langit kamar.
"Kenapa kamu putus dengannya?" pria itu bertanya
"Dia selingkuh! wanita jal*ng!" geram Siska
__ADS_1
"Sungguh malang. sekarang lupakan kesedihanmu, kita bersenang-senang lagi"
🍃🍃