Bagaikan Adam & Hawa (Azwa[R], I'M In Love)

Bagaikan Adam & Hawa (Azwa[R], I'M In Love)
55. Semendadak ini?


__ADS_3

🍃🍃


Satu keluarga telah tiba di Kota D, setelah menempuh perjalanan panjang dari menaiki pesawat hingga bus yang mengantarkan mereka pada tujuan.


Kini semuanya sudah berkumpul di ruang tamu, ada Mama Ajeng, Mama Sekar, Ayah, Bu Ratna dan dua sejoli yang tengah dilanda cinta itu.


Walaupun niat awalnya ingin merundingkan kelanjutan hubungan anak mereka, namun Ayah lebih mendahului Mama Sekar untuk menyapa ibu angkat putranya.


"Bu Ratna, saya berterima kasih pada Ibu yang udah merawat Azwar dengan baik, memberikannya cinta dan kasih sayang orang tua. hal itu tidak bisa saya berikan padanya karna kecelakaan tempo lalu. hiks hiks" Mama Sekar menunduk, air matanya berlinang deras.


"Nyonya, sudahlah .. justru saya bersyukur adanya Aswar hidup kami terasa sempurna semenjak kami dinyatakan tidak bisa punya keturunan. seharusnya pula saya yang mohon maaf pada Nyonya karena tidak mencari keberadaan orang tuanya dulu dan dengan serakahnya malah membawa Aswar pergi"


"Saya tidak masalah akan hal itu, justru kami beruntung Azwar bisa selamat dan berada ditangan yang tepat. apalagi Ibu udah membuatnya menjadi pria yang sukses"


"Nyonya jangan nangis lagi, yang penting putra Nyonya sudah bersama ibu kandungnya. saya hanyalah perantara Tuhan saja untuk merawatnya"


"Sekali lagi terima kasih. Ibu tenang saja, saya gak akan misahin Aswar dengan Ibu. kita bisa tinggal bersama, melihat dua sejoli itu bahagia dan memberikan kita cucu" ucap Mama Sekar, memandang dua sejoli yang tersenyum malu-malu.


"Hah! saya jadi gak sabar punya cucu" seru Bu Ratna.


"Maka dari itu, keluarga Aswa datang kemari untuk membahas pernikahan anak kita. tuh mereka udah gak tahan kayaknya. heheh"


"Ih tante, apaan sih? gak gitu" tukas Azwa, menyela.

__ADS_1


"Gak usah malu" ledek Bu Ratna, terkekeh.


"Bu Ratna, jadi kapan nih bagusnya yaa pernikahan mereka?" tanya Ayah


"Saya sih terserah Azwar aja .. Kapan Azwar bisa cuti lagi saat itu saja kita sakralkan" tanggapan Bu Ratna.


Ayah mengangguk paham, benar juga apa kata Bu Ratna. ia menoleh pada Azwar,


"Gimana, War?" tanya Ayah


"Biasanya perusahaan kasih cuti selama dua minggu. tapi aku ngambil empat hari aja. berarti ada 10 hari lagi"


"Gimana kalau 3 hari lagi?" tanya Azwar, emang seenak jidat nih milih hari.


"Tiga hari lagi?? secepat itu??" tanya Mama Ajeng, kaget


"Iya, setelahnya kita mau honeymoon seminggu" ujarnya, blak-blakkan.


Is Azwar ini, gercep amat. gak sabar kali mau itu. batin Azwa, menepuk pelan jidatnya.


"Iya kan sayang?" Azwar menggenggam tangan itu.


"Eh, hehe, mana yang baik aja" ucap Azwa, cengengesan

__ADS_1


Para orang tua itu hanya diam, menatap lekat wajah dua sejoli itu dengan tatapan penuh menyelidik, seolah tengah mencari sesuatu yang mungkin saja ada disembunyikan. Azwa merinding melihat tatapan itu.


"Kenapa mereka seperti itu natap kita?" bisik Azwa.


"Kalian, kalian gak berbuat macam-macam kan?" sembur Ayah


"Kamu gak bunting kan, Wa?" timpal Mama Ajeng.


"Eh, enggak-enggak! mana ada gitu" sergah Azwa dan Azwar secara serempak


"Bahkan gituan belum pernah, Tan" ucap Azwar


"Syukurlah"


"Yasudah, War. kamu hubungi kantor untuk ngambil cuti dua minggu. dan besok om akan pulang untuk urus surat-surat"


"Baik, Om."


Hingga pada akhirnya, mereka pun membicarakan perihal tempat pernikahan, undangan, catering dalam waktu dekat ini. sungguh membuat orang tua itu pusing, semendadak ini kah keinginan mereka?? dan terpaksa saat itu juga Azwar harus memesan resepsi di Hotel sekaligus cateringnya. sedangkan akad akan dilaksanakan di Masjid komplek.


Azwa dan Azwar sepakat untuk nanti malam mencari undangan siap pakai yang akan mereka sebarkan pada seluruh teman-teman Azwar. dan besok adalah hari sibuk untuk keduanya yang akan mengurus surat-surat, mencari WO, dan fitting baju sekalipun.


Sungguh ini super-super sibuk.

__ADS_1


🍃🍃


__ADS_2