![Bagaikan Adam & Hawa (Azwa[R], I'M In Love)](https://asset.asean.biz.id/bagaikan-adam---hawa--azwa-r---i-m-in-love-.webp)
🍃🍃
"Jeng! Jeng! di-dia Azwar kan!" Tante Sekar menarik-narik lengan sahabatnya, ia tampak shock.
Hati Azwar tersentuh, ia meringsuk menghampiri Tante Sekar lalu menggenggam tangan dan memeluk tubuhnya. entah kenapa, walaupun baru ini mereka bertemu namun Azwar dapat merasakan apa yang Ibu itu rasakan. dan ia sangat yakin beliau adalah Ibu kandungnya.
"Mama" lirihnya, mendongak. tak terasa buliran air mata ikut menetes. begitu juga dengan Azwa dan Mama Ajeng, mereka terharu.
"Ma-ma? hah! Ajeng, dia memanggilku Mama" Tante Sekar mendongak ke belakang melihat sahabatnya dengan raut wajah bahagia dan tak menyangka. Sungguh ini seperti mimpi.
Mama Ajeng hanya tersenyum sambil mengangguk, seolah memang benar bila Azwar anak kandungnya dan ia pantas dipanggil Mama untuk pertama kalinya.
__ADS_1
"Azwar" ia memeluk putranya itu dengan erat, keduanya saling menangis, menumpahkan rasa rindu yang mencuat.
Setelah cukup lama, keduanya saling melepaskan pelukan.
"Mama gak menyangka kalau kamu masih ada, maafkan Mama sama Papa yang tidak bisa menjagamu sampai kecelakaan itu memisahkan kita, hiks hiks hiks .. kamu pasti mengira mama membuangmu" Tante Sekar kembali menangis tersedu-sedu, merasa sangat tak berguna.
"Ma, sudah .. Awalnya iya, tapi Azwa menjelaskan kalau kita sedang kecelakaan hingga membuat papa meninggal dan mama seperti ini" Azwar kembali memeluk Mamanya, ia merasa sedih akan kejadian itu.
Saat Bu Ratna menceritakan kronologisnya didepan mereka berdua, awalnya Azwar berpendapat bila orang tua kandungnya membuangnya ke jalanan raya hingga Bu Ratna dan suami memumgut Azwar di jalanan itu. Hingga Azwa langsung membantah pemikiran yang salah itu, ia menceritakan orang tua Azwar mengalami kecelakaan saat mereka pulang dari Rumah Sakit setelah dua hari persalinan.
*Flashback On *
__ADS_1
24 tahun yang lalu, Sekar baru saja selesai melahirkan dengan ditemani suaminya dan sahabatnya yang ikut menunggu kelahiran anak pertama mereka. Sekar bahagia sekali, ia mendapatkan putra yang mereka beri nama Azwar Putra Gilang. Azwar dan janin yang dikandung Ajeng, mereka jodohkan saat kedua saling mengetahui jenis kelamin janin mereka dan memutuskan untuk menjodohkan mereka. bahkan keduanya sepakat memberikan nama yang sama, Azwar dan Azwa hingga terciptalah sepasang gelang bayi yang diukir sama.
Tibalah di ruang perawatan, Sekar langsung memasangkan gelang itu dipergelangan tangan putranya. Mereka semua tersenyum senang melihat bayi tampan itu, hingga suatu hal yang tak diduga terjadi. Ajeng mengalami kontraksi hebat, air ketuban seketika pecah dan langsung terjatuh dipelukan suaminya.
Ruangan itu langsung heboh, Dirga segera mengangkat istrinya dan berteriak memanggil Dokter dan Suster.
"Mas, ayo cari Dokter!" titah Sekar pada suaminya, ia menurut dan memanggil Dokter hingga beliau pun datang dan langsung memeriksa keadaan Ajeng. Hingga beberapa jam setelahnya lahirlah bayi cantik nan manis, diberi nama Azwa Syaqilla.
Hingga Ajeng ditaruh dalam satu ruangan bersama Sekar, atas permintaan wanita itu.
Ajeng, Sekar, Gilang dan Dirga adalah sahabat dekat, mereka satu SMA hingga sahabat berubah menjadi cinta. namun sayang sekali, hubungan Sekar dan Gilang ditentang oleh keluarga Gilang karna Sekar adalah wanita dari kalangan miskin. perbedaan kasta tak menyulutkan cinta mereka, Gilang pergi dari keluarganya dan mulai hidup mandiri, membuka usaha dari uang tabungannya tanpa dibantu keluarga besar yang tak lagi menganggapnya.
__ADS_1
Sungguh miris, namun cinta mereka tetap abadi.
🍃🍃