Bagaikan Adam & Hawa (Azwa[R], I'M In Love)

Bagaikan Adam & Hawa (Azwa[R], I'M In Love)
54. Sedikit curiga


__ADS_3

🍃🍃


Malam pun tiba, Azwa dan Azwar bersiap-siap untuk menelusuri Kota Jakarta dengan motor buntut milik Azwa. Azwa mengulum senyum menatap penampilannya yang sangat cantik sekali. mengenakan celana jeans dan baju blouse yang membuatnya terlihat sangat cantik. Ia pun bergegas keluar setelah semuanya selesai. menghampiri kamar Azwar yang berada tepat disebelah kamarnya.


Tok tok


"Masuk" sahut Azwar.


Gadis itu pun memasuki kamar Azwar, menatap pria ini yang tengah menyemprotkan parfume ke tubuhnya.


"Hmmm, wangi sekali. mau kemana pak?" tanya Azwa, bersandar di tembok sembari menyedekapkan kedua tangannya didada.


"Jalan sama calon istri dong" jawabnya tersenyum, memasang jam tangan dipergelangan tangannya.


Azwa menutup kamar, mendekati Azwar lalu merangkul leher pria jakung itu. memerhatikan wajahnya dengan lekat.


"Kamu mau apa hm?" tanya Azwar, ada gelagat aneh pada tatapan wanita ini


"Gak ada. cuma pengen gini. emang gak boleh?"


"Gak! nanti dikirain macam-macam lagi. kenapa pintu kamu tutup segala hm?"


"Biar gak ada yang ganggu kita, Sayang" ucap Azwa, mencium aroma tubuh itu yang begitu mewangi


"Wa, jangan macam-macam, ini rumah orang tuamu, gak enak." bisik Azwar


"Bodo!" Azwa yang begitu agresif langsung melompat ke tubuh pria ini. dengan sigap Azwar merengkuh tubuhnya yang bergelayut manja di tubuh kekar pria ini.


"Wa,"


Cup!


Azwa langsung mengecup bibir itu dengan lembut, sontak saja Azwar terdiam dan terpelongo. namun desakan lidah yang ingin memasuki rongga mulutnya, memaksa Azwar untuk membuka mulutnya dan memberi celah lidah itu untuk menyatukan mereka. Hingga tak dipungkiri, Azwar terbawa suasana. ia membalas ciuman itu hingga menjadi liar.


Emh .. emh..


Ciuman gila yang berkobar-kobar menyelimuti ruangan itu, menuntun Azwar membaringkan tubuh Azwa ke ranjangnya dan mulai menyusuri tengkuk tubuh yang menggoda.


Azwar menyukai ini, meremas dua gundukan yang begitu padat dan berisi, sedang bibir mereka masih saling bertautan dan bermain dengan lincahnya.


Rasa ini sungguh menggelora, seolah mereka lupa akan status dan tempat yang mereka jamah ini.

__ADS_1


"Aku mencintaimu, Wa"


"Ah Azwar, aku juga"


Ciuman pun sudah tak terkendali lagi, berpindah kesembarang arah mencicipi seluruh wajah Azwa dan beralih pada tengkuk leher. menjilatnya disana.


Hingga suatu yang tak diinginkan terjadi, sesuatu mengganggu keduanya hingga membuat dua sejoli yang dimabuk asmara ini seketika beranjak bangun.


"Mama!" lirik Azwa kaget.


"Ya ampun"


Azwa langsung merapikan pakaian dan tatanan rambutnya, sedangkan Azwar merapikan kasurnya yang sedikit berantakan.


"Kamu pura-pura pakai parfum lagi, oke?" bisik Azwa.


Ia menghampiri pintu, membukanya. tidak ingin menunjukkan rasa gugup.


"Mama,"


"Kalian ngapain?" Mama menatap penuh selidik.


"Nunggu Azwar, Ma. dia dandan aja lama banget" Azwa memutar bola matanya. Mama menatap Azwar yang tengah memakai parfum, lalu beralih pada ranjang yang tampak sangat rapi.


"Gak mungkin kami macam-macam, Ma. belum sah" sanggah Azwa


"Ah iya, tapi sebaiknya kamu kalau masuk ke kamar cowok jangan tutup pintu" peringat Mama


"Iya, Ma"


"Sayang, ayo" ajak Azwa


Azwar menghampiri,


"Kami jalan, Tante"


"Iya hati-hati ya jangan kemalaman"


**


Azwa dan Azwar mengambil motor di garasi, Azwa membuka bagasinya sedangkan Azwar mulai melajukan motornya hingga keluar. dan Azwa kembali menutupnya.

__ADS_1


"Wa, sepertinya kita harus cepat nikah. aku gak mau seperti tadi terulang lagi" ucap Azwar saat gadis itu udah menaiki motor


"Semua ini gara kamu yang mencuri ciuman pertama ku. jadi jangan salahkan aku kalau aku jadi candu"


"Hmmm, maaf. aku tak tahan"


"Kamu pasti sering melakukannya pada Siska kan?"


"Hah! mana ada! paling cium pipi aja. asal kamu tau, ciuman pertama ku juga untukmu"


"Preeet"


"Aku serius. saat itu entah kenapa aku gemas sama kamu jadi tanpa sadar aku nyosor"


"Iyalah tu. ayo cepatan jalan"


"Siap nyonya!"


Motor yang dikendarai Azwar pun melaju dengan kecepatan sedang, membelah jalanan hingga bertemu dengan jalan raya Ibukota.


"Huuuuu ...... anginnya segar banget" Azwa berteriak diatas motornya, berdiri sembari merangkul leher kekasihnya.


"Sayang, duduk yang benar!" teriak Azwar


"Gak mau! huuuuu!!"


Azwar punya cara jitu, ia melambatkan lajuan motornya. membuat wanita ini mulai kesal dan menduduki tubuhnya di kursi.


"Huh! gak asyik!"


"Nanti kamu jatuh baru tahu"


"Gak kok! cepatin lagi dong"


"Peluk dulu"


Azwa memeluknya dengan erat.


"Udah, cepatin lagi"


"Ah males"

__ADS_1


"Dasar!"


🍃🍃


__ADS_2