![Bagaikan Adam & Hawa (Azwa[R], I'M In Love)](https://asset.asean.biz.id/bagaikan-adam---hawa--azwa-r---i-m-in-love-.webp)
🍃🍃
Suasana di hari libur begitu terasa pada pagi itu. senyap, hening, tanpa ada gemuruh suara kendaraan yang berlalu lalang dijalanan. Tanpa ada yang mengganggu, membangunkan, bahkan kebisingan yang terjadi disetiap minggunya. Hari ini hari minggu, gadis cantik itu bisa lebih leluasa menghabiskan waktu di kamar. terlelap panjang dengan nyenyaknya walaupun matahari menelusup masuk dari balik celah gorden kamarnya.
"Ma, Azwa gak dibangunin? sarapan pagi lho" ucap Ayah Dirga kepada istrinya yang tengah sarapan pagi setelah menyuapi Sekar diluar.
"Biarin saja, Yah. toh ini hari libur. nanti lapar juga bangun sendiri. kayak gak tau anak sendiri aja, Ck" ujar Mama Ajeng, terkekeh.
"Anakmu itu" Ayah menggelengkan kepala.
"Ohya, Yah. Hari ini Satria dan Mella mau datang ke rumah, tadi malam baru menghubungi Mama" adu Mama Ajeng, bahwa anak sulung mereka akan berkunjung.
"Ah syukurlah, Ayah tidak sabar mau bermain sama cucu" ucapnya terkekeh, lalu menyuapi nasi kedalam mulutnya.
"Iya, palingan nanti menjelang siang mereka sampai" ucap Mama Ajeng
Satria adalah anak sulung mereka, memiliki istri bernama Mella dan satu orang putri bernama Clarissa berusia 2 tahun. Anak sulung dan menantunya itu tinggal di Bandung, tuntutan pekerjaan yang mengharuskan mereka tinggal di Kota itu.
**
Hari pun semakin siang, jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi. Azwa baru saja membuka kedua matanya yang masih sayu. meregangkan otot tubuhnya, meregangkan otot leher yang terasa kaku.
Gadis itu pun beranjak menduduki tubuhnya, badan yang masih malas untuk bangkit bahkan berjalan. namun tiba-tiba kepalanya terasa pusing yang sangat hebat, Azwa merintih, memegang kepalanya dengan kedua tangan dan bahkan wajahnya berkerut melawan rasa sakit itu.
"Uuh!"
"Sakit, ku mohon stop!" lirihnya, menahan sakit yang terkelebat didalam otaknya. hingga beberapa saat rasa sakit itu terhenti. Azwa membaringkan tubuhnya sambil memejamkan mata.
__ADS_1
"Kenapa muncul lagi? sakit sekali kepalaku" keluhnya, menghembus nafas dengan kasar. sekelebat beberapa bayangan merasuki pikirannya. tugu itu, gelang dan punggung pria muda yang berbadan kekar.
"Apa itu orangnya? aku hanya bisa melihat punggungnya saja. badannya besar, tinggi, pasti rupanya tampan" gumam Azwa membayangi wujud pemuda itu. seketika senyum lebar pun terukir di sudut bibirnya.
"Aih, kenapa gue mikirkan cowok itu! tapi dia Azwar, anak tante Sekar. apakah dia jomblo? hmmmm, masa bodo! gue makan dulu!"
Azwa beranjak turun dari ranjang, memegang kepalanyaa yang masih sedikit pusing. sungguh pria itu benar-benar menghantuinya semalaman. membuatnya terus berpikiran dan sering meracau yang tak jelas.
Azwa baru saja keluar kamar, saat hendak menutup pintu tiba-tiba sesosok kerdil dengan suara cemprengnya berlari kencang menghampiri Azwa.
"Tanteeee!!!!" teriak gadis mungil dengan suaranya yang imut dan menggemaskan. Azwa kaget, dirinya terhenyak dan seketika menangkap anak manis itu kedalam pelukannya.
"Risa" ucap lirih Azwa mengecup kedua pipi tembem keponakannya.
"Tante, ih geli! Tante bucuk cekali" gerutunya menjauhi mulut sang Tante. membuat Azwa mencebik kesal lalu dengan gemasnya mencubit pelan hidung pesek itu.
"Atit!" rintih bocah itu.
"Apaan sih lo!" gerutu Azwa menatapnya sengit. lalu pandangannya beralih pada kakak iparnya, Azwa menghampiri sambil menggendong keponakan nakalnya ini.
"Kakak, apa kabar?" tanya Azwa, menyalimi punggung tangan kakak iparnya.
"Alhamdulillah, baik, Wa" jawabnya sembari memangku anak gadisnya yang mendekap.
"Kapan nambah anak lagi kak?" tanyanya seenak jidat. membuat Satria dan Ayah yang sedang menyesap kopi hampir saja tersedak karna pertanyaan konyolnya itu.
Uhuk!!
__ADS_1
"Pertanyaan kamu ini apaan sih, konyol sekali" gerutu Satria, menatap adiknya yang tengah menjulurkan lidah itu seolah sedang mengejek.
"Pertanyaan biasa lah. lo aja yang lebay"
"Adek tak ada akhlak memang"
"Sudah-sudah! malu tau sama Tante Sekar" gerutu Mama Ajeng meleraikan kehebohan kedua anaknya itu. membuat Tante Sekar cekikikan mendengar pertengkaran mereka.
Sudah hal biasa yang terjadi diantara kakak adik itu, sering bercekcok mulut namun tetap akur dan akrab. terkadang hal itulah yang menjadi tontonan hiburan mereka, menghidupkan suasana rumah yang sepi menjadi ramai karna kedatangan anak dan menantu.
"Azwa, mandi sana! lihatlah rambutmu itu berantakan" ucap Mama Ajeng, heran melihat anak gadis tapi tak ada rapi-rapinya. pantasan saja masih jomblo. hahaha
"Makan dulu, Ma. Wa lapar" Azwa beranjak berdiri sambil menepuk perutnya. alih-alih mengatakan cacingnya tengah berdemo didalam sana.
Azwa pun pergi meninggalkan keluarganya, berjalan menuju ruang makan yang bersebelahan dengan dapur. Matanya berbinar melihat aneka ragam masakan dengan porsi banyak. tidak seperti hari-hari biasanya. Ia pun segera mengambil nasi juga lauk pauk dengan sesuka hatinya.
"Ambil sekadarnya, Azwa! kakakmu baru saja datang. itu sekalian untuk makan siang" peringat Mama Ajeng, dia tau betul kelakuan anaknya kalau sudah melihat beragam lauk yang menggugah selera.
"Yaaaach, Ma"
🍃🍃
LIKE
Koment
Vote
__ADS_1
Hadiah
😉😉