Bagaikan Adam & Hawa (Azwa[R], I'M In Love)

Bagaikan Adam & Hawa (Azwa[R], I'M In Love)
47. Ke Jakarta


__ADS_3

🍃🍃


"Ibu titip Azwar ya, titip salam juga buat orang tua kandungmu disana ya, War" Ibu, mengantarkan Azwa dan Azwar ke Bandara bersama Keysha juga Kevin.


Seketika hati ini mencelos, Azwar memeluk Ibunya dengan erat dan meneteskan air matanya dipundak orang yang paling ia cintai.


"Ibu, apa ibu gak mau ikut hah?" lirihnya, isak tangis akhirnya lolos juga


"Lain waktu ibu ikut kok. sementara Ibu tinggal di rumah lama kita. disana ada tetangga yang nemani Ibu" ujarnya, dalam hati ibu merasa sangat sedih, namun harus kuat dihadapan anak angkatnya ini.


"Oh, Ibu" Azwar kembali memeluknya, diikuti pula oleh Azwa.


"Ibu, kalau ibu mengijinkan, Keysha mau nemani ibu, boleh?" Keysha menyela


Seketika pelukan itu sedikit renggang, semuanya menoleh menatap Keysha.


"Tentu saja, Nak. kamu boleh tinggal sama ibu"


"Serius, Bu?"

__ADS_1


Ibu mengangguk seraya mengulum senyum.


"Key, titip Ibu yaa" pinta Azwar memohon.


Keysha tidak ikut pulang ke Jakarta, sebab ia masih bekerja di sebuah PT, lagi pula ia tak ingin meninggalkan Kota ini, apalagi ada sosok Kevin yang selalu membuatnya nyaman.


Keysha mengangguk, baginya Bu Ratna sudah seperti ibunya sendiri. bahkan mungkin dia lebih mencintai Bu Ratna daripada Ibu kandungnya. secara ibu kandungnya tak pernah merhatiin anak gadisnya ini, ia sangat sibuk dengan teman-teman sosialitanya dan Iebih membebaskan Keysha.


Tak terasa panggilan untuk penumpang pun telah diumumkan, Azwa dan Azwar bersiap-siap untuk segera berangkat ke lapangan pesawat. Mereka beranjak berdiri, memegang koper bersamaan. diikuti pula oleh Ibu, Keysha dan Kevin.


Mereka saling berpelukan satu sama lain, mengucapkan kata hati-hati sebagai pengantar kepergian mereka. Ibu sangat sedih, air mata yang ia bendung akhirnya tumpah juga dipelukan putranya.


"Hati-hati, Nak" ucap Ibu, mengelus kepala Azwar dan Azwa secara bergantian.


"Ibu titip ini untuk Nyonya Sekar ya" Ibu menyodorkan sepucuk amplop untuk orang tua Azwar. Azwa mengambilnya seraya mengangguk.


"Sekarang kami berangkat dulu, Bu. Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"

__ADS_1


**


Azwa dan Azwar telah menduduki bangku penumpang, menatap keluar jendela seolah melihat Ibu diluar sana.


Azwa mengelus bahu Azwar, menenangkan pria itu yang tampak sedih. pahitnya kenyataan ini harus mereka terima, hingga harus mengalah bila rasa cinta anak angkatnya harus terbagi untuk orang tua kandungnya.


Tak terasa pesawat pun mulai bergerak, sedikit memberikan guncangan hingga telah kembali pulih, mengudara dengan tenang.


Disisi lain, Ibu dan yang lainnya menatap luar lapangan pun merasa sangat sedih melihat pesawat yang mengangkut anak tercintanya telah pergi mengudara.


"Hiks hiks, Ibu gak biasa ditinggal nak Keysha, apalagi Azwar sudah tau ibu bukan ibu kandungnya" Ia berhambur memeluk Keisha, menumpahkan rasa pedih di pundak gadis itu.


Keisha dan Kevin saling tatap, guratan sedih dan iba begitu terlukis di wajah mereka. apa yang ibu rasakan seolah Keysha juga dapat merasakannya.


"Ibu yang tenang, mungkin memang udah waktunya Azwar tahu. dan ini benar-benar salah kami, andai kami tidak mencari Azwar dan menguakkan kenyataan ini. maafkan kami Bu" tutur Keysha, ia merasa bersalah.


Ibu melepaskan pelukannya, menatap gadis ini sembari menggeleng


"Tidak, Nak. kasihan nak Azwa, dia pasti bakal dihantui oleh mimpi itu. apalagi Ibu kandung Azwar masih hidup dan- kondisinya memprihatinkan, ibu gak mungkin bahagia diatas penderiitaan orang lain. walau bagaimana pun, suatu hal yang kita tutupi pasti akan tercium juga kan? Ibu memaklumi hal ini, dan sudah siap dengan kenyataan ini sejak dulu. Bu Sekar lebih berhak atas Azwar" tuturnya

__ADS_1


Sungguh berbesar hati sekali Ibu ini, menerima kenyataan pahit walau ia tahu ini semua karena dua gadis asing yang memasuki kehidupan anaknya. namun ibu tak pernah menyimpan kebencian dan amarah pada mereka.


🍃🍃


__ADS_2