![Bagaikan Adam & Hawa (Azwa[R], I'M In Love)](https://asset.asean.biz.id/bagaikan-adam---hawa--azwa-r---i-m-in-love-.webp)
🍃🍃
Hingga hampir malam berlarut, resepsi pernikahan kedua insan yang saling mencintai itu akhirnya selesai dengan lancar. Mereka juga tak menyangka jika Siska sudah menerima Azwar untuk Azwa dengan lapang dada. berkat mereka pula ia sadar akan kekanakannya dan keegoisan yang telah ia lakukan.
Azwa tersenyum, ia kini lega orang yang membencinya sudah berlapang dada dengan kenyataan.
Malam ini keduanya menginap di Hotel yang telah dihiasi mawar merah dan kerlap-kerlip lilin yang berbentuk hati. Azwa terperangah melihatnya, kamar remang-remang ini terlihat sangat menakjubkan.
Azwar tersenyum melihat kebahagiaan wanita itu, ia bergegas mengunci pintu kamar lalu memeluk sang istri dari belakang.
"Kamu suka sayang?" tanya Azwar
"Suka banget, indah tau. ada love-nya pula"
"Hati itu artinya aku mencintaimu" ucap lirih Azwar dengan nada sensual di permukaan daun telinga istrinya, memberikan sensasi geli menggelitik yang dirasakan Azwa
"Ah, Yang" desah Azwa
Azwar tersenyum, tangannya yang memeluk pinggul itu kini mulai beralih menelusuri setiap lekuk tubuhnya. menjalar ke perut, perlahan naik menyentuh dua gundukan padat berisi lalu meremasnya.
Azwa mulai terbawa suasana, matanya memejam merasakan sensasi tangan yang bergerilia dengan nakalnya, dan bibir yang menyapu lekuk leher, telinga hingga pipi kanan wanita itu yang sudah sah menjadi istri pertama dan terakhirnya, bidadari yang dikirim untuknya.
__ADS_1
Keduanya mulai melayang, Azwar membalikkan tubuh itu kehadapannya lalu langsung menyergap bibir itu dengan lum*tan lembut. Azwa sangat menyukai moment ini, keduanya saling mencintai hingga tak ada rasa takut untuk melakukannya.
Azwa melingkarkan tangannya diceruk leher sang suami, merapatkan tubuh mereka dan mulai memperdalami lum*tan ular yang bermain didalam sana.
Emmh ...
Aaahh...
Cukup lama menghayati rasa itu yang memberikan sensasi nikmat tiada tandingan, Azwar membuka resleting gaun yang dikenakan Azwa. hingga jatuh kelantai dan menyisakan baju manset dan legging sebagai dalaman gaunnya.
Dengan cepat Azwar melepaskan balutan benang itu, bibir yang masih berpagutan hanya saja dilepaskan sebentar untuk membuka benang yang membaluti tubuh mereka.
Nafas yang mulai memburu, rasa tak sabar dua sejoli itu membuka bungkusan mereka hingga benar-benar polos. setelahnya mereka kembali berci*man, Azwa langsung meloncat ke tubuh itu hingga kedua kakinya bergelayut manja dipinggang suaminya. kedua permata mereka saling bersentuhan, membuat milik Azwa berdenyut hebat dan milik Azwar yang sudah menegang.
"Apa kamu siap memberi permatamu malam ini?" tanya Azwar, nafasnya menggebu.
Azwa mengangguk, seraya mengulum senyum.
Azwar langsung memasuki tongkatnya ke goa sang istri yang sangat menggoda, sedikit hutan membuat sentuhan terasa geli. Azwa sempat meringis geli lalu mulai merasakan perih saat ujung tongkat itu mulai memasuki goanya.
Ah ...
__ADS_1
Dia mengerang hebat. perlahan dan perlahan, tongkat sakti pun akhirnya lolos memasuki pertahanan goa sang istri. Azwa sampai menitikan air mata dan kedua tangan pun meremat seprai menahan rasa sakit yang menjalar.
"Sakit" ringisnya
"Tahan sayang, setelah ini kamu akan merasakan kenikmatan. aku akan melakukannya dengan pelan" tutur Azwar
Azwa menggigit bibirnya dengan kuat saat dirasa miliknya tengah dihentak dan menyentuh rah*mnya. namun tak ayal rasa sakit itu berujung rasa nikmat yang tak bisa dikata-kata.
Azwa sangat menikmati rasa ini, perih bercampur nikmat namun lebih mendominasi rasa nikmat itu sendiri. Azwa mengeluarkan suara merdunya, mendes*h tak karuan hingga membuat Azwar semakin bersemangat untuk menghentaknya.
"Ah .. sayang" desah Azwa
"Eeemh .. aaah .. aku mencintaimu, Wa. aaah" desah Azwar, menatap wajah yang tengah menikmati itu. Azwar tersenyum bahagia, kemudian ia menenggelamkan wajahnya di ceruk leher sang istri memberikan berbagai kec*pan hingga meninggalkan jejak kepemilikan disana. tak lupa menjil*tnya, lalu turun dan turun hingga bertemu dua gundukan dan mulai menyes*p pucuknya seperti bayi yang tengah kehausan.
Tak berapa lama, sesuatu menjalar dengan hebat dan deras didalam sana, menyemprot rah*m Azwa bertubi-tubi hingga kedua insan ini melenguh merasakan klimak yang begitu hebat dan memberikan rasa lega.
Setelah didiamkan beberapa saat, Azwar menjatuhkan tubuhnya disamping sang istri. nafas keduanya saling memburu, keringat sudah menetes dan tubuh itu terlihat mengkilap. Azwa menoleh kesamping, mereka saling bertatapan dan mengulum senyum.
"Apa masih sakit?" tanya Azwar
"Sangat, kakiku terasa kaku dan tak bisa bergerak. tapi aku sangat menyukai rasa ini" tutur Azwa, kemudian memeluk tubuh suaminya.
__ADS_1
🍃🍃