Bagaikan Adam & Hawa (Azwa[R], I'M In Love)

Bagaikan Adam & Hawa (Azwa[R], I'M In Love)
14. Rencana berbelanja


__ADS_3

🍃🍃


Dua hari kemudian, Azwa dan Keysha telah menempati kediaman baru mereka di rumah kost-an sederhana yang telah mereka dapati tempo lalu. Kini kedua gadis itu tengah berberes menyusun pakaian kedalam lemari yang telah disediakan. Kebetulan Ibu kost-nya sangat baik hingga mau membantu membersihkan tempat itu sebelum di singgahi.


Tak butuh waktu lama untuk berberes, akhirnya telah selesai juga. namun ada satu masalah yang belum terselesaikan, yaitu--


Sarapan pagi menjelang siang!


Hmmm, kebiasaan bangun siang membuat kedua gadis itu mulai kelimpungan mengurusi perut mereka yang sudah keroncongan, cacing-cacing nakal yang butuh asupan mulai berdemo buas di dalam sana.


"Wa, lapar nih, lo lapar gak?" tanya Keysha, raut wajahnya mulai mengerut merasakan sensasi tidak nyaman di perutnya


"Ho'oh, kita pesan grab aja deh ya" saran Azwa


"Kelamaan gak? di depan ada jual lontong tuh tadi, entah mungkin sekarang sudah habis kali ya"


"Ayolah kesana, gak tahan gue"


Mereka pun buru-buru untuk beranjak pergi dari rumah itu menuju warung lontong yang berada di simpang jalan. tidaklah jauh, hanya perlu berjalan sekitar 50 meter dari kediamannya.


**


Perut kenyang hati pun senang, itulah yang kedua gadis itu rasakan pada pagi itu. beruntung sekali warung itu masih buka, jika tidak mungkin saja harus masak mie di rumah.


"Sepertinya kita harus ke supermarket deh beli bahan masakan" saran Azwa, mengingat tidak ada apa-apa di rumah.


"Iya, tapi supermarket dimana yaa, kita kan gak tau daerah sini" keluh Keysha


Azwa pun memutar bola matanya merasa jengah dengan ke kunoan sahabatnya ini. disaat jaman sudah modern dengan teknologi canggih namun pikiran itu masih kuno saja.


"Hello, lo punya ponsel canggih kan? google map kan ada, oon!" gerutu Azwa geram, menjitak kecil kepala sahabatnya itu.


"Eh iya pula, gak kepikiran gue. hehe"

__ADS_1


"Huh, dasar! ayo ah cepat jalan, panas banget" Azwa menarik tangan sahabatnya itu, melebarkan langkah kakinya agar segera cepat tiba di rumah baru mereka.


**


Di dalam kamar, Azwa tengah berbaring sembari menatap langit-langit kamar yang berwarna putih terbuat dari papan. menopang sebelah tangannya diatas dahi, seperti tengah memikirkan sesuatu. Tiba-tiba ia teringat akan pemberian Mama Ajeng, Azwa segera beranjak duduk untuk mengambil sesuatu di dalam tas salempang miliknya. tampak merogoh sesuatu yang sepertinya menjadi objek lamunan wanita itu.


"Tante Sekar dan Om Gilang" gumamnya, ternyata Azwa mengambil sebuah foto berukuran 3r yang dibingkai cantik oleh orang tuanya. Foto yang terdiri dari empat orang berupa kedua orangtuanya dan kedua orangtua dari bayi yang menghilang itu, Azwar.


"Lo lihat apa, Wa?" celetuk Keysha yang menatap temannya tengah melamun menatap lekat sebuah foto.


"Kata mama, mungkin Azwar itu sekarang pasti mirip sama om Gilang" ujar Azwa, matanya masih menatap lekat wajah pria itu.


"Ada benarnya juga, kita bisa selidiki wajah pria-pria yang mungkin aja ada miripnya sama om Gilang" Keysha bangkit dan duduk tepat disamping Azwa.


"Maka dari itu, nyokap gue berikan ini sebagai pegangan untuk mencari tu orang" ujar Azwa mengangkat foto itu sembari menatap sahabatnya


"Aneh deh ya, apa iya memang ada tu orang disini?" Keysha berfikir, memiringkan sebelah bibirnya


"Entahlah, bisa jadi. yang gue bingungkan gimana cari tu bocah" gerutu Azwa bingung, menjatuhkan tubuhnya sembari menghembus nafas dengan kasar.


"Apaan?" tanyanya dengan penuh penasaran. Keysha pun mulai membisikkan sesuatu, hingga senyum merekah mengembang di sudut bibir Azwa.


**


Hari ini, pada tengah hari setelah menjalani sholat dzuhur bersama, Azwa dan Keysha bersiap-siap untuk berangkat ke pasar kota. beruntungnya, dengan sigap mereka mulai mencari letak pusat perbelanjaan terdekat di Kota kecil itu melalui Google Maps, yang ternyata berada di Alamat itu juga. hanya saja mereka harus memesan Abang Grab untuk mengantarkan mereka ke Pasar yang hanya berjarak ratusan meter tentunya dari kediaman mereka.


"Nah itu Mas Grabnya"


"Mas punya lo atau punya gue itu yaa?"


"Entahlah, ayo kita tanya"


Azwa dan Keysha pun segera menuruni tangga untuk menghampiri Abang Grab itu.

__ADS_1


"Kak Azwa yang mana ya?" tanya Abang Grab bingung, menatap mereka satu persatu.


"Gue!" ucap Azwa menunjuk dirinya


"Oh, ayo naik kak, ini helmnya" ajaknya, memberikan helm pada wanita itu.


"Lah, gue gimana, Wa?" keluh Keysha


" Bentar-bentar! Mas, bisa nunggu mas grab satu lagi gak?" tanya Azwa


"Oh, iya bisa kak" ucapnya, membuat perasaan Keysha dan Azwa lega seketika.


Beberapa menit kemudian, Abang Grab milik Keysha pun datang menghampiri.


"Kak Keysha?"


"Iya, siapa lagi! kenapa bisa lama, Mas?" omel Keysha kesal, bibirnya manyun hampir lima senti. upz!


"Maaf, kak. bensinnya habis" jawabnya sembari memberikan helm.


"Oalah"


Dan mereka pun pada akhirnya berangkat menuju Pasar Kota yang berada di belakang sana. tentunya sangat jauh, karna Alamat ini memiliki jalan yang sangat panjang. menghubungkan jalur lintas pertama dan kedua.


Beberapa menit kemudian, kedua wanita cantik itu telah tiba di tempat tujuan, sangat ramai dan padat, ributnya kendaraan memekikkan telinga, suara sorak sorai terasa sangat memusingkan. sungguh rasanya lebih baik ke Mall atau Supermarket saja untuk belanja.


"Haruskah disini????"


🍃🍃


Like


Koment

__ADS_1


Hadiah


Vote


__ADS_2