![Bagaikan Adam & Hawa (Azwa[R], I'M In Love)](https://asset.asean.biz.id/bagaikan-adam---hawa--azwa-r---i-m-in-love-.webp)
🍃🍃
Setelah dua hari kemudian, Sekar dan Ajeng bersama suami mereka, pulang dari Rumah Sakit. Sekar dan Gilang pulang dengan mobil mereka, sedangkan Ajeng dan Dirga pulang bersama orang tua mereka dengan menaiki mobil.
Keduanya berpisah kendaraan.
Hingga saat diperjalanan pulang, tiba-tiba rem mobil milik Gilang mengalami rem blong, keduanya saling cemas dan takut namun Gilang berusaha untuk menenangkan istrinya. hingga tiada cara lain, ia terpaksa menabrakkan mobil ke sebuah pohon dan terjadilah kecelakaan hebat.
Tanpa diduga, Gilang meninggal ditempat, sedangkan Sekar dalam keadaan pingsan di rerumputan dan kedua kakinya tertimpa batang pohon. ia sempat menjerit menahan rasa sakit dikakinya hingga tak lama setelah itu ia pingsan.
Disisi lain, mobil yang membawa Ajeng dan Dirga pun tak mendapati lagi dimana mobil sahabatnya. keduanya mulai cemas, dan Ajeng langsung menyuruh sang Ayah untuk kembali. tiba-tiba perasaannya tak enak.
"Mas, Sekar dan Gilang kemana? kok lama kali" dia panik
__ADS_1
"Mas gak tau,"
"Pa, kita balik ya, perasaanku gak enak" pinta Ajeng. Papanya pun menurut.
Hingga dari kejauhan mereka melihat asap yang mengepul ke udara, sontak saja perasaan tidak enak yang dirasakan Ajeng pasti benar. tibalah di lokasi, mereka semua kaget melihat mobil sahabatnya sudah hancur, batang pohon pun menimpa dan mobil mengepulkan asap.
"Sekar! Mas Gilang!" teriak Ajeng histeris, ia segera membuka pintu, diikuti pula oleh suaminya dan orang tua.
Ajeng, Dirga dan Papa bergegas menyelamatkan satu keluarga itu, sedangkan Mama menelpon ambulance sembari menatap sekitar yang sangat sepi. hanya ada pepohonan di kiri dan kanan tempat itu.
"Oh astaga! mobilnya akan meledak!" teriak Ajeng, mereka pun bergegas menjauh, dan--
DUAAAARRRR!!!!!!!!
__ADS_1
Mobil sahabat mereka akhirnya meledak, semua orang terdiam memandangi mayat mobil yang dipenuhi kobaran api.
"Azwar!" Ajeng terduduk, ia menangisi bayi itu yang mungkin saja berada di area mobil yang entah dimana.
Sungguh pilu, anak sahabatnya tiada dan mereka sangat merasa bersalah tidak mendapati bayi itu.
"Sekar maafkan aku! hiks hiks" ia memeluk sahabatnya yang masih pingsan. dan setelah itu Ambulance pun datang, mereka terpana melihat mobil kebakaran dan langsung menelpon Pemadam kebakaran.
Disisi lain, Azwar tengah diseret oleh seekor anjing ke tengah hutan. kebetulan saat kecelakaan itu terjadi, dua ekor anjing yang sedang bercinta seketika kaget mendengar dentuman kuat mobil yang menabrak pohon. Kedua anjing itu bubar, anjing betina mendekati mobil itu dan melihat tetesan bensin dari bawah sana mengucur cukup deras.
Hingga mendengar tangisan bayi, Anjing itu mencari asal suara yang ternyata bayi Azwar berada dipelukan Ibunya. Anjing memang binatang yang tak memiliki akal, namun ia memiliki hati yang berperasaan. Tanpa diduga Anjing itu berusaha untuk menyelamatkan bayi itu, kakinya berusaha melepaskan dekapan tangan itu hingga berhasil. dan giginya menggigit kain bedung lalu menyeretnya, membawanya ke semak-semak yang berujung pada hutan.
Tak lama dari itu, secercah cahaya mobil menerangi jalanan, namun Anjing telah terburu pergi memasuki semak-semak.
__ADS_1
Hingga beberapa jam kemudian, tibalah Anjing di tepi jalan tol, Anjing itu telah berhasil membawa Azwar ke tepi jalan yang ramai akan kendaraan. mungkin saja ia berharap akan ada manusia yang menyelamatkan bayi malang ini.
*Flashback Of*