
Rumah Aron
Aron sendiri masih dirumah untuk melatih dan meningkatkan penguasaannya pada dual sword.
"Dark Bom!" Aron mencoba skillnya dengan Armor tangan yang dapat melemparkan bola angin tapi Aron mengganti bola angin dengan bola kegelapan yang dapat meledak sehingga mudah saja Aron menembakkan bola tersebut keatas dan meledak dijarak lima meter dari Aron.
"Ini kuat dan dengan ini aku sudah memiliki skill serangan jarak menengah." Aron masih terus ingin meningkatkan skillnya karena belum mendapatkan skill book atau skill tome walaupun dia sangat beruntung saat mendapatkan item tapi tidak dengan skill tome.
**********
Pagi hari
Sarapan
"Apa kau memiliki rencana hari ini Navi?" Bertanya Aron sambil melihat ponselnya dimeja makan saat Naviza sedang membersihkan piring bekas mereka makan.
"Iya juga yah aku tidak memiliki rencana apa apa hari ini." Naviza tersadar akan hari kosongnya karena biasanya dia akan berangkat kerumah sakit.
"Apa kau telah mendaftar menjadi Hunter berkekuatan?" Kembali Aron bertanya.
"Sudah." Singkat Naviza menjawab dan terus melanjutkan kegiatannya tapi itu membuat Aron sedikit terpukul karena dia masih belum terdaftar sebagai hunter resmi.
"Baiklah minggu depan adalah hari aku akan mendaftar karena minggu depan akan ada ujian dan untuk hari ini apa kau tidak ingin sedikit bersantai misalnya pergi ketaman hiburan?" Aron mengajak.
"Itu bisa saja aku juga sudah lama tidak bersantai." Naviza menyelesaikan kerjaannya.
"Baiklah aku akan bersiap kamu juga bersiaplah." Aron segera kembali kedalam kamarmya dan menggunkan suiter putihnya dan tempat penyimpanan semesta yang ada dipinggangnya setidakmya jika ada dalam bahaya Aron dapat mengekuarkan senjatanya.
Segera Aron keluar tapi sepsrtinya Naviza memiliki pemikiran yang sama dengan Aron karena Naviza menggunakan baju kaos putih biasa dan mengikat rambunya kebelakang dibawah topi hitamnya serta sebuah ikat pinggang yang memiliki slot sama seperti Aron dan itu adalah tempat penyimpanan semesta yang Aron berikan.
"Kau membawa senjata?" Bertanya Aron melihat ikat pinggang Naviza yang lebih kesil tapi sangat cocok untuknya.
"Kau sendiri?." Itulah jawaban Naviza.
"Sudahlah ayo naik." Aron mengambil sepedanya dan mempersilahkan Naviza untuk naik didwpannya karena sepedanya merupakan sepeda gunung yang tidak memiliki tempat duduk tambahan.
"O-oh baiklah." Naviza agak malu malu saat duduk didepan Aron.
__ADS_1
Segera Aron melaju setelah mengunci rumahnya tapi lagi lagi Omen datang mengganggu kencan pertamannya.
"Bisa kah kau memperlambatnya Aron!" Berkata Naviza.
"Ini menimbulkan kesan tersendiri Naviza." Aron menambah kecepatannya.
"Aaa!" Naviza semakin berteriak dan menjadi pusat perhatian dijalan.
"Orang orang melihatmu loh Naviza!" Berkata Aron karena Naviza bukannya menghadap kedepan malah berbalik memeluk Aron membuatnya kesusahan mengayuh sepedanya.
"..." Naviza langsung melepaskan Aron dengan wajah hampir mirip tomat begitu merasakan sepeda muali melambat.
Perjalanan mereka cukup seru karena terkadang Aron menambah kecepatan untuk mempermainkan Naviza.
"Akhirnya sampai." Naviza langsung turun setelah sampai ditaman bermain.
"Bukannya ini terlalu ramai." Kata Aron saat melihat banyak orang setelah memarkir sepedanya.
"Ini hari minggu Aron pastilah banyak orang yang datang trutama pasangan eh!?" Naviza sadar jika rata rata yang datang ketaman bermain hari ini adalah pasangan.
"Bang dua orang!" Teriak Aron tanpa menanyakan pendapat Naviza.
"Kenapa kita harus naik bianglala?" Bertanya Naviza keheranan karena dia pikir akan menaiki sesuatu yang ekstrim setelah melihat bagaimana Aron melaju dijalanan menggunakan sepeda.
"Kamu sudah terlalu banyak bermain dipermainan yang menegangkan Navi jadi saatmya kita menikmati ketinghian dan melihat bagaimana kota palu sekarang." Ucap Aron.
Naviza tersenyum sebentar sebelum mengiyakan. Antrian dibianglala tidak terlalu panjang karena semua orang biasanya akan menaiki bianglala saat sore atau malam.
Naviz dan Aron segera masuk saat tiba giliran mereka. Omen tentu ikut. "Kenapa ini berhenti?" Bertanya Aron begoru bianglala mulai memutar tapi berhenti tepat diketinggian.
"Mungkin ada beberapa penumpang yang akan masuk." Singkat saja jawaban Naviza yang sibuk selfie dengan Omen memanfaatkan berhentinya bianglala.
'Kenapa kencanku harus direbut oleh Omen.' -_ suasana hati Aron jadi agak terganggu.
Waktu terus berjalan dan mereka menikmati waktu mereka dengan menikmati berbagai fasilitas ditaman hiburan seperti kuliner dan lainnya hingga mereka siap pindah ketempat lain saat hari menjelang sore tapi.
"Mohon perhatiannya! Terdeteksi portal dungeon berwarna silver sedang terbuka! Dimohon pada setiap pengunjung untuk menuju kelokasi pengunsian! Dimohon pada setiap pengunjung untuk menuju kelokasi pengunsian!"
__ADS_1
Tepat saat sebuah portal terbentuk ditengah taman bermain segera pemberitahuan terdengar untuk segera mengungsi.
Sebuah dungeon yang terbuka tentu menjadi hal baisa terdengar dikalangan masyarakat. Tapi dungeon yang terbuka lalu langsung mengeluarkan monster hanya ada satu diantara duungeon yang muncul.
Perlahan monster kobold keluar dari dalam portal dan mengejar ketempat pengusnian warga.
Tapi Aton tiba tiba datang dan memenggal satu kobold yang membuat semua kobold berfokus padanya. Aron sebenarnya ridak ingin ikut campur dan membiarkan para Hunter yang dikirim dati association group yang mengurusnya tapi itu akan membaut beberapa warga terbunuh sehingga tanpa pikir panjang Aron langsung menampakkan diri untuk menarik perhatian para Kobold walaupun dia hanya untuk mengulur waktu.
Awuuuu....
Semua Kobold langsung memerjang kearah Aron tapi satu bilah angin langsung menebas mereka walaupun tidak berhasil membunuh tapi lukanya cukup serius.
"Aku akan membantu!" Teriak Naviza yang berada dibelakang dan memang dia adalah seorang suporter.
"Ya!" Tentu Aron segera memanfaatkam kesempatan tersebut dan menerjang dengan pedangnya membunub beberapa kobold yang terluka.
"Fire Sword!" Aron mengeluarkan skill pedangnya dan langsung menebas para Kobold menggunakan pedang.
Tentu para kobold tidak semudah itu untuk dikalahkan karena mereka pun juga balas meyerang Aron hanya saja Omen masih ada dan Omen bisa menyerang mereka begitu perhatian mereka hanya tertuju pada Aron.
Pertrungan Aron dengan banyak Kobold sekaligus membuatnya terluka terlebih lagi Aron tidak punya waktu untuk memasang armor.
"Aku akan segera menyembuhkanmu!" Berteriak Naviza dengan tongkat ditanganya siap merapalkan mantra penyembuh.
"Tunggu dulu sekarang bukan waktu yang tepat jika kamu memiliki skill yang dapat memberiku peningkatan kekuatan atau yang lain maka gunakanlah!" Berteriak pula Aron sambil menahan berbagai serangan Kobold.
Aron menebak jika Maviza tidak terlalu mengetahui cara dan waktu penggunaan skill yang tepat sehingga dia hanya memprioritaskan kesehatan rekan tapi tidak memikirkan kedepannya dimana mereka mungkin akan terluka tapi skill milik Naviza tidak dapat digunakan (Coldown).
"Baiklah!" Naviza segera memberikan peningkatan kepada Aron.
Aron merasakan peningkatan pertahannanya tapi buka kecepatan dan kekuatan sehingga dia segera menyuruh Omen untuk menyebar kabut. "Omen!" Teriak Aron.
Meong!!..
Omeng langsung menyebar kabut gelap dan meningkatkan kekuatan serta kecepatan Aron.
"Silent Step."
__ADS_1