Battle Of Hunter

Battle Of Hunter
Chp 43, Sebuah tanggung jawab


__ADS_3

Saat Aron dan Sul tiba di mansion dan memarkir mobil nya tidak ada orang satu pun yang mereka lihat.


"Apa semuanya sudah tidur?" Bertanya Sul berjalan kearah mansion.


"Yah wajar sajalah soalnya ini sudah malam." Aron pun juga masuk kemansion setelah mengunci mobillnya.


"Aron kalian sudah pulang hosh.." tiba tiba sebuah suara datang dari belakang mereka.


"Naviza? Apa yang kau lakukan malam malam begini diluar?" Aron kaget dan bertanya saat melihat Naviza menggunakan pakaian olahraga dengan keringat yang banyak didahinya dan lagi Naviza terlihat sangat kelelahan.


"Ah.. hosshh.. aku hanya habis lari hh.. keling kompleks saja huhh.." Naviza sangat kesulitan untuk mengatur napas nya.


"Yah tapi nggak perlu sampai larut seperti ini juga kan?" Aron masih penasaran akan alasan Naviza.


"Hanya ingin saja." Singkat Naviza menjawab. "Ah sudahlah aku mau mandi, kalian juga sebaiknya mandi gih, lihat pakaian kalian sudah kotor seperti itu." Lanjut Naviza sebelum melarikan diri.


Sebenar nya alasan Naviza latihan lari seperti itu adalah untuk meningkatkan kecepatan nya, menurut nya kecepatan nya terlalu rendah sampai menjadi beban saat pembasmian dungeon Break di desa lenju kemarin, Naviza tidak ingin menjadi beban bagi tim nya hingga akhir nya dia memilih untuk berusaha lebih keras lagi.


"Mau mandi bareng?" Bertanya Sul.


"Yah kau punya kamar mandi sendiri di kamarmu kan?" Aron langsung menolak dengan keras.


"Haha aku hanya bercanda, da~." Sul langsung pamit karena beda arah dengan Aron.


...


Keesokan hari nya Aron tidak lagi mengambil misi atau mencari misi dungeon karena mendapatkan peringatan dari penasehat yang ada di association grup bahwa mereka harus mengurangi memasuki dungeon selama seminggu, alasan nya tentu karena telah melakukan banyak tugas akhir akhir ini di dalam dungeon.


Berada di dalam dungeon dengan perbandingan waktu yang jelas membawa efek negatif pada tubuh dan mental sehingga sebagai association atau penasihat hunter akan selalu memperingati hunter saat mereka mencapai batas.


Meskipun begitu untuk saat ini Aron hanya di berikan peringatan saja dan masih diizinkan masuk tapi menurut Aron sendiri mendengarkan nasihat association tidak ada salahnya.

__ADS_1


"Jadi bagaimana?" Bertanya Dinda setelah meminta izin pada Aron untuk membangun sebuah tempat kerja untuk adik nya dihalaman mansion.


"Kenapa kamu ingin membangun di dalam halaman mansion? Yah meskipun itu luas tapi kita bisa membangun nya ditempat lain kan." Naviza bertanya karena kebetulan mereka semua sedang berkumpul.


"Aku juga berencana untuk membangun nya ditempat lain tapi saat ini aku masih belum punya cukup uang." Jawab Dinda.


"Yah tinggal gunakan tabungan party saja kan?" Usul Aron.


"Eh boleh?" Terkejut Dinda mendengar nya.


"Lagian ini untuk Party juga kan? Sisa nya biar aku yang mengurus nya untuk sementara buat saja tempat penempaan di dekat mansion untuk Candra memperbaiki sejata." Ucap Aron.


"Tapi aku merasa enggak enakan." Dinda sedikit sulit mengungkapkan kata kata nya.


"Semua nya juga tidak ada masalahkan?" Bertanya Aron melihat Naviza dan Sul sebelum mereka berdua mengangguk setuju. "Untuk sementara begitu saja tidak masalah kan Candra?" Lanjut Aron berta nya pada Candra.


"Tidak masalah kok kak, terima kasih." Jawab Candra yang terlihat senang.


Setelah nya Aron berhasil membeli tanah kosong tepat yang ada di samping mansion mereka dan langsung mengurus segala hal untuk membangun bangunan sementara Candra terus berlatih dihalaman Mansion dengan memperbaiki beberapa peralatan Aron yang rusak.


Meskipun tidak sebaik ayah nya tapi Candra sangat baik dalam mengasah atau memperkuat senjata berkat skill pengendalian apinya yang sudah semakin mahir semenjak membantu ayah nya, setiap penempa memiliki skill untuk mengatur suhu dan bentuk api namun mereka tidak memiliki skill yang dapat mengeluarkan api seperti Sul.


Empat bulan berlalu dan party Happy Home sama sekali tidak menjalankan misi karena setiap orang nya sibuk latihan sendiri sendiri sementara Aron masih harus memperhatikan perkembangan pekerja bangunan, hanya perlu empat bulan saja dengan kecepatan para pekerja sebelum sebuah toko senjata berhasil di bangun dengan halaman belakang yang luas serta tempat penempaan yang nyaman.


...


Di depan toko yang baru dibangun.


"Puas?" Berta nya Aron.


"Wuaa puas kak sangat puas hmmm." Candra terlihat sangat berbinar dengan tempat baru nya.

__ADS_1


"Bukankah ini terlalu besar?" Tanya Dinda.


"Anak kecil butuh motivasi untuk berkembang." Aron sangat percaya diri pada kalimat nya.


"Kau hanya ingin Candra bekerja saja kan." Tebak Naviza memandang Aron aneh.


"Pokoknya untuk sekarang kamu sudah punya tempat dan selanjutnya adalah surat izin membuat senjata dan sebagai hunter juga sekalian mendaftar bersama Sul oke." Aron segera mengusulkan karena jika membuat senjata tanpa surat izin maka tetap akan di anggap ilegal.


"Oh iya Sul belum terdaftar hunter yah." Dinda baru menyadari.


"Aku menunggu sekalian bersama Candra saja sekalian belajar banyak hal tentang hunter untuk ujian nanti." Ucap Sul menggaruk bagian belakang kepala nya.


"Yah pokoknya semangat saja, dan ini untuk Candra." Aron menepuk pundak Sul sebelum menyadarkan Candra dari kebahagiaan nya dengan memberikan nya sebuah pistol dengan tipe tolak paling rendah di dunia hunter.


"Aron apa kau menyuruh adikku untuk melakukan pembunuhan?" Dinda langsung menarik dan memeluk Candra.


"Tidak! Ini hanya untuk perlindungan diri saja, kau bisa latihan menggunakannya mulai dari sekarang dan mungkin kau sudah bisa secara resmi untuk memilikinya setelah menjadi hunter jadi untuk sekarang kau hanya bisa menggunakannya di halaman saja untuk latihan." Ucap Aron menjelaskan.


"Baiklah terima kasih kak." Candra berterima kasih.


"Tentu kau harus di temani oleh ku atau Dinda saat latihan yah." Aron memperingati.


"Siap kak!" Jawab Candra tegas dengan gaya militer.


Aron memberikan sebuah senjata api pada Candra bukan tanpa alasan, pertama adalah karena Dinda memilki kemampuan membidik yang tinggi dan mungkin saja Candra juga dapat memiliki nya.


Kedua adalah Candra dapat mengendalikan api jadi dia pasti bisa memaksimalkan kekuatan dari sebuah senjata api, ketiga Aron tidak ingin orang lain yang pertama kali memberikan Candra senjata terutama Dinda.


Sebagai hunter cepat atau lambat pasti akan terlibat dengan sesuatu yang berbahaya, dan sebagai hunter pula Candra pasti akan mendapatkan senjatanya sendiri dan kemungkinan terbesar yang akan memberikan nya adalah Dinda.


Aron tidak ingin Dinda menyalahkan dirinya sendiri jika terjadi sesuatu pada Candra yang di akibatkan jalan yang ia lalui, jadi Aronlah yang akan membuka kan jalan untuk pertama kali pada Candra dan bertanggung jawab atas setiap kesalahan yang di buat oleh Candra.

__ADS_1


__ADS_2