Battle Of Hunter

Battle Of Hunter
Chp 40, Candra Kirana


__ADS_3

"Selamat siang om." Sapa Aron karena melihat ayah Dinda hanya duduk sambil minum kopi yang artinya tidak bekerja, ayah dinda sangat tidak suka diganggu saat bekerja.


"Oh Aron, apa kau memiliki item bagus lagi." Balas ayah Dinda menyapa Aron.


"Hehe he.. tentu aku memiliki banyak seperti ini." Ucap Aron terlihat sangat sombong dan mengeluarkan satu sisik naga.


"Ahh.. dimana kau mendapatkannya." Ayah Dinda langsung terpancing.


"Saya masih punya banyak item langka hehe, tapi tujuan utama kami adalah untuk merenovasi si Widi." Ucap Aron menunjuk kearah boneka kayu yang baru saja dikeluarkan Sul.


"Widi? Oh boneka milik Sul kah? Eh! kapan kalian akrab?" Tanya Ayah Dinda.


"Kami bertemu kemarin didesa lanju saat menjalankan misi dan Sul ikut kami ke kota dan menjadi hunter." Jawab Aron.


"Oh begitu yah, hmm.. yah itu juga baik untuk Sul mendapatkan pengalaman dikota." Ucap ayah Dinda.


"Jadi bagaimana om?"


"Apanya?"


"Si Widi."


"Siapa?"


"Bonekanya?"


"Oh, hmm.. kalian mau membuatnya seperti apa?"


"Sebenarnya. Sul ingin mencoba melapisi bodinya dengan besi agar lebih kuat." Ucap Aron.


"Itu bisa kulakukan, aku juga sudah tau bagaimana cara kerja boneka nya jadi itu hal mudah, tapi jika ditambahkan item langkah lagi mungkin bisa lebih bagus." Ucap ayah Dinda memancing agar Aron mengeluarkan item lainnya.


"Coba om lihat dulu." Aron langsung mengeluarkan banyak jenis item.


Tersenyum ayah Dinda. "Yang ini dan ini terus itu dan itu." Ucap ayah Dinda menunjuk banyak item.


"Eh om hanya ingin menggunakannya untuk diri sendiri kan?" -_-


"Yah tidak masalah kan anggap saja ini sebagai hadiah."


"Baiklah baiklah terserah om saja." Aron pasrah.


"Baiklah model seperti apa yang kau inginkan Sul?" Bertanya ayah Dinda.


"Saya akan disini menemani om bekerja sambil memperlihatkan modelnya." Jawab Sul.


"Baiklah aku akan langsung mengerjakannya." Ucap ayah Dinda.


Akhirnya Aron juga harus tetap tinggal membantu karena tidak memiliki pekerjaan lain.


Selama lima hari mereka bekerja dan akhirnya hasilnya sangatlah memuaskan.


"Kenapa kau hanya membuat boneka pertahanan dan lagi kau membuat tiga." Tanya Aron karena Sul membuat tiga boneka dan sekuanya terfokus pada pertahanan termasuk skill skillnya.


"Yah sekarang aku bertarung tidak sendirian dan semua skillku juga lebih kepertahanan, berbeda dengan dulu aku selalu bertarung sebagai suport damage jadi boneka ku harus memberikan damage lebih." Jawab Sul.


"Memang diparty kita kekurangan Tank dan semuanya juga kau yang berhak memutuskannya." Ucap Aron.


"Meskipun semuanya boneka bertahan tapi masih ada satu yang memiliki serangan tinggi kan?" Ucap ayah Dinda.

__ADS_1


"Tapi aku hanya bisa mengendalikan satu boneka saja karena aku hanya memiliki satu inti." Ucap Sul.


"Simpan saja boneka satu ini sebagai alat tempur terakhir kita." Ucap Aron yang tidak ingin semua skill besar mereka terbongkar.


"Aku juga berpikir begitu." Ucap Sul mengangguk.


"Jadi Om, apa Om sudah bisa membuat Armorku?" Bertanya Aron.


"Huhh.. Aku sangat lelah, mungkin untuk sekarang belum bisa dan lagi, untuk membuat armormu itu membutuhkan waktu yang lama karena harus dikerjakan dengan sajgat hati hati." Ucap ayah Dinda.


"Baiklah aku akan mengambilnya setelah selesai saja, om tidak perlu terburu buru mengerjakannya." Ucap Aron.


"Apa kau sudah ingin kembali kepalu?" Bertanya ayah Dinda.


"Yah saya harus kembali karena saya agak khawatir dengan mereka." Maksud Aron adalah Dinda dan Naviza.


"Bawa Candra bersamamu." Ucap Ayah Dinda yang membuat Sul dan Aron terkejut.


"Eh? Kenapa om?" Aron memperjelas.


"Aku ingin Candra mendapatkan pengalaman yang lebih banyak dalam menempa, jika bersamamu mungkin dia akan bisa meningkatkan skill menempanya dengan cepat." Ucap ayah Dinda.


"Yah tapi om apakah Candra setuju?" Bertanya Aron karena Candra terlihat diam saja.


"Candra sudah setuju dan lagi ada Dinda dipalu dan juga Sul, kurasa dia tidak akan ada masalah disana."


"Saya sih tidak keberatan om." Ucap Aron.


"Mungkin saya akan merepotkan kak Aron tapi mulai sekarang mohon kerja samanya." Ucap Candra sedikit menunduk.


"Kami akan pulang besok pagi jadi Candra bersiap yah." Ucap Aron.


"Aku bisa memasukkan dua kedalam penyimpanananku tapi yang satu ini sepertinya tidak akan muat." Ucap Sul yang baru tersadar akan berapa besarnya satu bonekanya yang terlihat seperti mecha.


"Masukkan saja dalam cincin penyimpananku, itu akan muat." Ucap Aron.


"Terima kasih." Ucap Sul memberikan jempol.


Keesokan harinya tepat pada pagi hari akhirnya mereka berangkat untuk kembali kepalu setelah berpamitan dengan ayah dan ibu Dinda.


Dalam perjalanan Candra terlihat sangat menikmati perjalanan sampai tertidur bersama Omen dibangku belakang.


Mereka tiba dipalu tepatnya mansion saat jam satu siang karena mereka menyempatkan untuk singgah makan siang diwarung makan, itu ia lakukan agar Sul tidak rewel saat kelaparan.


"Akhirnya sampai." Ucap Aron meregangkan tubuhnya.


"Candra uy bangun Candra?" Sul berusaha untuk membangunkan Candra.


"Sudah sampai kak?" Bertanya Candra.


"Nn." Mengangguk Sul.


Terlihat Naviza dan Dinda berjalan keluar dari mansion bersama Ned.


"Bagaimana perjalananya?" Naviza langsung menyapa.


"Tidak ada masalah, semuanya lancar dan item Sul juga sudah bagus." Jawab Aron.


"Kak Dinda!" Candra langsung menyapa begitu turun dari mobil.

__ADS_1


"Eh Candra? Kenapa kau disini?" Bertanya Dinda.


"Aku ikut dengan kak Aron dan kak Sul." Jawab Candra.


"Yah itu sudah jelas, aku akan jantungan jika kau ada disini tanpa mengikuti mereka." Balas Dinda. "Aron apa kau bisa menjelaskan ini?" Dinda bertanya pada Aron.


"Ayahmu meminta kami membawa Candra, katanya agar dapat pengalaman lebih." Ucap Aron.


"Ais sudahlah ayah juga sudah mengizinkan kenapa tidak, masuklah dulu." Ucap Dinda membawa Candra masuk.


"Ahh.. aku ingin istirahat." Keluh Sul meregangkan tubuhnya.


"Aku juga." Aron pun sama lelahnya setelah menyetir selama berjam jam.


...


Pagi hari


"Sul aku baru saja mendapat Dungeon mau mencobanya?" Tanya Aron dengan maksud ingin mencoba bonekanya karena Sul sudah tampak tidak sabar ingin mencoba boneka barunya.


"Kapan? Dimana!?" Sul langsung bersemangat.


"Dungeonnya sebenarnya sudah dipesan oleh party lain hanya saja dia membutuhkan hunter rank Silver jadi aku mendaftarkan dua orang yaitu aku dan kau." Jawab Aron menjelaskan.


"Tapi aku belum mendaftar sebagai Hunter." Ucap Sul agak kecewa.


"Tenang saja kekuatanmu setara dengan rank silver mungkin lebih tinggi lagi jadi tidak ada masalah." Ucap Aron.


"Baiklah aku ikut."


"Dungeonnya terletak didekat hutan memang agak jauh dari sini, party akan masuk saat jam sepuluh siang jadi bersiaplah." Ucap Aron.


"Apa Dinda dan Naviza akan ikut?" Bertanya Sul.


"Sayangnya aku hanya bisa mendapatkan dua slot saja jadi hanya kita berdua sajalah yang akan ikut."


"Baiklah aku akan mempersiapkan semuanya dulu." Ucap Sul.


"Aku juga."


...


Jam 09:50


Didepan portal dungeon.


"Kenapa kita belum masuk?"


"Katanya ada dua orang yang belum datang."


"Ini sudah hampir waktunya masuk kenapa mereka belum juga datang."


Beberapa hunter yang sudah tiba dilokasi mulai mempertanyakan dua orang yang belum tiba dilokasi.


"Haha maaf semuanya saya baru datang tapi sepertinya tidak terlambat." Aron datang menyapa dengan santainya bersama Sul.


"Bukankah itu Dark Cat?"


"Oh yang sempat viral itu, tidak kusangka dia benar benar membawa kucing."

__ADS_1


Beberapa orang langsung mengenali Aron saat seekor kucing hitam bersantai dipundaknya.


__ADS_2