
Dungeon tetap
Perjalanan mereka dianggap lancar dengan menghindari berbagai kerumunan monster walaupun sempat bertemu dengan rombongan kobold tapi cepat pula mereka membereskannya dan kembali melanjutkan perjalanan hingga tiba dikawasan monster lemah atau dekat dengan portal keluar Dungeon.
Sampai sekarang misteri Dungeon masihlah belum terpecahkan apakah dungeon merupakan dunia lain yang terhubung keseluruh dungeon didunia atau hanya sebuah tempat tampa ujung saja.
Jelasnya semua orang didunia dan para ilmuan terus berusaha menggali informasi tentang dungeon karena mereka tidak dapat mengurim roket penanda lokasi atau dron yang dapat mempetakan dunia didalam dungeon maka dari itu mereka hanya mengirim hunter rank atas tapi semua Dungeon tetap selalu dijaga oleh monster level tinggi dikedalaman hutan sehingga membuat semua hunter tidak dapat menejlajah lebih jauh.
Kembali kecerita awal karena Aron dan Naviza harus berkeliling seharian untuk menghindari monster sehingga perjalannya memerlukan waktu seharian hingga akhirnya berhasil sampai didekat portal dan segera membangun tenda untuk beristirahat malam ini sambil mengecek item yang mereka dapatkan karena jika diluar maka sekarang sudha pasti tengah malam dan akan ada banyak Hunter yang akan mengikuti hunter lemah untuk menjarah drop item mereka.
Aron dan Naviza sekarang disibukkan dengan memeriksa satu persatu drop item yang mereka dapatkan serta membedakan tingkat dan jenis item tersebut juga memilih beberapa item berkualiyas yang dapat mereka gunakan serta yang akan mereka simpan dirumah.
"Apa yang kau dapatkan?" Bertanya Aron.
"Hanya jubah silver dengan bulu wolf yang fungsimya hampir sama dengan jubah ku tapi tingkatmya lebih tinggi juga dapat mempercepat kecepatan regenerasi manaku." Naviza mengankat sebuah jubah berwarna biru agak keunguan dengan bulu serigala angin dilehernya.
"Kalau itu?." Tunjuk Aronpada pisau melengkung bagaikan bulan sabit yang ada ditangan Naviza.
"Ini untuk pertahanan diri aku memungutnya dari silver fang wolf namanya Claw Knife." Naviza mengangkat dua pisau yang terbuat dari cakar serigala tapi ini lebih panjang dan besar lagi serta memiliki sisi tajam dilengkungan bagian dalamnya. "Kamu sendiri?" Bertamya balik Naviza.
"Aku mendapatkan jubah dari silfer fang wolf berwarna putih tapi anti kotor dan memiliki pertahanan tinggi ini coklcok untuk stile didunia luar sedangkan senjata aku mengganti seluruh armorku dengan ini juga sebuah pisau mata yang sedikit berbeda." Aron menujukkan semua drop item yang ia pilih dengan satu mata sebesar kelereng dan keras jelas itu tidak diambil dari kepala serigala tapi hasil dari drop item karena bentuknya pun tidak mirip dengan mata serigala.
"Aku baru tau jika ada drop item berbentuk mata tapi apa kegunaannya?" Bertanya Naviza.
"Aku juga masih bingung coba kamu lihat statusnya." Aron menyerahkan mata tersebut kepada Naviza.
[God Eye
__ADS_1
Mata dewa yang dapat dipasang kepada mata manusia yang memiliki elemen kegelapan.
Skill Passif : Penglihatan malam. Dapat melihat dikegelapan.
Skill khusus : Mata detektor. Dapat menyalin semua jalan yang telah dilalui dan mempetakannya juga dapat mengetahui jejak sesuatu dan lain lain.
Skill Passif : X-Ray. Belum didapatkan-.]
"Kurasa hanya kamu yang cocok menggunakannya tapi aku berharap skill ketiganya tidak dapat dan tidak akan pernah kamu dapatkan." Naviza melihat Aron jijik.
"Tolong jangan berkata begitu Navi aku juga tidak ingin menggunakannya untuk mengintip." Aron mengangkat tangan kanannya untuk berbicara. "Tapi aku bingung bagaimana cara menggunakan bola mata ini?" Bertanya Aron.
"Hm... benar juga yah tapi jika dilihat dari statusnya mungkin tinggal tempelkan saja kematamu." Naviza tiba tiba memegang kepala Aron dan menabok mata kanannya menggunakan God Eye.
"Aaa!!" Berteriak Aron karena terkejut tapi mata tersebut sudah langsung menyatu kemata Aron. "Eh? Tidak sakit?" Aron bertamya tanya karena dia tadi berteriak terkejut tapi sebenarnya tidak sakit sama sekali.
"Aku rasa sakitmya belum dapat karena matamu perlahan lahan berubah menjadi hitam." Ucap Naviza memperhatikan mata kanan Aron.
Panik Naviza langsung memberikan skill heal pada mata Aron meskipun begitu itu hanya mengurangi sepuluh persen dakitmya dan Aron masih terus berteriak dan mulai berguling bagaikan seribu kaki disiram minyak tanah.
Meong! Rrrr..
"Bertahan lah Aron!"
Omen juga mulai khawatir tapi lebih menargetkan Naviza yang masih sibuk menggunakan heal.
Satu menit kemudian dan sakut yang Aron rasakan akhirnya mulai mereda juga Naviza langsung berbaring karena kehabisan mana.
__ADS_1
"Bagaimana keadaanmu?" Bertanya Naviza karena itupun juga salahnya yang langsung memasukkan God Eye tanpa permisi.
"Huh huh.. sudah.. mendingan." Aron terus mengatur nafasnya dimana mata kanannya masih sangat susah untuk dia buka.
Perlahan Aron membuka matanya tapi penglihatannya tidak ada yang berubah kecuali mata kanannya yang bagaikan sedang menggunakan kacamata merah.
"Navi coba periksa mata kananku." Aron bangun dan segera memperlihatkan mata kanannya pada Naviza.
Naviza segera bangsun untuk memeriksa mata kanan Aron. "Warna putihmya berubah menjadi hitam sedangkan tenganya menjadi merah dengan garis pupil hitam secara vertikal ditengahnya mirip mata monster juga ... ini berfungsi dengan baik." Ucap Naviza saat setelah memeriksa pupil Aron yang mana tetap menyesuaikan cahaya saat Naviza memberikannya penerangan ataupun membuatnya dalam kegelapan.
"Yah tapi ini akan menarik perhatin orang lain jika melihat aku bermata seperti ini." Aron agak risih dengan warna matanya sekarang.
"Itu memang akan sangat menggangu tapi kamu akan terbiasa nanti jadi biarkan saja lagian tidak akan ada orang yang memburumu karena memiliki mata mosnter." Santai saja Naviza menjawab karena bukan dia yang akan menjadi pusat perhatian.
"Sudahlah segera beristirahat kita akan pulang besok pagi." Aron berjalan masuk ketenda dan menyuruh Omen untuk berjaga semalamnan dengan janji akan memberikannya ikan asin sepuasnya besok saat keluar dari Dungeon.
Malam berlalu dengan baik karena hanya ada monster jamur yang datang cari mati dan omen pun dapat mengurus mereka dengan mudah tanpa membangunkan Aron.
Paginya mereka segera membereskan semua keperluan dan bersiap meninggalkan Dungeon.
"Kali ini kita lagi lagi mendapatkan banyak drop item hehe." Aron tertawa aneh karena merasakan bagaimana rasanya cepat mendapatkan uang saat menjadi seorang hunter battle dari pada hunter porter.
Saat mereka berjalan keluar portal beberapa hunter mekang tetap masih stay disana dan memperhatikan kucing Aron meski beberapa hunter disana sudah biasa melihat Aron tapi beberapa juga masih tetap berkomentar dan merasa aneh karena Aron selalu membawa kucing tapi selalu selamat keluar dari dungeon.
Tentu Aron lebih memilih menutup mata kanannya dengan menggunakan jubah yang menutup seluruh matanya karena tidak ingin menarik perhatian lebih.
Setelah keluar seperti biasa Aron segera memesan taksi dan berangkat menuju gedung association untuk melaporkan misinya. Semua taksi yang selalu stay didekat dungeon memang selalu terdapat satu bagasi besar dibelakangnya yang siap menyimpan drop item tapi karena Adon memiliki sebuah tas kecil jadi dia hanya menyimpannya disampingnya bersama Naviza dan Omen.
__ADS_1
"Pak keGedung asosiasi."
"Ok!"