Battle Of Hunter

Battle Of Hunter
Chp 21, Monyet Bertelur?


__ADS_3

Dungeon Snow Forest


Sret! sret..


Dua tebasan pedang Aron berhasil masuk kepunggung snow monkey yang fokusnya pada Dinda dan Omen yang selalu menyerangnya secara diam diam.


Roarr!!


Boss monster tersebut langsung berbalik menyerang Aron karena merasa punggunya yang tersayat dan terbakar.


Aron cepat juga menghindar karena tidak mungkin baginya untuk menahan serangan dari monster satu ini dan kembali menancapkan pedannya kearah punggung Snow monkey.


"Fire Sword!!" Berteriak Aron saat membakar punggun snow monkey dan monyet itu terus berusaha untuk melempar Aron dari punggungnya.


Satu kobaran besar tiba tiba meledak dipunggung snow monkey yang membuat punggungnya sedikit berlubang.


Aron segera mencabut pedangnya dan menambhakna skill skala besar sebelum terlempar.


"Dark Bom!!"


Aron pun ikut terdorong karena tidak memiliki pijakan dan daya tolak skil tersebut cukup besar hingga membuta Aron mundur lumayan jauh, Snow mongkey lebih parah karena terus fokus mengamuk dan kedua kakinya yang sudah tidak terlalu baik dalam bertahan membuatnya langsung terjatuh dalam keadaan tiarap.


Aron tentu tidak ingin menyianyiakan kesempatan itu karena dia langsung melepaskan pedang merahnya dan fokus mengalirkan semua mana terakhirnya pada satu tebasan pedang hitam yang lengsung mengarah keleher boss Snow monkey dan hampir membuat kepalanya terpotong tapi itu sudah dapat membuat snow monkey meninggal karena efek dari api kegelapan itu terus membakar dan mengeringkan otaknya.


Bersamaan dengan jatuhnya drop item Aron juga langsung melemparkan tubuhnya diatas salju.


"Akhirnya selesai juga aku benar benar kehabisan stamina jadi biarkan aku beristirahat sebentar." Ucap Aron menikmati angin dingin setelah pertempuran yang panas.


Naviza dan Dinda segera membereskan Core


dan drop item dari boss snow monkey. Sementara Aron masih beristirahat.


Setelah beristirahat cukup lama dan para perempuan juga sudah membakar daging dan menyiapkan roti mereka segera makan untuk mengisi perut mereka karena mereka belum makan setelah sarapan pagi tadi sedangkan sekarang sudah siang hari jika berada didalam dungeon.


"Jadi apa yang didapatkan dari drop item?" Bertanya Aron selagi makan.


"Dua skill tome dan banyak perlengkapan lain serta jubah juga." Naviza menjawab karena Dinda nampak sibuk dengan makanannya.


"Aku akan memeriksanha nanti." Aron cukup senang saat mendengar mereka mendapatkan dua skill tome karena biasanya itu sangat jarang bisa mendapatkan satu saja sudah merupakan keberuntungan.


Aron dengan cepat menghabiskan makanannya dan langsung beralih kekedua buku yang memiliki tulisan yang tidak dapat dimengerti oleh siapapun.


Berbagai ilmuan dan para ahli arkeolog sudah bekerja keras untuk memecahkan setiap kata didalam skill book tapi mereka tidak dapat petunjuk sama sekali kecuali beberapa ahli arkeolog yang terus berteori dengan sedikit landasan.

__ADS_1


Cara menggunakan skill book sendiri biasanya akan langsung terhubunng pada sistem dan mereka hanya perlu menekan opsi pilihan disistem untuk mendapatkan skill dari buku itu.


[Skill Tome - Ice Shoot


Menembakkan kristal es pada beberapa target.]


[Skill Tome - Ice Floor


Membuat lantai es disekitar area yang dapat membekukan pijakan beberapa target.]


"Bukankah semua skill tome ini hanya untuk class mage saja." Meskipun Aron agak kecewa tapi setidaknya dia masih bersyukur karena mendapatkan dua.


"Naviza kamu gunakan keduanya saja tidak apa apa kan Dinda?" Tentu Aron harus menanyakan pendapat Dinda.


"Tidak masalah tapi panah ini harus menjadi milikku. " Dinda mengangkat sebuat panah yeng terlihat seperti kristal dan Aron sedkit bingung bagaimana cara panah itu melengkung jika ditarik.


"Apa itu memiliki skill?" Aron bertanya.


"Skill nya dapat meningkatkan kecepatan menembak serta akan memiliki efek beku pada target jika terpicu." Dinda menjelaskan.


"Baiklah bagaimana dengan item yang lain." Aron segera mencari lagi tapi hanya beberapa yang dapat dia gunakannya.


[Ice Crystal Sword


Skill Khusus : 'Ice Critical' membekukan target yang ditebas oleh pedang.


Skill Khusus : 'Ice Sword' menurunkan suhu pedang hingga ke - 1.000° C. Tergantung penggunaan mana.]


Aron melihat satu pedang yang tengahnya tedapat keristal es tapi pedang itu bermata dua meskipun sangat panjang pedang itu juga memiliki ketebalan tinggi sehingga Aron tidak bisa menggunakannya karena tidak terbiasa.


Dinda yang melihat Aron tertarik kepada pedang tersebut tapi seperti tidak cocok dengan gayanya segera menyarankan. "Kenapa kau tidak membawanya kepenempa dan membelanya menjadi dua dan sedikit memodifikasinya menjadi mirip seperti pedangmu dengan begitu kamu bisa menggunakannya." Saran Dinda.


"Ya itu dia kenapa aku bisa melupakannya."


Aron kembali senang saat dia bisa mendapatkan pedang yang memiliki beberapa skill es tapi itu mungkin memang tidak terlaku berguna pada pertarungan yang mana Aron selalu menggunakan api tapi setidaknya pedang itu terlihat sangat indah dan keren cocok dijadikan pajangan dipunggungnya.


Aron kembali memilih beberapa item seperti armor dada dan lain lain sebelum membereskan sisanya untuk dibawa pulang.


"Menurutmu apa masih ada sesuatu disarang boss?" Naviza tiba tiba bertanya.


"Memang ini sudah sangat menguntungkan tapi sebaiknya memang kita memeriksa sarangnya siapa tahu kita mendapatkan sesuatu disana." Aron menimpali.


"Aku setuju." Dinda mengangguk setuju.

__ADS_1


"Baiklah ayo kita naik dulu." Aron memimpin jalan memanjat kebukit yang lumayan tinggi.


Perlu sampai tiga puluh menit akhirnya mereka tiba diatas bukit dimana terdapat sebuah gua yang memiliki lubang yang besar dan Aron berasumsi jika itu adalah sarang boss snow monkey.


Mereka berjalan masuk tapi segera berhenti saat mereka semakin dalam dan semakin gelap. "Fire Sword." Aron mengaktifkan api pedangnya untuk melihat kedepan walaupun sebenrnya tujuannya agar kedua gadis dibelakangnya dapat melihat karena matanya sendiri sudah dapat melihat dengan jelas dimalam hari.


Saat semakin dalam sebuah kristal Es yang menyala dari satu ruangan mengundang perhatian mereka dan Aron segera menuju ketempat tersebut.


Saat tiba disana hanya ada telur sebesar bola sepak didalam sebuah kristal yang terus menyala terang.


"Apa ini telur snow monkey?" Aron dengan bodohnya bertanya.


Buk!..


Satu pukulan berhasil mendarat dikepala Aron dan itu berasal dari Naviza. "Kau bodoh kah sejak kapan monyet bertelur!" Berteriak Naviza.


"Kalau begitu ini apa?" Dinda pula tanpa pamrih menyentuh keristal tersebut dan membuatnya pecah perlahan.


Krak! Prang...


Semuanya terdiam saat telur tersebut terjatuh dan untungnya tidak pecah. "Apa sebaiknya kita membawa telur ini?" Bertanya Naviza.


"Sudahlah bawa saja lagian tidak akan ada yang membawanya juga setidaknya kita masih bisa menggorengnya." Aron mengankat telur tersebut dan mencoba memasukkannya kedalam tas penyimoanannya.


"Hanya orang gila yang ingin memakannya." Dinda menggerutu.


"Tidak bisa masuk." Aron tidak bisa memasukkan telur tersebut kedalam slot penyimpanan tasnya.


"Itu artinya telur itu masih hidup dan mungkin akan menetas jadi apa kau masih ingin membawanya?" Bertanya Naviza.


"Karena aku sudah memegangnya jadi bawa saja." Aron tidak kehabisan cara karena segera dia membungkus telur tersebut dengan kain.


Meon...


Omen tiba tiba datang yang ntah dari mana saja dia tadinya.


"Sepertinya Omen ingin kita mengikutinya." Naviza memperhatikan gerak gerik Omen.


"Baiklah ayo." Aron segera memimpin jalan sebagai pembawa penerangan.


Mereka berjalan tidak terlalu jauh dari ruangan telur dan tiba disebuah gua yang memiliki banyak keristal sihir yang biasa digunakan untuk menempa besi untuk menjadi lebih kuat bahkan harganya pun sangat mahal.


...----------------...

__ADS_1


Alfa_RZ: lanjut gak nih?


__ADS_2