Battle Of Hunter

Battle Of Hunter
Chp 20, Boss Snow Monkey


__ADS_3

Dungeon Snow Forest


"Kita hanya mengikuti Omen dan disini Omen sudah tidak dapat mendeteksi monster jadi kemungkinan beberapa monyet kembali kesarang boss saat terjadi badai salju." Aron menjawab sambil menghabiskan makanannya dengan cepat.


"Jadi apa rencanamu?" Bertanya Naviza.


"Kita akan menuju kebukit untuk melawan boss nya tapi kita perlu menangani anak nya dulu jadi kita akan memancing mereka."


"Baiklah."


Sarapan berlangsung dengan cepat setelah peregangan sedikit mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju bukit yang jaraknya hanya tersisa satu kilo meter saja.


Tapi begitu mereka tiba dikaki bukit satu rombongan monyet yang baru saja ingin menurungi bukit langsung menghentikan langkah Arond an segera bersembunyi.


"Jumlah mereka lebih dari seratus." Dinda memperhatikan dari tempat sembunyi.


"Baiklah kita sudah biasa disergap oleh mereka bagaimana jika kita yang menyergap mereka." Aron memiliki cukup dendam untuk menumpas semua monyet ber pan*tat love itu.


"Apa rencanamu?" Naviza bertanya.


"Aku akan langsung maju ketengah bersama Omen Naviza tetap membantu dibelakang sedangkan Dinda akan masuk kepertempuran melalui atas pohon saat perhatian semua monyet tertunu padaku." Aron sudah siap keluar dari persembunyiannya.


"Baiklah." Dinda juga ikut bersiap.


"Nn..." Naviza mengangguk.


Aron segera meluncur menggunakan Silent step melempar pedang hijau yang berhasil menancap disatu kepala monyet dan Aron segera membakar kedua pedangnya menggunakan api merah dan hitam untuk menarik perhatian monyet sekalian meningkatkan damage tebasan.


Kieeekk!!


Semua monyet berteriak kearah Aron sebelum menerjangnya. Sedangkan Aron segera memainkan kedua pedangnya yang sering dia lempar lalu kembali mencabut pedang hijaunya untuk menebas.


Aron benar benar cukup bersenang senang karena merasa pertempuran semakin bagus saat merasakan bagimana mudahnya pedangnya menebas para monyet itu dan trus berganti menggunakaj tiga pedang.


Kecapatan langkah dan pertahanan kuda kudan Aron semakin bagus saat penglihatannya ikut menyesuaikan


kecepatannay dimana semua yang dia lihat seakan melambat dan dia yang berada dikecepatan tinggi bagaikan hanya berjalan seperti biasa.


Dinda dan omen tentu tidak tinggal diam karena Dinda sebagai Archer tentu memiliki keahlian dalam melompat kerberbagai tempat diketinghian seperti dari pohon kepohon lainnya dan masih terus melepaskan anak panah.

__ADS_1


Tujuan dia berpindah tempat adalh agar para monyet itu tidak menyadari keberadaannya.


Omen sendiri masih bertempur dengan gaya biasanya yang hanya mencakar dan terkadang memunculkan bayangan kepala kegelapan yang menggigit itu adalah skill baru milik omen yang sudah dia gunakan dari kemarin.


Naviza sendiri tentu tidak ingin menjadi beban karena dia pun mengirimkan buft percepatan pada Dinda dan pertahanan pada Aron.


Pertempuran berlangsung selama beberapa menit dan bahkan lebih ceoat dari yang seharusnya karena Aron cukup menggila yang membuat Dinda sedikit bersemangat dan semakin lincah dalam menembakkan anak panah.


Setelah pertempuran semuanya langsung membereskan semua drop item dengan cepat dan anak panah milik Dinda karena bagaimanapun tempat tersebut adalah tempat yang sangat dekat dengan tempat boss akan sangat menyusahkan jika mereka belum beristirahat tapi boss snow monkey sudah kembali menyerang.


Setelah semuanya dibereskan kecuali mayat snow monkey mereka segera memulihkan stamina ditempat persembunyian dan Aron lebih memilih menggunakan potion dari pada dipulihkan oleh Naviza karena ingin menyimpan mana milik Naviza untuk menghadapi boss dungeon nantinya walaupun stok mana potion masih ada beberapa.


"Berapa banyak anak panah yang tersisa?" Bertanya Aron pada Dinda.


"Masih ada tiga puluh lima." Jawab Dinda yang tentu beberapa anak panahnya rusak karena pertempuran masapah hilang tentu tidak akan karena Omen dapat menemukannya dengan mudah.


Cukup lama mereka beristirahat karena stamina paling susah untuk dipulihakn sehingga mereka membutuhkan istirahat selama dua jam sebelum kembali melanjutkan perjalanan naik kebukit.


Tapi belum sempat mereka naik kebukit satu monster sudah melompat dari atas sana dan tiba tepat ditempat Aron sehingga cepat Aron membawa dua perempuan itu mundur sebelum monster tersebut menginjaknya.


"Huh tadi itu bahay sekali." Aron melap keringatnya.


Monster tersebut langsung mengaum dan itu adalah boss snow monkey setinggi empat meter mirip king kong berwarna putih.


"Andai ponsel dapat dibawa mungkin aku harus mengambil beberapa gambar dari monster ini siapa tahu aku bisa semakin viral." Aron masuk kedalam mode tempur.


"Kalian berdua tetaplah dibelakang Dinda usahakan  untuk menjauh dari Naviza mungkin dia akan mengincarmu nanti dan Naviza sebaiknya kamu keluarkan beberapa serangan untuk membantu kali ini."


Aron langsung menggunakan taktik awalnya yaitu melempar pedang sebelum menerjang musuh.


"Baik!" Kedua wanita itu langsung berpencar.


Ting!..


Benar saja monyet itu malah menangkisnya dan membuat pedang hijau Aron tertancap dipohon tapi Aron juga sudah berada dibawah monster itu dan satu ayunan pedang mengarah lurus keperutnya.


Dengan cepat snow monkey menyadarinya dan langsung menggunakan tangannya untuk membentuk palu dan menubruk Aron tapi serangan Dinda yang menuju kematanya langsung membuat monster itu reflek menangkisnya menggunakan tangan sehingga Aron memiliki kesempatan untuk membentuk dua bekas tebasan diperut snow monkey dan merobeknya.


Roarrr!!

__ADS_1


Aron segera mondur saat boss snow monskey mulai memukul mukul dadanya siap untuk emenerjang kearah Aron.


Satu hentakan lurus membawa snow monkey dalam kecepatan tinghi untuk menghantam Aron tapi satu bilah angin yang berasal dari Naviza membuat monster tersebut terjatuh dan Dinda segera memanfaatkan itu untuk mengirim anak panah kearah vitalnya yaitu lehernya tapi panahnya tidak cukup untuk memasukkan terllau dalam akibat ketebalan kulit milik Snow monkey.


Omen dan Aron tentu segera memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menebas lutut milik snow monkey Aron untik kaki kanan sedangkan Omen untik kaki kiri.


Meskipun tidak berhasil melepadkan kakinya tapi itu cukup untuk membuat snow monkey tidak dapat bergerak bebas dan tidak dapat menggunakan kakinya.


Roaarrr!!


Tapi saat satu hantaman tangan snow monkey berbalik yang sempat Aron hindari bersamaan teriakan dari Snow monkey tiba tiba disekitar menjadi lantai es dan malah cepat membekukan kaki Aron sedangkan Omen masih sempat untuk menghindarinya dengan menaiki punda Aron.


Buk!...


Bom!...


Satu hantaman lurus dari snow monkey membawa Aron terpental jauh.


"Aron!" Dinda dan Naviza berteriak tapi segera juga Naviza mengirimkan skill healnya pada Aron.


Dinda segera menghujani Snow monkey dengan anak panah agar dapat menarik perhatiannya.


Roarrr!!


Perhatian Snow monkey berhasil tertuju kearah Dinda dan segera pula Dinda untuk berlari kesana kemari menghindari serangan snow monkey sambil mengulur waktu.


Sementara dutempat Aron. "Sial aku terlalu ceroboh aku lupa jika boss snow monkey memiliki skill bawaan." Aron segera meminum potion karena hantaman tadi berhasil menghancurkan armor dadanya dan pecah bagaikan kaca.


Efek hantaman tersebut membuatnya sesak sesaat untung saja Naviza juga sepat mengirim skill heal padanya.


"Kesini kau monyet sialan!!"


Aron kembali menerjang menuju kearah boss dungeon yang sedang mengejar Dinda.


...----------------...


Alfa-RZ : maaf banget guys soalnya novel Battle Of Hunter akan jeda sementara kemungkinan selama satu mingggu jadi sabar dulu yah guys.. kalian bisa membaca Another Vr World Acchident untuk sementara.


Alfa merekomendasikan kalian untuk membaca Another Vr World Acchident karena akan ada hubungan ceritanya nanti dimana yang satu Fantasi barat dan yang ini Fantadi moderen.

__ADS_1


__ADS_2