
Dungeon tetap
"Karena kita sudah berada disini sekalian saja meningkatkan kekuatan aku juga ingin merasakan efek dari teknik pedang ilusi ku." Berkata Aron meninggalkan kerumunan Orge tersebut yang mulai memperebutkan mayat
assassin.
Tekink pedang yang Aron latih hanyalah teknik pedang mengecoh yang ia kembangkan sendiri dan akhirnya memberikannya nama teknik pedang ilusi karena mendapatkan skill baru yang dapat meningkatkan tekniknya
dalam mengecoh musuh.
[Sword Control
Mengontrol letak jatuh pedang yang dilempar keatas serta dapat mengendalikan pedang didalam lingkup tiga puluh centi meter dari tangan.]
Dengan skill ini Aron dapat mengendalikan pedang sejauh tiga puluh centi meter dari tangannya dan dapat menangkap pedang yang jatuh sejauh tiga puluh centi meter dari tangannya.
Setelah berjalan cukup jauh Aron menemukan tiga Orge sekaligus yang mungkin masih dapat Aron atasi dengan bantuan Naviza.
"Kita buru mereka." Aron berjalan keluar dari tempat persembunyiannya dengan dua pedang es ditangannya.
"Aku akan membantu dari sini." Naviza pun sudah merapal mantramya dan sebuah rune sihir tergambar didepannya siap mengekuarkan peluru keristal es.
Grooarrr!..
Orge itu melihat Aron mendekat dan segera mengankat gada ditangannya untuk berlari menyerang Aron.
Aron mencoba tekhnik pedangnya dengan melemparkan satu Ice Sword keatas dan segera menarik Dragon Sword sebelum melesat menyerang.
Bum...
Satu hantaman gada Aron hindari dan berhasil menyayat lengan milik Orge tersebut sebelum mundur dan melemparkan kedua pedang ditangannya menuju kedua Orge yang belum dia serang sementara Naviza segera
menghuajni Orge yang terkuka dengan kristal es bersama Ned, Omen tidak usah ditanya karena sekaranaag sedang menikmati ikan asinnya.
Ketika dua Orge melihat dua pedangeluncur kearah kepalanya mereka segera menagkisnya tapi Aron sudah menangkap Ice Sword yang dia lemepar keatas tadi tepat disamping salah satu Orge.
"Swor Control, Dark Sword!"
Berteriak Aron begitu pedangnya tepat memgarah pada leher Orge, sedangkan pedang yang ditangkis olrh kedua Orge tadi kembali terbang keatas karena dikendalikan oleh Aron dan melemparkannya keatas.
Satu tebasan lurus menuju lehera tanpa ditahan berhasil memberikan luka yang berat pada satu orge yang membuatnya tumbang tapi masih hidup akibat kekerasan kulitnya dan Aron belum bisa memotong lehernya.
Walaupun begitu orge tersebut perlahan mati karena api kegelapan juga darahnya yang terus mengalir, satu Orge yang tadi tentu tidaj tenggal diam karena satu gada kayu mengarah pada Aron yang melaju dari atas keoalanya siap untuk mengenainya.
Dengan vepat Aron membelokkan serangan tersebut karena tentu jika dia menangkisnya secara kangsung mungkin akan mengakibatkan efek stun pada dirinya sendiri.
__ADS_1
Aron cepat melompat mundur dan kembali melemparkan satu pedangnya meskipun tangan kananya agak keram karena pukulan Orge yang harus dia belokkan.
Orge tersebut tidak lagi terkecoh dan memilih menghindari pedang Aron tapi berkat skill Sword Control satu pedang jatuh dari atas dan mengenai pedang yang Aron lempar dan berhasil membelokkannya mengenai mata
orge.
Meskipun lukanya tidak dalam tapi itu berhasil membuat orge hilang kendali sebentar dan sembarang memukul,
Aron tentu tidak menyianyiakan kesempatan tersebut karena pedang kainnya yang jatuhpun segera dia tangkap yaitu Dragon Sword yang memiliki damage lebih tinggi.
"Dark Dragon Sword!"
Satu bayangan naga yang lebih mirip api kegelapan berasal dari pedang Aron berhasil memotong leher orge tersebut dan segera dia memungut semua pedangnya.
"Kekurangan teknik ini adalah aku harus meminta Omen untuk memungut pedangku." Gerutu Aron mengambil pedangnya yang susah payah Omen seret.
"Bagaimana dengamu!?" Bertanya Aron oada Naviza yang sudah berhasil menumbangkan satu Orge.
"Seperti yang kau lihat." Naviza memperlihatkan hasil kerjanya dan segera membantu Aron memungut drop item.
Drop item yang mereka dapatkan hanya dua yaitu sebuah sepatu dan armor dada yang lumayan bagus tapi Aron tidak menyukaimya dan memilih untuk menjual mereka nanti.
"Kita tidak membawa persediaan jadi lebih baik kita pulang saja dulu. " Aron mengusulkan.
"Aku juga berpikir begitu soalnya perutku sudah lapar karena hanya memakan pancuke dan ice krim saat siang tadi." Berkata Naviza menyetujui usulan Aron.
Mereka segera kembali dan Core yang mereka dapatkan hanya digunakan Aron untuk memulihkan mana meskipun tidak menggunakan semuanya.
Skill Dark Sword saat digabungkan dengan Dark Dragon cukup menguras mana tapi Aron dapat merasakan kekuatan tebasannya mungkin meskipun itu adalah membelah Orge menjadi dua Aron yakin dia dapat melakukannya sayangnya Aron tidak dapat menggunakannya secara bebas karena jika dilihat dari status mananya sekarang maka hanya bisa dilakukan hingga lima kali sebelum mananya habis jika tidak segera diisi.
**********
Besoknya Aron mendapatkan notifikasi uang hasil lelang masuk kedalam rekeningnya sebesar tiga belas miliyar lima ratus juta rupiah sesudah mendapatkan berita bahwa guild Green Heaven salah satu guild terbaik kalimantan berhasil memenangkan lelang namun jumlah harganya tidak dipublikasikan karena Green Heaven sendirilah yang akan mempublikasikannya.
"Uang hasil lelang sudah masuk." Berkata Aron pada Naviza yang sedang bermain dengan Ned.
"Kalau begitu kita tinggal menunggu jam tiga sore untuk membayar rumah." Jawab Naviza santai tapi langsung teringat akan sesuatu. "Dirumah baru nanti aku tidak perlu membayar uang sewa kan?" Bertanya Naviza berharap.
"Selama kamu membuatkanku makanan." Aron menyetujui.
"Oke." Walaupun sebenarnya Naviza sudah bisa membeli rumah atau mendapatkan rumah sewa baru tapi dia merasa aman bersama Aron juga ingin agar Aron memiliki sesuatu yang dapat dia andalkan dalam hidup.
"Sebenarnya batu sihir dan harta semuanya kita bertiga yang dapatkan jadi bisa dikatakan rumah ini juga milik kita bertiga." Ucap Aron tersenyum.
"Ya aku akan mengajak Dinda untuk tinggal bersama nanti lagi pula dia hanya menyewa rumah didekat kampusnya." Ucap Naviza akan rencanannya.
__ADS_1
"Yah terserah kamu saja." Aron tidak terlalu memikirkannya karena memang tujuan awal membeli rumah adalah mengumpulkan kekutan dan tim.
**********
Sore hari, 15:00, rumah baru.
"Terima kasih atas jasanya." Naviza berjabat tangan dengan pemilik rumah setelah menyelesaikan semua prosedur pembelian.
"Sama sama." Pemilik rumah tersebut membalas sebekum meninggalkan tempat.
"Jadi bagaimana sekarang?" Bertanya Naviza memberikan sertifikat rumah yang sudah Aron dan pemilik rumah yang tadi tanda tangani.
"Saatnya menyusun itemku.. penyerahan hak gudang bawah tanah juga sudah diberikan jadi aku akan langsung kebawah." Aron tanpa pikir panjang langsung berjalan memasuki rumah berniat menuju kegudang bawah tanah.
"Temani aku ke super market membeli makanan dulu." Naviza menarik kerah baju Aron bagian belakang sebelum dia memasuki rumah.
"Baiklah baiklah.. huh..." Aron hanya mengikuti saja. "Sepertinya lain kali aku harus mengajarimu menyetir mobil." Keluh Aron mulai menjalankan mobilnya.
"Ne' Naviza." Panggil Aron.
"Apa?" Naviza membakas acuh tak acuh karena sibuk dengan ponselnya.
"Menurutmu nama apa yang bagus untuk rumah baru kita?"
"Terserah kau saja."
"Kalau begitu Happy Mansion."
"Tidak!"
"Funny Mansion?"
"Jangan!"
"Mansion Impressive?"
"Bukan!"
"Mansion europe?"
"No!"
"Mansion Catty?"
"Ah terserah yang penting jangan mengganguku!" Naviza agak jengkel dengan berbagai nama konyol yang Aron berikan.
__ADS_1
"Baiklah aku anggap kamu setuju."
Begitulah mereka menghabiskan waktu mereka selama beberapa hari dengan menata mansion.