Battle Of Hunter

Battle Of Hunter
Chp 35, Sul & Widi


__ADS_3

Desa lenju.


"Oh Aron yah saya telah mengirim pesan kepada pusat association hunter palu untuk mengirim hunter kesini ternyata anda adalah orang yang dikirm yah." Dengan cepat pak Maslimin menjabat tangan Aron.


"Yah begitulah apa bapak bisa menjelaskan lebih rincinya?" Bertanya Aron.


"Kalau begitu ayo masuk dulu." Cepat pak Maslimin mengajak Aron untuk masuk kerumahnya.


Didalam rumah.


Aron duduk bersandar diruang tamu.


"Nak! Tolong sediakan teh untuk tamu!" Berteriak pak maslimin kearah dalam rumah.


"Baik!" Sebuah suara perempuan pula membalasnya dari dalam dan Aron yakin itu bukan berasal dari istrinya karena terdengar seperti anak anak.


Melihat Aron agak penasaran pak Maslimin langsung menjelaskannya kepada Aron. "Itu Ima putriku." Pak Maslimin memperkenalkan anaknya.


"Oh.. bisa bapak jelaskan situasinya sekarang?" Ucap Aron bartanya.


"Ah baik saya mulai dari mana dulu.." pak Maslimin mulai menjelaskan.


Dari penjelasannya mengatakan bahwa sebuah ada sebuah retakan dimensi digunung tepatnya disebuah sungai yang membelah gunung diarah timur desa dan arah sungai tersebut juga mengarah kesawah milik desa sebelum menuju kelaut.


Retakan dimensi itu pertama kali ditemukan oleh seprang warga desa yang naik kegunung untuk menebang kayu, memang tidak ada yang melihat adanya pergerakan diretakan dimensi tersebut seperti Dungeon break atau keluarnya monster dari portal itu tapi beberapa warga ada yang mengaku diserang oleh buaya berdiri dengan dua kaki saat berada disawah ataupun disungai.


Dengan semua penjelasan itu tentu Aron Naviza dan Dinda telah menangkap sesuatu secarah garis besarnya.


"Permisi silahkan tehnya." Seorang perempuan yang mungkin berumur sekitar dua belas tahun mengantarkan teh.


Tapi Aron tidak memperdulikannya karena sedang fokus pada misinya. "Dari penjelasan pak maslimin kemungkinan dungeon tersebut memang belum break sebesar lima puluh persen karena biasanya dungeon yang mengeluarkan monster maka akan keluar secara bergerombolan tapi tidak ada warga yang melihat monster." Aron masih berpikir.


"Jadi bagaimana menurut mu?" Pak Maslimin bertanya.


"Masih ada kemungkinan kedua yaitu mengenai laporan beberapa warga yang diserang oleh buaya berjalan menggunakan dua kaki kemungkinan itu bukan buaya tapi Lizardman." Sambung Aron.


"Lizardman? Apa itu?" Bertanya pak Maslimin.

__ADS_1


"Itu adalah monster jenis kadal yang mirip dengan huaya tapi juga dapat berjalan layaknya manusia dan mereka memiliki banyak tipe mungkin kali ini tipe air karena retakan dimensinya juga berada diatas sungai." Naviza menjelaskan.


"Singkatnya sesuatu yang menyerang warga adalah monster Lizardman tipe air dan mungkin mereka sudah tersebar keseluruh penjuru desa menggunakan saluran sungai dan sawah." Ucap Aron.


"Bukankah itu berbahaya?" Pak Maslimin menyadari tingkat kebahayaannya.


"Ini adalah misi yang sulit untuk imbalan rendah tapi sudahlah karena kita sudah mengambil misi tidak mungkin kita membatalkannya." Ucap Dinda.


Memang ada sebuah konsekuensi yang akan diterima pada Party yang membatalkan misi atau gagal mungkin seperti denda atau semacamnya tergantung misi tersebut karena beberapa misi memang ada yang membahayakan warga biasa jika gagal sama halnya dengan misi Aron yang sekarang.


"Untuk sekarang bapak juga haris bekerja sama karena untuk mencari monster disetiap penjuru desa itu adalah hal yang sulit jadi tolong jika ada yang melaporkan melihat buaya atau kadal maka segera hubungi kami juga tolong beri tahu kami dimana lokasi beberapa warga diserang." Aron langsung berdiri setelah memberikan kontaknya.


Tentu Aron harus bergerak cepat dalam misi seperti ini karena selain dikejar oleh waktu dalam misi pencarian dan pembasmian Aron juga harus tetap memastikan keselamatan warga desa.


"Oh iya tadi juga ada seorang pemuda dari desa bengkolli yang datang dan meminta petunjuk dimana lokasi warga diserang." Ucap pak Maslimin setelah mengeliarkan peta desa lenju serta gunung dan beberapa lokasi yang memang sempat dia tandai.


Dinda yang mendegar jika ada seorang dari desanya menuju kedesa ini menanyakan letak monstertentu langsung penasaran. "Ngomong ngomong pak Maslimin siapa prang yang anda maksud?" Bertanya Dinda.


"Kalau tidaj salah namanya Sul." Jawab pak Maslimin.


"Sul!?" Dinda tersentak kaget.


"Orang bosoh itu, ck- dia sepupuku, satu tahun lalu dia tiba tiba dapat menggunakan sistem hunter." Dinda menjawab.


"Baiklah kita menuju ketempatnya dulu, biasanya Lizardman selalu bergerak dalam kelompok jadi kita harus berhati hati."


"Baik."


"Pemuda tadi menuju kelokasi ini." Pak Maslimin menunjuk kearah salah satu tempat yang ada dipeta.


Aron Naviza dan dinda langsung memindai peta menggunakan map sistem dan dengan itu mereka dapat melihatnya kapanpun mereka mau disistem nanti.


"Terima kasih pak kami pergi dulu." Mereka bertiga langsung berlari meninggalkan rumah kepala desa menuju kearah tempat Sul.


Omen memilih untuk berlari dari pada duduk santai dipundak Aron karena merasa sekarang adalah waktu yang genting tapi Naviza seperti biasa selalu menggendong Ned sambil berlari.


Tidak butuh waktu lama hingga mereka sampai disebuah sungai tempat tujuan mereka tapi yang tersisa hanya sisa sia pertarungan dengan beberapa mayat Lizardman juga satu orang yang baru saja berhasil menumbangkan satu Lizrdman lagi sebelum duduk untuk beristirahat.

__ADS_1


Buk!..


Baru saja pemuda itu ingin beristirahat satu tendangan dari Dinda sudah menempel diwajahnya.


"Oi kau bodoh kah!? Kenapa kau ada disini!" Berteriak Dinda pada pemuda itu yang Aron jelas sudah tahu bahwa itu adalah Sul sepupu Dinda.


"Wah Dinda kau disini hehe." Habis ditendang malah tersenyum bodoh.


Sebenarnya Sul menggunakan logat sulawesi tapi jika Author menulisnya begitu maka beberapa pembaca akan kesulitan untuk memahaminya.


"Yang kutanya kenapa kau disini?" Dinda menarik kerah baju Sul.


"Aku mendengar ada portal disini jadi kau menuju kesini." Jawab Sul.


"Dasar kau ini portal bisa diurus oleh para Hunter kenapa kau harus kesini?" Dinda menggeleng.


"Habisnya kau tidak ingin mengajakku kekota yang memiliki banyak portal jadi saat aku mendengar terdapat portal disini aku langsung kesini." Ucap Sul menjelaskan.


"Aku tahu kau kuat tapi ais membawamu kekota pastiakan sangat merepotkan." Ntah alasan apa Dinda berkata begitu.


"Sudahlah kalian berdua, perkenalkan namaku Aron." Aron datang menengahi.


"Oh kau Aron.. siapa?" Sul dengan bodohnya masih bertanya.


"Aku Hunter dari palu."


"Woa!! Hunter? Keren." Sul langsung melihat Aron dengan seksama dan mengelus hampir semua armornya.


Buk!.


Satu pukulan dari Dinda kembali bersarang dikepela Sul. "Hentikan itu." Ucap Dinda.


"Haha maaf maaf namaku Sul sepupu Dinda." Sul memperkenalkan dirinya dengan benar. "Dan ini adalah Wodi." Sul melanjutkan dengan mengangkat sebuah kotak kayu tiga puluh centi meter persegi.


"Wodi? Apa itu?" Aron bertanya.


"Hehe ini adalah boneka kayu lihat lah."

__ADS_1


Sul melemparkan kotak kayu tersebut bersamaan dengan kotak kayu dipunggungnya yang mana mereka langsung bergabung dan berubah menjadi golem kayu dengan berbagai bentuk mata pisau ditubuhnya.


__ADS_2