Battle Of Hunter

Battle Of Hunter
Chp 36, Gerombolan Lizardman


__ADS_3

Desa lenju.


"Bagaimana caramu melakukannya?" Bertanya Aron yang jelas penasaran karena golem itu memiliki pedang ditubuhnya yang dapat dikendalikan oleh Sul.


"Aku mendapatkannya saat menebang pohon dihutan untuk dihadikan kayu bakar dalam membuat gula aren tapi saat aku melihat ada kayu yang bergerak gerak aku langsung mengambilnya tidak kusangka saat aku memodifikasi beberapa kayu dan menyambungnya dengan benang monster laba laba bisa langsung aku kendalikan dari sistem Hunter." Jelas Sul.


Dengan kata lain monster golemnya dapat berubah bentuk tergantung dengan tubuh yang dimodifikasi oleh Sul juga dapat dikendalikan karena ada benang moster laba laba sekuat baja yang mengalirkan manannya.


"Tapi bukankah benang monster laba laba itu sangatlah mahal?" Bertanya Naviza.


"Memang mahal tapi aku pernah membantu beberapa hunter membersihkan dungeon dan mereka memberikanku benang itu." Jawab Sul.


Jelas benang laba laba sangat mahal karena kekuatannya sekuat baja dan tetap lentur seperti benang biasa sehingga sering dijadikan sebagai barang unggulan untuk membuat baju anti peluru maupun senjata lainnya.


"Jadi selain bertarung kau sering menggunakan bonekamu untuk apa?" Bertanya Aron.


"Dia bisanya hanya menggunakannya untuk membantunya memasak gula Aren." Tapi Dindalah yang menjawabnya.


"Yang kutahu menjadi pembuat gula Aren sangatlah menyusahkan kenapa kau tidak ikut kami kekota untuk menjadi hunter?" Aron bertanya.


"Benarkah?" Sul langsung bersemangat.


"Eh kau serius kah?" Tapi Dinda nampak tidak terlalu setuju.


"Dia memiliki kemampuan untuk membantu membersihkan monster kenapa tidak digunakan." Tentu Aron berpikir begitu.


"Mm baiklah itu terserah kamu saja." Dinda memang terlihat agak ragu.


"Baiklah apa kau mau ikut?" Aron kembali bertanya.


"Aku ikut!" Tegas Sul menjawab.


"Baiklah kalau begitu yang pertama kita harus membersihkan semua monster Lizardman terlebih dahulu." Aron membuka map sistemnya diikuti yang lain.


"Kemana selanjutnya?"


"Arah selatan." Aron tanpa menunggu langsung berlari kearah selatan tapi tentu saja masih dalam kecepatan normal untuk menyesuaikan kecepatannya dengan Naviza yang memiliki kecepatan terendah dalam tim.


Sul sendiri hanya mengikuti dan masih dapat menyeimbangi kecepatan mereka dengan bonekanya yang dia taruh dipundak mirip tas.


Mereka berhasil sampai disawah dengan sedikit saluran air dipingiran sawahnya.


Golem milik Sul langsung menyerang kearah perairan tersebut yang membuat lima ekor Lixardman muncul.

__ADS_1


Semuanya langsung mengekuarkan senjatanya termasuk sul yang menggunakan pedang normal bermata dua tapi jelas tingkat pedang itu sedikit lebih tinggi karena memiliki beberapa skill khsusus.


Tanpa menunggu lagi Naviza dan Ned langsung membekukan air yang ada dikaki Lizardman untuk mengurangi pergerakan mereka.


Satu lempara Ice Cristal Sword mengarah kepada lizardman dan berhasil ditangkap tapi tentu seperti biasa Aron juga sudah berada disampingnya mengayungkan Ice Cristal Sword pada lehernya tapi itu hanya berhasil melukainya sedikit saja.


"Memang monster tingkat B sangat kuat seperti Orge." Aron dengan cepat melompat mundur untuk menghindari serangan Lizardman.


Tapi satu serangan dengan skala api yang sabgat besar langsung terjun dari atas dan memukul satu Lizarman hingga Lizardman tersebut sempat terkena stun selama dua detik tapi tidak ada yang memanfaatkannya karena melihat kebodohan Sul yang menyerang langsung menggunakan api dan melelehkan es dikaki Lizardman.


"Eh kenapa kalian bengong?" Bertanya Sul sebelum dihantam dan terlempar.


"Nanti saja bengongnya cepat ulangi serangannya!" Aron kembali meluncur untuk melakukan serangan jarak dekat.


Karena es sudah tidak ada dan Naviza juga untuk sementara memutuskan menyimpan skillnya karena masih banyak tempat yang belum mereka bersihkan akhirnya pergerakan para Lizardman menjadi begitu cepat karena bertarung diatas air.


Tentu boneka milik Suk terus dia kenalikan walaupun keadaan Sul masih agak sulit tapi dia tetap mengendalikan bonekanya intuk bertarung dan itu benar benar berguna untuk mengalihkan perhatian para Lizarman.


Dinda beberapa kali memang berhasil menembakkan anak panahnya juga beberapa kali gagal karena kulit Lizardman yang bersisi dan lumayan tebal.


Setelah beberapa kali bertukar serangan Aron akhirnya berhasil menumbangkan satu Lizardman dan beralih keLizardman yang lain.


"Sekuanya mundur! Dark Bom!"


Satu ledakan berhasil menghempaskan keempat Lizardman tersebut dan kembali lagi mereka dihujani dengan berbagai hujan kristal es dan panah biasa, Sul juga sudah bisa kembali bertarung dan membabat satu persatu Lizardman.


Tentu Aron tidak menggunakan gaya berpedang biasanya karena akan repot jika harus melempar pedang lalu mengambilnya kembaki dimedan berlumpur yang dapat menelan pedangnya juga agak sulit untuk bergerak dan berlari.


Pada akhirmya mereka berhasil membasmi para Lizardman lagi.


Setelah Dinda mengomeli Sul mereka kembali melanjutkan perjalanan dan membasmi satu persatu tempat yang ada dipeta hingga akhirnya mereka sampai didepan portal setelah menyusuri sungai tepat saat sore hari.


"Ini adalah wilayah terakhir kemingkinan akan ada Boss Lizardman jadi bersihkan anak anaknya dengan cepat." Aron dapat melihat tujuh Lizardman sedang berdiri didepan portal dengan air yang tingginya mencapai lutut manusia normal.


"Baik."


"Sul pancing mereka dulu dengan skill apimu setelah itu Naviza dan Ned tolong bekukan sungainya." Aron mulai mengarahkan.


"Oke."


"Baiklah Sul lakukanlah."


"Fire Shoot!"

__ADS_1


Satu tembakan api dari Sul berhasil mengenai Lizarman dan mamancingnya untuk berlari kearah Sul tapi cepat dibekukan oleh Naviza dan Ned.


"Silent Step." Aron yang sudah lebih dulu bersembunyi dari tadi segera menggunakan skillnya untuk memutar.


"Dark Sword!!"


Sreet..


Satu tebasan dari Aron berhasil melukai satu Lizardman tepat dipundaknya.


Semua Lizarman langsung berbalik kearah Aron dan melancarkan serangan tapi tetap saja tidak dapat meninggalkan tempat sehingga Aron dengan mudah untuk mundur.


Naviza dan Dinda langsung mengeluarkan serangan mereka untuk mengurangi kesehatan Lizardman sebelum Omen dan Sul maju bersama Arpn untuk menghabisi Lizardman.


Akibat dari pertarungan mereka beberapa kali sebelumnya membuat mereka juga menjadi leboh memahami taktik serangan para Lizardman sehingga tidak perlu waktu lama untuk menghabisi semuanya tapi yang aneh adalah tidak ada boss yang keluar dari portal meskipun para Lizardman sudah menjatuhkan Drop item mereka.


"Sial! Karena terlaku tebal tanganku jadi agak keram untuk menebasnya." Aron menghempas hempaskan tangannya.


"Tapi ini sedikit aneh kenapa bossnya belum muncul saat kita sudah menghabisi semua Lizardman." Ucap Naviza atas sebuah keanehan.


"Jangan jangan!" Semuanya langsung menyadari sesuatu sebelum sebuah suara panggilan terdengar.


Kriing Kriiing!...


Cepat Aron mengankat telpnnya.


"Halo."


"Ini Aron yah.. tolong kamu cepat kesini beberapa buaya berjalan tiba tiba muncul dijalanan.. semua warga sudah berhasil mengungsi tapi tetap saja masih ada beberapa yang terluka." Suara pak Maslimin terdengar.


"Dimana bapak sekarang?" Aron bertanya.


"Dijalan Mafaga mereka sedang menuju kejalan trans sulawesi cepatlah!"


"Baik kami segera kesana." Aron menutup telponnya. "Semuanya kita dalam masalah cepat kita harus menuju kejalan Mafaga!" Tanpa dijelaskanpun semuanya langsung mengikuti Aron.


Aron tidak lagi menunggu dan langsung menggunakan kecepatan tingginya saat hari sudah mulai malam.


Cepat Aron berlari menuju kejalan Mafaga dan setelah sampai dia dapat melihat sebauh gerombolang Lizardman yang tidak kurang dari dua puluh ekor.


"Sial ini benar benar sial tapi aku harus menghabisi mereka." Aron terus menghisap beberapa batu Core untuk memulihkan tenagannya.


"Silent Step." Aron tidak lagi berpikir dan menggunakan dua Dragon sword.

__ADS_1


"Dark Sword!"


__ADS_2