Battle Of Hunter

Battle Of Hunter
Chp 38, CrocoLizard


__ADS_3

Hanya perlu lima menit saja sebelum akhirnya Aron dan Naviza tiba ditempat Dinda dan Sul yang terlihat jelas Sul terus memancing Lizardman untuk mengikuti mereka.


"Lah aku kira kalian dikejar." Ucap Aron mengeluarkan pedangnya.


"Tadi Lizardman ini sempat menyerang warga yang ada di sungai jadi kami hanya bisa memancingnya untuk kejalan raya seperti ini." Ucap Dinda menjelaskan.


"Boss Lizardman atau dikenal sebagai CrocoLizard, semua skill elemennya adalah elemen air, dia bisa menggunakan water slash dan water shot." Ucap Naviza memberikan informasi sambil bersiap memberikan buft pada David.


"Ukuran tubuhnya sih sama dengan Lizardman kemarin tapi auranya jelas lebih kuat." Ucap Aron.


Slash!


Sebuah sabit air yang jelas dapat memotong pohon tiba tiba meluncur dari tebasan pedang CrocoLizardo menuju kearah mereka semua tapi dengan cepat Sul membentuk bonekanya menjadi sebuah prisai dan menahan laju tebasan air tersebut.


"Hebat juga prisaimu bisa menahanya." Puji Aron karena seluruh struktur prisai Sul terbuat dari kayu kecuali pedang dan pisaunya.


"Itu adalah skill bertahanku yang dapat menetralkan serangan sihir." Ucap Sul yang tidak menyembunyikan skillnya.


"Ice Shot!." Naviza dan Ned langsung penyerang CrocoLizard dengan berbagai kristal es tapi dengan mudah dihindari oleh CrocoLizard dengan berlari kesamping.


"Ice Arrow!" Tembakan Dinda yang jauh lebih cepat langsung menuju kearah kepala CrocoLizard tapi ditangkis penggunakan pedang.


"Lava Fire!" Sebuah semburan api keluar dari mulut boneka Sul yang langsung membuat CrocoLizard mundur dan mendapatkan efek Knockback selama satu detik.


Aron langsung meluncur menggunakan Silent Stepnya dan mengayungkan Dragon Sword kearah leher bagian belakang CrocoLizard.


"Dark Sword!"


Ting!


Tapi pedang Aron berhasil ditangkis oleh CrocoLizard karena telah terlepas dari efek KnockBack.


"Kenapa bisa!? Ini belum satu detik." Terkejut Sul karena passif skillnya dapat dibatalkan.


Tersenyum Aron saat satu tangan kirinya yang memegang pedang terhantam keatas dan satu tanganya lagi mencabut pedang dipinggannya.


"Dark Sword!" Satu tebasan dari Dragon Sword Aron berhasil melukai tangan CrocoLizard. "Dark Bom!" Aron melepaskan satu skillnya untuk membutakan pandangan CrocoLizard sebelum melompat mundur.


Begitu Aron menjauh berbagai serangan jarak jauh langsung dikerahkan oleh Dinda dan Naviza yang membuat mereka menjadi sasaran CrocoLizard.


CrocoLizard sudah tidak terlalu peduli dengan serangan yang mengenai tubuhnya dan langsung menggunakan water Shot yang menghujan kearah Naviza yang lebih mudah diincar.


"Defense Move." Sul yang dengan menggunakan skillnya langsung berpindah kedepan Naviza dengan prisai kayunya.


Tapi CrocoLizard langsung melaju dan menebas prisai Sul yang membuat Sul termundur dengan tangannya yang terasa sangat sakit.


Aron tentu tidak tinggal diam dan langsung maju dan bertarung dengan CrocoLizard sementara Naviza berusaha untuk menyembuhkan Sul.


Ting! Ting! Ting!


Aron masih bertarung menggunakan dua pedang kristalnya karena itu jauh lebih mudah untuk dikendalikan dalam menangkis segala serangan CrocoLizard yang membuat Aron kewalahan.

__ADS_1


"Aku sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk menyerang." Ucap Aron yang berusaha mencari celah.


Aron langsung mundur satu langkah sebelum melemparkan pedangnya kearah samping CrocoLizard.


Begitu pandangan CrocoLizard tertuju pada pedang yang Aron lempar, Aron segera menggunakan Dark Bom untuk menyerangnya yang membuat mereka sama sama mundur.


"Sial aku tidak menemukan celah." Ucap Aron kembali maju.


Aron kembali mencabut pedangnya sebelum menangkis sebuah water slash yang menuju padanya, meskipun dia telah menangkisnya Aron masih menerima damage serangan.


Aron langsung mengaktifkan matanya agar bisa mendapatkan akselerasi mata yang mampu membaca serangan.


Ting! Ting! Ting!


Setelah bertukar beberapa serangan Buft percepatan akhirnya Naviza kirimkan pada Aron.


"Ok thank you, sekarang saatnya." Aron juga sudah selesai membaca titik serangan CrocoLizard sehingga dapat menebak serangan selanjutnya dengan kemungkinan lima puluh persen.


Aron segera menggunakan tekniknya dimana satu pedangnya dia lempar keatas tapi itu tidak berhasil mengalihkan perhatian CrocoLizard yang jelas bisa merasakan sebuah bahaya.


Aron dengan kecepatan tangannya mengambil sebuah pisau dibelakangnya dan melempar kewajah CrocoLizard yang membuatnya segera menangkisnya.


Aron tidak menyianyiakan kesempatan saat pedang CrocoLizard tidak dalam keadaan siaga sehingga Aron langsung menggunakan skill ultimetnya.


"Dark Dragon Sword!" Ucap Aron yang menggunakan seluruh sisa mananya yang hanya tersisa empat puluh persen kepada pedang Dragon Sword yang membuat pedang tersebut langsung mengeluarkan api dengan bentuk naga kegelapan yang langsung menebas dada CrocoLizard yang tanpa pertahanan.


Buk!


"Defense Move." Sul langsung berpindah kedepan Aron yang tumbang karena kehabisan mana. "Serahkan sisanya padaku." Ucap Sul.


"Oke terima kasih." Ucap Aron sebelum mengeluarkan beberapa core untuk dihisapnya.


Sul hanya perlu menggunakan beberapa skill dari bonekanya sebelum menumbangkan CrocoLizard dan menjatuhkan beberapa Drop Item.


Semuanya langsung tumbang karena kelelahan kecuali Naviza yang masih memiliki stamina langsung membereskan Drop item.


...


"Terima kasih Naviza." Ucap Aron saat Naviza menyembuhkan lukanya.


"Nn." Naviza hanya mengangguk.


"Bagaimana keadaan warga yang terluka?" Bertanya Aron tentang warga yang tadi sempat diserang.


"Sudah dibawa kepuskesmas oleh warga lain." Jawab Naviza. "Salah satu warga mengatakan bahwa gerbang dungeon sudah tertutup.


"Kita kembali kerumah kepala desa dulu sebelum kembali ke palu." Ucap Aron setelah memasukkan mayat boss dungeon.


"Baik."


...

__ADS_1


Karena masih perlu istirahat dan membersihkan perlengkapan mereka dari lumpur sawah akhirnya mereka memilih untuk bermalam dan kembali kepalu keesokan harinya saja.


Makan malam.


"Jadi Sul, besok kau akan ikut atau bagaimana?" Bertanya Aron memastikan.


"Sebenarnya aku harus pulang dulu untuk bersiap-" ucapan Sul terpotong.


"Sul akan ikut ke palu besok." Ucap Dinda memotong Sul.


"Tapi aku harus mengambil pakaiank-"


"Tidak perlu, dipalu banyak toko pakaian." Ucap Dinda yang entah kenapa tidak membiarkan Sul untuk mengambil barangnya.


"Sebenarnya kita bisa mampir kedesa Bengkolli sebelum kembali ke palu." Ucap Aron sementara makan.


"Benarkah?" Sul nampak berbinar.


"Tidak perlu, kita langsung pulang saja dan menerima hadiah misinya." Ucap Dinda.


"Bagaimana Sul?" Aron bertanya karena melihat Sul agak keberatan.


"Baiklah aku nurut kata Dinda saja." Sul pasrah saja.


"Kita alan berangkat jam enam pagi jangan sampai kesiangan." Ucap Aron.


"Oke." Jawab semuanya.


...


Pagi hari 06:00


"Kalau begitu pak Maslimin, kami pamit dulu." Ucap Aron berpamitan karena kepala desa juga sudah banyak membantunya saat menjalankan misi.


"Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada nak Aron dan yang lainya karena telah membersihkan monster yang menyerang desa." Ucap pak Muslimin sedikit menunduk.


"Tolong angkat kepala bapak pak, kami hanya menjalankan misi juga kami sangat berterima kasih karena pak Muslimin sudah banyak membantu dalam misi kami, terima kasih banyak." Ucap Aron.


"..." Pak Muslimin diam dan tidak berkata lagi.


"Kalau begitu kami pamit pak." Ucap Aron masuk kedalam mobil bersama yang lainnya.


"Hati hati!"


...


Sesampainya dipalu party Aron langsung menerima hadiah penyelesaian misi karena tentu selesainya dungeon tersebut sudah dikonfirmasi langsung oleh kepala desa Lenju.


Untuk drop item sendiri masih belum disentuh sama sekali karena mereka berencana untuk membaginya saat sampai dirumah saja.


Aron dan Naviza langsung kembali ke Mansion sedangkan Dinda harus menemani Sul untuk membeli perlengkapan jadi mereka berpisah digedung association.

__ADS_1


__ADS_2