Battle Of Hunter

Battle Of Hunter
Chp 22, Dragon Iron Sword


__ADS_3

Dungeon gua


Mereka berjalan tidak terlalu jauh dari ruangan telur dan tiba disebuah gua yang memiliki banyak keristal sihir yang biasa digunakan untuk menempa besi untuk menjadi lebih kuat bahkan harganya pun sangat mahal.


"Woaa ini indah." Naviza menikmati setiap cahaya yang memantul dari keristal sihir.


"Sepertinya ada yang aneh Omen masih meminta kita untuk mengikutinya." Aron masih terus berjalan hingga akhirnya tiba disuatu tempat dimana menemukan kerankan tulang monster setinggi lima puluh meter.


"Krangka dragon." Ucap Aron mematikan api dipedangnya.


"Ini benar benar tulang dragon dan juga ada banyak harta disini." Berkata Naviza saat melihat ada banyak batu emas murni dibawah naga tersebut serta berbagai item.


Satu item yang menarik perhatian Aron yaitu sebuah tulang berulang manusia menggunakan Zirah full plate yang


membungkus seluruh badan dengan motif naga juga terbuat dari sisik naga serta pedang dan prisainya.


"Mungkin telur ini berasal dari naga ini." Ucap Aron tiba tiba.


"Kurasa juga begitu." Dinda mengiyakan sambil mencari menggeledah ruang harta tersebut karena menemukan satu panah dan masih terus mencari.


"Disini ada cincin penyimpanan!" Berteriak Aron saat mendapatkan cincin penyimpanan dari jari tengkorak orang yang meninggal tersebut.


"Segera bereskan semuanya lalu kita pulang karena jika kita terlalu lama maka pihak asossiasi akan masuk karena aku yakin portal telah terbuka sejak kita menghabisi boss dungeon." Navizapun membantu mengumpulkan item yang bertebaran.


Aron dengan cepat menggunakan cincin penyimpanan berwarna hitam tersebut dan memasukkan semua harta yang ada didapam sana termasuk tulang naga dan Corenya setelah semuanya dibereskan Naviza malah kebingungan saat mata Aron kelihatan berbinara dan mengekuarkan sebuah cangul tambang.


"Aron apa yang akan kau lakukan!?" Bertanya Naviza.


"Akan sangat disayangkan jika kita tidak mengambil batu sihir ini." Aron langsung menggunakan semua kekuatannya dan menebas dinding gua untuk menggal batu sihir.


Aron juga menambahkan kekuatan mana untuk memperkuat dan mempercepat penambangan. Alat itu sendiri Aron selalu persiapkan karena Aron adalah tipe orang yang selalu sedia payung sebelum hujan.


"Kau Dor***on kah?" Bingung Naviza melihat Aron.

__ADS_1


Setelah menggali selama satu jam dan masih banyak batu sihir didalam gua tersebut akhirnya Aron menyerah karena jumlah batu sihir yang masuk kedalam cincin penyimpanannya sudah melebihi seribu ton.


"Apa kau sudah puas sekarang?" Naviza tiba tiba bersuara saat Aron berhenti menggali dia benar benar bosan melihat Aron sedangkan Dinda sedang sibuk terus melap panah yang ada ditangannya.


"Setidaknya bantu lah aku woi!" Berbalik Aron berteriak.


"Yah aku tidak bisa menggali nanti kulit tanganku rusak dan aku juga tidak membawa alat, tidak seperti kamu yang mirip dengan robot rakun dimasa depan apapun selalu dibawa." Santai saja Naviza menjawab.


"Woi itu robot kucing bukan rakun!" Aron merasa aneh kenapa harus memperdebatkan itu. "Sebaiknya kita tidak usah memberitahu association tentan masalah harta ini aku tidak mau ada dari mereka yang membocorkan informasi kepada para hunter dan kita menjadi sasaran pembunuhan." Ucap Aron ketika kembali tenang.


"Ya kalau itu aku setuju saja denganmu." Naviza berdiri dan bersiap untuk pulang.


"Dinda kita pulang." Aron kembali memimpin jalan.


"Baiklah hehwe." Dinda masih tergila gila dengan panah tingkat tinggi yang dia dapatkan.


Mereka pergi meninggalkan gua tersebut dengan menyisahkan batu sihir yang masih banyak dan tulang manusia yang sudah Aron kuburkan dengan baik sebagai bentuk terima kasihnya karena memberikannya cincin semesta tak terbatas.


Mereka keluar dari gua itu dan hari sudah menjelang malam didalam dungeon tapi diluar seharusnya sekarang masih tengah hari jadi Aron segera memimpin jalan dengan cepat menuju keluar dan tidak ingin lagi beristirahat malam karena memilih untuk pulang dan beristirahat dirumah saja.


Dua petugas yang berjaga didepan portal masih tetap berada diasana dan langsung menyambut Aron saat mereka keluar juga portal dibelakangnya langsung tertutup.


"Apa ada keanehan pada Dungeon?" Bertanya petugas tersebut untuk mencatat informasi dungeon siapa tahu memiliki informasi baru dan itu akan sangat berguna untuk penelitian.


"Selain dungeon yang menutup saat kami masuk itu sudah tidak memiliki keanehan lain sedangkan untuk boss dari dungeon ini adalah Boss snow monkey." Aron melaporkan situasi bagaikan tidak menyembunyikan apapun.


"Snow mongkey kalau begitu artinya hanya rank party rank C+ yang dapat mengalahkannya." Petugas itu menganalisa.


"Kali ini sedikit lebih lemah jadi kami bisa menumpasnya dengan usaha yang lebih keras." Aron menyelesaikan pertanyaan yang mungkin akan lebih banyak lagi dengan cepat cepat menuju mobilnya dengan sebuah telur didalam sebuah kain yang ada ditangannya.


Cepat Aron memutar mobilnya dan pergi menuju kearah gedung association group untuk menjual item.


Item yang akan Aron jual hanyalah yang dia dapatkan dari mengalahkan para Snow monkey karena masih ingin menyimpan yang lainya sebagai harta yang akan digunakan saat dalam keadaan darurat atau dalam keadaan lain.

__ADS_1


Singkat cerita Aron telah menjual semua item dengan harga tuju belas juta rupiah dan segera membaginya.


Mereka kembali kerumah Aron untuk membersihkan diri serta beristirahat yang cukup dan akan menyeleksi setiap item nantinya.


Setelah semuanya membersihkan diri mereka akhirnya memilih untuk makan terlebih dahulu sebelum memeriksa item satu persatu.


...


Malam hari setelah makan.


Gudang penyimapanan item dirumah Aron.


"Berhamburan."


"Benar benar berhamburan."


"Sudahlah bantu aku memeriksa semua item ini karena semuanya kita dapatkan dari tempat naga itu jadi kurasa semuanya berkualitas." Aron langsung mengeluarkan semua isi penyimpanannya kecuali emas batu sihir dan kerangka dragon.


Yang pertama Aron bereskan adalah satu set zirah yang memiliki pedang dan tameng besar.


Aron berencana untuk menyuruh penempa membuatkannya sebuah bonek besi untuk dipasankan zirah tersebut dan menjadi pajangan di gudang penyimpanannya karena tantu Aron tidak dapat menggunakan zirah yang terlalu berat seperti itu meskipun dia tahu jika dia menggunakan zirah itu maka akan menaikkan anerginya dan membuat nya dapat menggunakan zirah itu dengan leluasa hanya saja gayanya kurang cocok untuk zaman sekarang.


Aron hanya mengambil beberapa zirah tipis yang akan dia gunakan nantinya dan beberapa pedang yang akan dia modifikasi termasuk satu pedang yang lagi lagi berhasil menarik perhatiannya.


[Dragon Iron Sword


Terbuat dari perpaduan besi dan darah naga membentuk sebuah pedang yang ganas dan memiliki ketajaman serta ketahanan tinggi.


Skill pasif : Dragon aura, dapat menaikkan aura pengguna saat menggunakan pedang tersebut.]


"Ini memang sangat bagus tapi apa ada orang yang bisa memodifikasinya." Aron melihat pedang bermata dua ditangannya yang lumayan panjang.


"Mungkin dipalu tidak akan ada tapi aku mendapatkan informasi jika disalah satu desa dipantai barat terdapat seorang penempa yang sangat handal." Dinda tiba tiba datang dengan penampilannya yang mirip Archer legend dengan berbagai zirah super epik ditubuhnya yang memang dikhususkan untuk Archer.

__ADS_1


"Bagaimana penempa itu?" Bertanya Aron.


__ADS_2