Battle Of Hunter

Battle Of Hunter
Chp 19, Dungeon Snow Forest


__ADS_3

Memasuki Dungeon


Setelah semuanya beres dan Dinda juga telah memarkir baik baik motornya dirumah Aron mereka segera berangkat menuju kedungeon yang sudah mereka pesan tapi sebelum itu mereka juga singga di tempat penjualan senjata dan makanan untuk membeli anak panah serta beberapa roti kering dan daging tentu Aron tidak lupa membawa ikan asin.


Singkat cerita mereka akhirnya sampai didungeon yang dimaksud dengan dua hunter yang berasal dari association dan menggunakan seragam association yang berjaga didepan portal dengan tenda sebagai tanda pos.


Aron tanoa menunggu segera memarkir mobilnya dan memverivikasi dungeon tersebut sebelum berjalan masuk.


"Data hunter telah terverifikasi. Dungeon ini dipesan oleh Dark Catty dan anda adalah Dark Catty jadi silahkan masuk bersama dengan partty anda." Ucap petugas yang berjaga.


Aron tidak mempermasalahkan title nya lebih lanjut lagi dan berjalan masuk dengan omen dipundaknya diikuti oleh Navoza dan Dinda.


Setelah mereka masuk portal dibelakang mereka tiba tiba tertutup. "Aron dungeon ini tipe yang merepotkan kita harus mengalahkan boss sebelum bisa keluar." Ucap Dinda dimana dia mulai kedinginan begitupun Aron dan Naviza.


"Yang jelasnya sekarang kita berada dihutan bersalju sedangkan dungeon ini tingkat silver jadi kemungkinan lawan kita adalah Snow monkey." Aron menganalisa setempat dan mengeluarkan tiga jubah dari tasnya setidaknya itu dapat menahan dingin.


"Untuk sekarang ayo kita masuk lebih dalam." Naviza tiba tiba memimpin jalan.


Mereka terus berjalan memasuki hutan salju dan setelah berjalan sepuluh menit akhirnya beberapa monster monyet salju mengepung mereka.


"Kali ini job Archer adalah job yang paling tepat untuk melawan snow monkey." Aron melihat sekeliling dimana para monyet kebanyakan berada diatas pohon.


"Aku akan berusaha." Dinda menimpali.


"Skill ku dan Naviza tidak akan terlalu berguna disini jadi aku akan mengandalkan kekuatan untuk menahan mereka sedangkan Dinda segera mengeliminasi para monyet ini." Aron membentuk pertahanan.


Kieeekkk!!!


Aaaak!!

__ADS_1


Semua monyet langsung menyerang kearah mereka bertiga dan Naviza segera memberikan buft peningkatan kecepatan pada Dinda untuk mempercepat dia dalam membunuh monyet tapi meskipun begitu dia tetap membutuhkan dua anak panah untuk membunuh satu monyet sehingga Aronlah yang paling kesusahan karena harus menahan dan membunuh para monster monyet itu jika ada yang mendekat.


Omen tidak tinggal diam karena dia juga mulai membunuh para monyet dengan skill cakarnya yang hanya membutuhkan dua sampai tiga cakaran dileher untuk membunuh monyet.


Snow monkey adalah jenis monyet putih yang hanya akan tertarik pada satu target jadi mereka tidak memperdulikan Omen yang terus mengurangi jumlah mereka dengan cara sembunyi sembunyi tapi malah tertarik pada Dinda dan Aron yang membunuh mereka secara terang terangan.


Pertempuran berlangsung selama beberapa menit sampai akhirnya para monyet diarea itu habis.


"Akhirnya selesai juga." Dinda langsung beristirahat karena bahunya sudah terlalu keram akibat memaksimalkan kecepatan memanahnya.


"Beristirahatlah dulu." Aron dan Naviza mengumpulkan semua drop item dan core serta beberapa anak panah milik Dinda yang dapat digunakan.


Setelah semuanya beres Aron kembali berkumpul bersama yang lainnya. "Menurutmu dimana boss dungeon ini berada?" Bertanya Aron pada Naviza sambil melihat satu bukit.


"Aku pun merasa boss nya berada disana Aron hanya saja jarak dari sini kesana itu lumayan jauh kurang lebih sepuluh kilo meter." Naviza menafsir jarak menuju kesebuh bukit diahadapan mereka.


"Kita masih akan memghadapi banyak monster monyet lagi nantinya jadi sebaiknya kita mengubah strategi serangan kita." Aron merasa strateginya tadi kuran bagus.


"Baiklah begini saja kita akan menggunakan barier dari skill milik Naviza untuk melindungi kalian berdua sementara aku dan Omen akan memburu para monyet itu kalian hanya perlu membantuku dari belakang saja." Itu cara yang terpikirkan oleh Aron karena baru mengingat akan adanya fungsi proteyion dari jubah milik Naviza.


"Tapi Coldownnya lumayan lama dan aku tidak memiliki mana yang cukup untuk mempertahannkannya." Naviza angkat bicara.


"Masalah mana aku sudah membeli beberpaa botol mana potion dan beberapa health potion untuk keadaan darurat tapi untuk coldownnya aku masih belum tahu." Aron bingung.


"Dengan kata lain kita dapat melawan satu gerombolan monyet dengan mengandalkan barier tapi berikutnya kita harus kembali menggunakan cara seperti tadi sebelum masa coldownnya kembali." Dinda memahami garis besarnya.


"Baiklah semuanya sudah paham ayo kita berangkat tidak mungkin kalian ingin memakan daging monyet saat bahan makanan kita habis bukan?" Bertanya Aron sambil berdiri dan memasang tasnya sebelum berangkat.


Kedua perempuan itu tentu dengan cepat mengikuti Aron karena tidak ingin membuang waktu dan harus memakan daging monyet saat bahan makanan mereka habis.

__ADS_1


Dalam perjalanan mereka terus memburu gerombolan monyet dengan cara yang telah mereka rencanakan walaupun begitu tentu mereka juga terkadan mendapatkan luka dari cakaran monyet tapi semuanya dapat ditangani oleh skill milik Naviza.


Terkadang mereka harus singgah beristirahat untuk sekedar makan atau kelelahan karena harus terus berburu jika sedang terkepung.


Jika saja hanya berjalan lurus tentu mereka akan sampai dengan cepat tapi Aron memilih jalan berputar putar untuk memburu para monyet dengan mengandalkan arahan dari Omen.


Alasan Aron ingin menghabisi seluruh anak monyet itu duku karena akan sangat merepotkan nantinya jika harus bertempur dengan snow monkey tapi ada banyak monyet kecil yang mengganggu.


Tidak terasa malam akhinya tiba dan Aron segera membangun dua tenda jntuk mereka beristirahat.


Malam hari setelah makan malam Aron terpaksa harus keluar mengikat tenda mereka berdua kepohon agar tidak terbawa terbang oleh badai salju yang kebetulan menemani kesialan malam Aron.


Badai salju berlangsung selama dua jam dan itu berhasil merusak dua tenda mereka.


"Jadi apa yang harus kita lakukan?" Bertanya Naviza saat melihat tumpukan salju setinggi lutut dan tenda yang rusak ditengah malam.


"Gali salju saja dan jangan telalu besar lalu kita akan beristirahat disana untuk mengurangi dingin." Aron terpaksa mengeluarkan selimut lebih karena tidak


memiliki tenda untuk menahan dingin.


"Baiklah." Naviza dan Dinda segera membersihakan salju ditempat mereka akan berbaring.


Aron memilih untuk pergi menebang kayu yang sudha lumayan kering untuk dijadikan kayu bakar.


Setelah kayu bakar terkumpul ditengah tempat mereka akan beristirahat Aron hanya memasukkan pedang meranya kebawah tumpukan kayu dan membakarnya, walau begitu tetap memerlukan waktu lama sampai akhirnya api benar benar menyala dengan sempurna karena kayu agak basa akibat badai salju dan untungnya bagian dalamnya adalah kayu kering yang sudah mati dan lumayan mudh terbakar.


Setelah penghangat dan semuanya telah beres Aron segera tidur karena snow mpnkey biasanya tidak akan berburu dimalam hari juga masih ada omen yang memiliki penciuman yang peka jika terdapat monyet yang ingin menyergap.


Istirahat mereka dibilang lancar juga tidak karena harus menghadapi badai salju semalam tapi mereka tetap merasa segar saat pagi hari dimana sekarang sedang memakan daging bakar yang baru saja mereka bakar. Daging tersebut berasal dari luar yang sempat Aron beli.

__ADS_1


"Kemana selanjutnya?" Bertanya Naviza.


__ADS_2