
"Pak keGedung asosiasi."
"Ok!"
Singkat cerita Aron telah menjual semua drop itemnya yang tidak ingin dia bawa pulang dan mendapatkan uang sebesar sepuluh juta dan segera membaginya dengan Naviza yang mana mereka membagi rata karena sekarang mereka dalam keadaan party bukan lagi dalam keadaan Aron menolong Naviza.
Setelah semuanya beres segera mereka pulang untuk membersihkan diri dan merapikan semua drop item karena Aron juga membut sebuah ruangan dan menghiasnya sedimikian rupa dengan pedang maupun item lain diruangan tersebut.
Ding!
Aron kembali kelayar ponselnya setelah mendapatkan sebuah notifikasi penyimpanan uangnya yang sudah mencukupi setelah menabung dan men irit selama lima tahun.
"Hahaha akhirnya cukup dengan ini aku tidak perlu memesan taksi lagi." Yah Aron dari dulu ingin membeli sebuah mobil untuk dirinya sendiri menggunakan uang peninggalan orang tuanya tapi uang peninggalan orang tuanya masih bwlum cukup untuk membeli sebuah mobil yang ingin Aron beli karena harganya yang terbilang cukup mahal.
Aron sebenarnya dulu ingin membeli sebuah mobil yang didesain khusus untuk membawa barang hasil drop item atau taksi Hunter karena Aron ingin menjadi supir taksi dari pada masuk kedalam dungeon mempertaruhkan nyawa.
Tapi sekarang Aron sudah memiliki kekuatan untuk mencari uang didalam Dungeon sehingga kembali termenung berpikir untuk apa uangnya nanti.
"Haih.." Aron membuang nafas. "Karena awalnya tujuanku ingin membeli mobil sebaiknya aku gunakan untuk membeli mobil saja sekalian.. tapi aku tidak akan membeli taksi sebaiknya aku mencari kodel lain." Aron menetapkan tujuannya dan membuka ponsel untuk melihat rekomendasi mobil yang mencukupi tabungnya.
Esoknya Aron berangkat kedealer mobil bersama Naviza yang kebetulan sedang kosong jadi Aron membawanya untuk mengisi waktu.
Aron juga telah menetapkan pilihannya dalam membeli mobil yang akan dia gunakan jadi ketika masuk dengan jubah putih hasil drop itemnya bersama Naviza yang hanya menggunakan kaos putih bertopi hitam segera mereka menuju kearah mobil yang Aron inginkan.
"Selamat datang didealer kami." Seorang petugas wanita datang menyambut Aron. "Kendaraan seperti apa yang tuan inginkan.?" Bertanya petugas tersebut.
"Biar aku melihat dulu." Tentu Aron ingin melihat lihat dulu mumpung sedang berada disini sekalian saja menyentuh beberapa mobil mewah.
'Ini orang sepertinya mirip dengan orang sok kaya yang pamer kepada pacar tapi laki laki itu cukup tampan tapi menyeramkan dengan mata kanannya.' Batin petugas tersebut berkomentar karena melihat tingkah Aron yang hanya berkelilig keliling saja bersama seekor kucing dan Naviza yang malah sibuk dengan ponselnya tapi tetap mengikuti Aron.
__ADS_1
"Huh memang harganya lebih mahal." Aron menyerah berkeliling dan kembali kemobil yang akan dia beli.
"Apa tuan sudah selesai memilih." Walaupun memiliki pemikiran negatif tapi petugas tersebut tetap mempertahankan tingka profesionalmya.
"Ya ini saja Alfa-KC 47." Aron menunjuk kearah mobil dengan merek Alfa yang sedang marak digunakan oleh beberapa pensiunan tentara dengan empat pintu serta memiliki double gardan.
"Eh!? Itu tyan ekhem pembayarannya ingin filakukan dengan apa?" Bertanya petugas tersebut karena terkejut dan tidak menyangka juga mobil yang ingin Aron beli lumayan mahal.
"Kredit aja." Aron mengeluarkan kartu kreditnya dan segera mengurus pembayaran serta prosedur pembelian.
Aron segera memasuki moblinya bersiap mengendarai dengan Omen dan Naviza yang sudah berada didalam.
"Apa kau tahu cara menggunakannya?" Bertanya Naviza agak ragu.
"Meskipun begini karena dulu aku terlalu senang berencana membeli mobil sehingga aku belajar dulu." Aron cukup percaya diri dengan skillnya dalam mengemudi karena dia juga telah mendapat kartu hunter yang memperbolehkan mengemudi dijalanan sebagai pengganti SIM.
Bruummm....
"Tidak sia sia aku mengeluarkan lima ratus juta untuk ini." Ucap Aron mulai menjalankan mobilnya.
Perlahan Aron mengendarai mobil tersebut berkeliling kota dan walaupun sempat singga di pom bensin untuk mengisinya, warna mobilmya sendiri berwarna hitam dengan beberapa garis merah dipinggirnya yang dapat menyala saat malam.
Naviza dan Omen cukup bosan dengan Aron yang hanya terus berputar putar dikota hingga akhirnya mereka tidur setelah makan siang diwarung.
Aron kembali kerumah memarkir mobil dihalaman dan membawa Naviza masuk kedalam kamar yang masih dalam keadaan terlelap dengan cara menggendongnya.
Aron sedikit khawatir jika nanti Naviza nanti sedang istirahat dan tidak dapat merasakan adanya bahaya jika dalam keadaan tertidur buktinya sekarang dia tidak bangun walaupun Aron menggendongnya kekamar.
Alasan sebenarnya Naviza tertidur lelap karena mempercayakan keselamatannya pada Aron yang mana dia pasti tidak akan dalam bahaya jika tertidur didekat Aron dan menurunkan kewaspadaannya.
__ADS_1
Hari kemudian berganti dan pagi hari tiba dimana Naviza sedang bangun dalam keadaan bingung.
"Eh? Mm.. apa Aron yang memindahkanku?" Sedikit senyuman terlihat jelas diwajah kusut pagi milik Naviza saat membayankan Aron menggendongnya masuk kedalam kamarnya.
Setelah memcuci muka dan mandi pagi Naviza segera keluar dan melihat kedapur tapi disana sudah terdapat Omen yang terlihat sangat kelaparan diatas meja denga Aron yang kondisinya tidak beda jauh dari Omen.
"Ada apa dengan kalian?" Bertanya Naviza.
"Lapar." Aron berkata dengan memegang perutnya.
Kruuuk!
Sebuah suara bersamaan dimana itu berasal dari perut mereka bertiga dan akhirnya Naviza juga merasakan perutnya sedang kosong.
"Aku benar benar bingung bagaimana cara kalian bertahan dulu saat aku masih belum datang." Naviza habis pikir dan segera membuat sarapan pagi.
Kegiatan sarapan pagi mereka berjalan dengan lancar dan lahap setelah itu Aron memilih untuk memperbaiki kebunnya sedangkan Naviza sibuk membersihkan rumah.
Aron memutuskan untuk tidak memasuki Dungeon selama beberapa hari ini karena ingin mempersiapkan diri dalamseleksi Hunter nantinya. Jadi selama beberapa hari terakhir Aron hanya berlatih pedang dan meningkatkan skillnya serta mempelajari lebih banyak tentang mata dewa nya.
Setelah beberapa hari Aron melatih skill berpedang yang akhirnya mendapatkan peningakatan dimana kelincahan Aron semakin bertambah serta pertahanan dan kuda kdua Aron yang semakin kuat walaupun bergerak dalam kecapatan maksimalnya.
Aron juga mendapatkan skiil baru dengan memainkan mana nya walaupun tidak terlalu berguna dalam pertempuran karena itu hanyalah sebuah mana yang berbentuk pisau sepanjang dua puluh centi meter dari telunjuk.
Tapi Aron merasa sangat terbantu dengan skill tersebut jika ingin memotong sesuatu tanpa perlu mengeluarkan pedang karena skill tersebut bahkan dapat memotong ingot besi jika dialiri dengan banyak mana yang akan langsung menguras sepertiga mana Aron.
Aron juga behasil meningkatkan skill Dark Blade menjadi Dark Sword dimana akan melapisia pedang dengan mana kegelapan bagaikan api hitam pada pedang yeng meningkatkan damge dan ketajaman pedang serta efek Corrosive karena mana yang ditinggalkan pada terget seperti membakar dan akan hilang dalam waktu lima detik.
Hari hari kian berganti dan akhirnya hari dimana seleksi hunter dimulai dan Aron juga telah mendapatkan undangan karena telah melewati beberapa pemburuan didalam Dungeon dan memiliki kemungkinan terbangunya kekuatan mana walaupun Aron sudah jelas memilikinya.
__ADS_1
Beberapa orang yang memang merasa mana mereka telah bangkit tapi belum ada teble sistem hunter yang dapat mereka buka juga tetap mendaftar untuk ikut seleksi karena seleksi ini sebenarnya hanya untuk menentukan level rank hunter jadi jika ada yang tidak memiliki kekuatan maka mereka dapat digolongkan sebagai hunter rank F yang sudah memiliki kekuatan tapi tidak memiliki skill.