
Taman bermain
"Silent Step."
Bagaikan sebuah bayangan Aron dapat dengan mudah membunuh kobold didalam kabut dan hanya membutuhkan satu sampai dua tebasan tapi sebagai monster kobold tentu memiliki pandangan mata yang bagus terhadap sesuatu yang berbau kegelapan walaupun begitu tetap saja masih belum dapat menemukan keberadaan aron karena menggunakan silent step dan hanya bau yang tersisa.
Perlaha Aron membantai Kobold tapi tidak terllau cepat karena kekerasan kulit Kobold lebih tinggi dari pada goblin. Perlahan pula kabut hitam yang menyelimuti menghilang dan para hunter yang diutus juga akhirnya telah sampai.
"Hey terima kasih telah menahan monster ini!" Salah satu dari mereka memyempatkan diri untuk berterima kasih pada Aron. "Selanjutnya serahkan saja pada kami."
"Baiklah!" Aron segera mundur. "Naviza sembuhkan aku." Ucap Aron begitu tiba didekat Naviza.
"Baiklah ... Heal."
Pelahan semua luka Aron menutup tapi pakaiannya jadi rusak karena pertarungan tadi.
"Sepertinya kita harus singgah dimall."
Mereka berdua tidak menunggu lagi dan segera pulang tapi sebelum sampai dirumah Aron menyempatkan diri untuk singgah membeli jaket baru dan beberapa pakaian.
Singkat waktu Aron dan Naviza telah sampai dirumah dan membersihkan diri bersiap untuk memulai makan malam.
Makan malam.
"Jadi besok kamu akan kemana?" Bertanya Naviza yang tiba tiba saats edang makan.
".... besok aku rencananya ingin keDungeon selama beberapa hari kau mau ikut?" Bertanya balik Aron.
"Aku juga memang sedang ingin mencari party besok baiklah aku ikut." Sahut Naviza.
Pagi Hari Didepan portal Dungeon tetap.
"Kau yakin hanya kita berdua saja yang masuk?" Bertanya Naviza masih agak ragu.
"Sudahlah Omen disini juga kita tidak akan berburu ditempat yang terlalu dalam dan memiliki banyak monster." Aron menjawab.
"Baiklah."
__ADS_1
Aron masuk bersama Naviza dan Omen. Lagi lagi mereka menjadi pusat perhatian karena Omen tapi beberapa Hunter juga sudah mwngenal Aron yang membawa kucing masuk keDungeon beberapa hari lalu.
Mereka berdua terus masuk kehutan untuk berburu tapi kali ini Aron kurang beruntung marena beberapa tempat sudah diisi oleh para Hunter sehingga Aron dan Naviza akhirnya berjalan masuk lebih dalam kehutan.
"Kita istirahat dulu ... kita berjalan selama satu jam sampai akhirnya kita tidak menemukan Hunter lagi." Aron menurunkan tasnya untuk beristirahat sejenak. "Sekarang kita berada diwilayah yang sering dimasuki oleh party Hunter rank C keatas kamu rank apa Navi?" Lanjut Aron bertanya.
"Aku Suporter rank C+ tapi hanya skill pendukungku yang tinggi dan aku tidak memiliki skill penyerang yang kuat." Jawab Naviza bersandar dipohon.
"Baiklah kita berburu disini saja."
Rrrrr!...
Tiba tiba Omen menjadi waspada pada satu arah. Mihat itu Aron pun juga langsung meminta Naviza untuk bersiap dan menyiapkan pedang hijau dan merahnya. Aron segera bersiap jika ada sergapan dari Monster.
Perlahan sesuatu yang mendekat dari semak semak semakin terdengar Aron semakin waspada saat melihat monster Orc yaitu babi berdiri dengan dua kaki sebanyak enam ekor.
"Silent step." Tanpa basa basi Aron lamgsung meluncur.
"Dark blade."
Satu tebasan pedang Aron berhasil mengenai leher dan melukai salah satu Orc tersebut tapi tidak berhasil membunuhnya dan membuat Orc lain langsung mengarahkan serangan mereka pada Aron.
"Kulit mereka terlalu tebal seranganku bahkan tidak dapat memotong lehernya." Aron melompat mundur.
"Wind Slash!"
Naviza juga menyerang para orc tersebut begitu Aron sudah meninggalkan area jangkauan serangannya dan membuat beberapa Orc menjadi melambat.
Naviza masih ingin melemparkan serangan lagi tapi Aron segera menghentikannya untuk menyimpan skillnya karena mungkin nanti akan lebih berguna juga satu skill sudah cukup untuk menghambat para Orc itu.
"Fire sword."
Aron kembali meluncur dengan pedang api ditangannya dan lebih memilih menghindari serangan para Orc dari pada menahannya langsung karena jelas serangan Orc sangatlah kuat dan bisa saja membuatnya terbunuh jika menahan satu serangan tapi yang lain malah memyerangnya.
Omen tentu tidak tinggal diam karena dia juga sudah semaki mahir dalam pertempuran walaupun hanya berlari melwati para Orc dan sasarannya adalah lutut dan kaki milik Orc agar mereka kehilangan keseimbangan.
Aron terus menebas para Orc dan lari dia hanya akan menwbas jika kesempatannya lebih dari lima puluh persen untuk tidak terkena serangan juga berkat bantuan dari Omen beberapa Orc mulai kehilangan keseimbangan karena luka dikaki mereka.
__ADS_1
Saat Aron tiba tiba salah pijak dan kehilangan keseimbangan satu Orc berhasil mendaratkan serangan walaupun tidak terlalu kuat tapi Aron segwra melompat mundur bersama Omen.
"Naviza gunakan pisau angin sekarang!" Berteriak Aron.
"Baik Wind Slash!"
Satu tebasan angin kembali mwmghantam gerombolang Orc yang membuat mereka tidak dapat maju lagi dan memberikan kesempatan bagi Aron untuk memperbaiki langkahnya.
Aron segera meminta Naviza untuk berhenti dan menunggu para Orc untuk berkumpul menyerang kearahnya.
Para Orc saat sedang dalam kondisi kritis dan memiliki peluang untuk menang akhirnya langsung memilih berlari menerjang kearah Aron tapi itu adalah sebuah kesempatan untuk Aron.
"Dark Bom!"
Satu ledakan besar yang setara dengan ledakan granat bahkan lebih besar memghempaskan para Orc itu tapi beberapa dari mereka belum mati hingga akhirnya Aron mengeliminasi mereka menggunakan pedang.
"Huh ini cukup melelahkan tapi ledakan ini pasti akan memancing monster sekitar." Aron segera membereskan drop item dan merasakan tubuhnya mulai pulih itu adalah skill milik Naviza.
"Thank you Navi." Aron berterima kasih pada Naviza.
"Ini tugasku." Singkat saja Naviza menjawab sebelum membantu Aron membereskan beberapa drop item dan memyimpannya didalam tas penyimpanan yang Aron dapatkan dari mengalahkan Boss goblin.
Tas penyimpanan tersebut memiliki lima puluh slot sama dengan box penyimpanan dan itu sangatlah membantu Aron karena tasnya juga tidak terlalu besar.
Setelah semua dibereskan Aron juga sudah memulihkan mananya tapi Aron masih bingung bagaimana cara memulihkan mana Naviza tanpa menggunakan mana potion karena sebagai seorang suporter terntu Naviza membutuhkan lebih banyak mana tapi Aron yakin jika hanya menggunakan skill seperti tadi itu tidak akan menguras terlalu banyak mana milik Naviza yang notablenya sebagai mage dan memiliki penyimpanan mana terbanyak.
"Bagaimana dengan mana mu?" Walau Aron tau jika Naviza masih memiliki mana yang cukup tapi dia tetap bertanya.
"Jika hanya menggunakan seperti tadi maka aku masih bisa bertarung melawan sepuluh rombongan monster." Jawab Naviza.
"Baiklah kalau begitu karena sepertinya kita sedang kedatamgan beberapa Orc." Aron melihat ada sepuluh Orc yang mendatanginya.
Aron segera melakukan serangan seperti sebelumnya dan hanya perlu beberapa waktu saja akhirmya mereka kembaki memenangkan pertempuran.
Setelah membereskan drop item Aron dan Naviza memilih untuk berkeliling untuk berburu dan yang mereka temukan hanyalah Orc saja sehingga Aron semakin baik dalam menyerang Orc karena sudah mulai terbiasa dengan gaya penyerangan Orc begitu pula dengan Naviza yang mulai lancar menempatkan skill pendukungnya termasuk skill buft.
Hari mulai gelap saat Aron dan Naviza berhasil menumpas lima gerombolan Orc dan mendapatkan berbagai item akhirnya Aron mendirikan dua tenda untuk mereka berdua beristirahat.
__ADS_1