
Luar Dungeon
Tujuan terdaftarnya beast adalah untuk melemparkan segala tanggung jawab pada pemiliknya karena biasanya jika terdapat kekacauan akibat monster dikota maka yang pertama kali kena imbasnya adalah association hunter.
Keuntungan bagi pengguna yang mendaftarkan Beast nya adalah akan diidentifikasi menjadi miliknya dan bagi siapapun yang ingin merebutnya maka dianggap melanggar peraturan hunter.
Beast yang belum terdaftar juga akan diburu oleh Association Group dengan alasan berbahaya jadi mereka harus mendaftarkan beast mereka dan memastikan bahwa beast tersebut benar benar jinak kepada pemiliknya sebelum memberikannya surat keterangan dan lencana Beaster.
"Baiklah kami juga akan segera ke gedung association." Aron segera menuju kemobilnya sebelum berangkat mengikuti mobil petugas association hunter.
Sebagai mobil yang bertanggung jawab mengurus keamanan kota dari monster tentu memiliki hak khusus layaknya ambulan untuk memotong kemacetan tapi wilayah kota palu adalah wilayah yang sangat jarang terjadi kemacetan bahkan dapat dihitung dengan jari dalam waktu satu tahun.
Singkat cerita Aron telah menjual beberapa item yang tidak menarik perhatian dan segera menuju ketempat pendaftaran Beast bersma dengan Naviza yang membawa Ned dan Omen.
"Silahkan isi data jenis beast." Seorang petugas memberikan Aron dan Naviza masing masing selembar formulir.
Dulu memang association group selalu mempertanyakan skill milik beast tapi sekarang telah timbul kebijakan baru bahwa skill merupakan rahasia pengguna makanya Association tidak mempertanyakan skill milik Ned dan Omen lagi kecuali jenisnya saja sebelum menguji tingkat kejinakannya pada pemilik.
Setelah melewati pengisian formulir Aron dan Naviza serta beastnya segera dibawa kesebuah ruangan dan diuji satu persatu dengan pemilik memerintahkan beast untuk melakukan apapun termasuk juga menyerang.
Dari sini pihak assoiation akan menilai tingkat kepekaan kesadaran dan kecepatan respon beast kepada perintah pemilik.
Setelah semua tes tersebut akhirnya beast mereka dianggap lulus dan mendapatkan lencana Beaster. Saat semua urusan mereka selesai segera saja Aron membawa yang lainnya pulang untuk menata item serta membersihkan diri dan beristirahat.
Pagi hari
Seperti biasa Aron hanya melakukan aktifitas paginya yaitu berkebun juga menambah beberapa ikan kekolamnya karena beberapa ikannya kemarin mati akibat airnya yang membeku.
Sambil termenung sambil bekerja Aron pun memikirkan penghasilan mereka sangat lambat untuk membeli rumah sedangkan Aron ingin segera membeli sebuah rumah yang lumayan besar untuk menata itemnya.
"Apa yang kau pikirkan Aron?" Bertanya Naviza saat melihat Aron tidak fokus pada pekerjaannya dan malah melamun.
__ADS_1
"Aku sedang berpikir bagaimana cara kita mendapatkan uang banyak dalam waktu dekat?" Aron menyampaikan isi pikirannya.
Tapi dibalas dengan tatapan aneh oleh Naviza karena dia menganggap Aron bodoh. "Hey Aron, kau punya lebih dari satu ton batu sihir dan emas kau masih bertanya bagaimana cara mendapatkan uang?" -_ Naviza benar benar habis pikir dengan jalan pikiran Aron.
"Iya juga! kalau begitu kamu segera urus tempat untuk menjual beberapa emas dan batu sihir untuk membeli rumah!" Aron kembali bersemangat.
"Haih aku sebenarnya tidak ingin repot repot menjual emas dan batu sihirmu tapi aku malah akan semakin pusing jika menyerahkan penjualan emas dan batu sihir padamu." Naviza agak khawatir jika Aron yang pergi untuk menjual batu sihir dan emas murninya, takut jika Aron ditipu orang.
"Baiklah aku serahlan padamu." Aron langsung melemparkan cincin penyimpanannya pada Naviza.
"Untuk emas itu akan mudah tapi untuk batu sihir itu adalah barang langkah jadi kita akan melakukan pelelangan diassociation hunter untuk menaikkan harga bagaimana menurutmu?" Bertamya Naviza memastikan.
"Kamu atur saja." Aron tidak ingin ambil pusing selama dia mendapatkan rumah baru untuk menata itemnya.
"Aku akan menyerahkan sepuluh batu sihir untuk dilelang besok jadi kamu antar aku menuju keAssociation besok." Naviza berjalan meninggalkan Aron yang mulai berlatih pedang.
"Okke!"
"Permisi apa saya bisa melelang sesuatu disini?" Bertanya Naviza dengan anak naga biru es yang selalu mengikutinya.
"Apa yang ingin anda lelang?" Bertanya kembali seorang petugas yang biasanya menilai item.
"Ini." Naviza mengeluarkan satu bongkah batu sihir sebesar sepak bola dan seberat setengah kilo.
Memang batu sihir lebih ringan dan mudah dileburkan tapi dalam memperkuat senjata dan membuat senjata lebih mudah digunakan terutama senjata sihir maka akan sangat bagus jika ditingkatkan menggunakan batu sihir.
"Batu sihir! Ehkem ini memang barang bagus nona jadi silahkan nona menyimpannya disini untuk menentukan beratnya." Tunjuknya kearah lantai yang mana akan terpampang otomatis berat suatu benda yang diletakkan diatas lantai tersebut.
Tanpa ragu Naviza langsung mengeluarkan batu sihir lagi hingga akhirnya jelas tertulis disana angka lima puluh kilo.
"Lima puluh kilo!!! Dari mana anda mendapatkan batu sihir sebanyak ini?" Bertanya petugas tersebut ingin menggali informasi.
__ADS_1
"Apa ini bisa dilelang?" Tapi Naviza tidak menjawab.
"Tentu tapi ini adalah barang unggulan jadi biarkan kami mengundang beberapa guild besar diseluruh provinsi agar dapat menaikkan harga lelang bagaimana menurut anda?" Bertanya petugas tersebut.
"Berapa lama sampai saya bisa menerima uangnya?" Naviza tidak berbasa basi karena sudah menjadi perhatian beberapa hunter yang kebetulan nerada didalam gedung association.
"Kami akan mengundang semua guild besar dari seluruh penjuru indonesia jadi pelelangan akan dimulai dalam tiga hari lagi dan kami akan mengirim uang anda kerekening anda tentu pihak Association akan mengambil sepuluh persen dari total penjualan." Ucap petugas tersebut atas informasinya.
"Baiklah." Naviza langsung berjalan pergi diikuti oleh Aron.
"Jadi kemana kita akan menjual emas ini?" Bertanya Aron.
"Tidak perlu itu akan berguna nanti jadi simpan saja dulu.. aku yakin hanya perlu penjualan batu sihir itu saja maka kita sudah bisa mendapatkan rumah mewah." Naviza mengembalikan cincin penyimpanan milik Aron yang memang tidak pernah dia pakai kecuali saat ingin mengeluarkan item karena tidak menyukai bentuk dan warnanya yang berwarma hitam legam.
"Baiklah jadi apa rencanamu?" Aron bertanya.
"Bukannya kamu ingin membeli rumah kenapa kita tidak pergi untuk memilih rumah." Naviza menyarankan.
"Baiklah aku ikut kamu saja."
Pada akhirnya mereka pulang dan mencari beberapa rumah yang dijual diweb properti palu, berbagai rumah mereka tandai dan kembali diseleksi menurut tempat dan model rumahnya.
Sebagai orang palu yang pernah mengalami kejadian tsunami lima tahun lalu tentu masih ada trauma tersendiri untuk membeli rumah dipinggir pantai atau tempat yang dapat dijangkau oleh tsunami sehingga beberapa rumah yang terdapat dipantai palu mengalami penurunan harga.
Aron yang memang tidak memiliki kebanggaan hidup dan masih belum memiliki sesuatu yang penting dalam hidup tidak terlalu peduli dengan tsunami dan rata rata rumah yang dia pilih berada dipinggir pantai dengan alasan pemandangan dan harga yang lebih murah.
Meskipun sekarang Aron dapat mendapatkan uang banyak dengan mudah tapi jiwa iritnya yang selalu hemat masih tetap terbawa meskipun dia merasa sudah memiliki uang yang cukup.
Naviza yang melihat beberapa rumah pilihan Aron hanya menyerahkan semuanya padanya mau bagaimanapun Naviza mencoba agar Aron dapat memiliki sesuatu yang dapat ia banggakan didalam hidupnya.
"Jadi? Rumah mana yang ingin kau beli." Bertanya Naviza.
__ADS_1
"Biar kulihat." Aron masih memilih diantara rumah yang dia tandai.