
"Bagaimana lukamu?" Bertanya Wiliam pada Aron.
"Aku terkena racunnya, kau sendiri terlihat babak belur dari pada aku." Ucap Aron sebelum meminum potion penghilang efek racun.
"Ehh seandainya aku tidak memiliki prisai mungkin aku sudah lebih parah." Ucap Wiliam yang iku minum potion.
"Aku dilindungi oleh Omen jadi beberapa serangan tidak dapat mengenaiku." Ucap Aron mengelus Omen.
"A aku baru sadar, hawa kehadiran kucingmu benar benar tipis sampai aku tidak menyadari keberadaannya." Ucap Wiliam sedikit terkejut.
"Sul masih mengamuk." Ucap Aron terduduk sambil melihat Sul yang terus membakar dan menebas musuh.
"Apa sebenarnya itu?" Bertanya Wiliam melihat boneka kayu Sul yang dilapisi oleh besi.
"Anggap saja senjata." Aron tidak ingin menjelaskan dan tidak ingin ditanyai lebih lanjut.
"Baiklah aku mengerti." Wiliam pun paham akan rahasia setiap hunter.
Setelah beberapa menit akhirnya pembasmian selesai dan mereka langsung beristirahat.
"Apa kalian masih bisa lanjut?" Bertanya Wiliam pada Aron dan Sul.
"Kami masih punya beberapa persediaan, kalian sendiri?" Balik Aron bertanya.
"Potion penangkal racun tidak terlalu banyak, tapi kami masih bisa lanjut." Ucap Wiliam yang sulit mengekspresikan wajahnya.
"Baiklah selanjutnya adalah ruang boss jadi tentu kita tidak boleh masuk sembarangan." Ucap Aron diam diam menghisap core untuk memulihkan mananya.
"Apa kau pernah melawan monster laba laba?" Bertanya Wiliam.
"Ini pertama kalinya." Jawab Aron.
"Aku juga sama tapi setidaknya aku sudah pernah membaca status boss dungeon kali ini diinternet." Ucap Wiliam.
"Baguslah kalau begitu karena aku belum pernah membacanya sama sekali." Aron memang sering membaca status monster diinternet tapi belum sempat membaca monster tipe spider.
"Istirahatlah, kita punya waktu tiga puluh menit sebelum memasuki ruang boss." Ucap Wiliam memberikan sebotol air mineral pada Aron.
"Terima kasih." Aron pun menerimanya.
Setelah melewati waktu beristirahat dan pemulihan serta pemeriksaan perlengkapan akhirnya mereka siap untuk menuju kesebuah ruang gua yang lebih besar, pintunya sendiri terbuat dari jaring super kuat dan lengket tapi lebih mirip penghalang dari pada pintu.
"Semuanya siap yah?" Wiliam terlebih dahulu bertanya.
"Ya." Semuanya menjawab meskipun sedikit tegang.
"Bakar jaringnya." Ucap Wiliam.
"Baik." Mage dan Sul langsung menggunakan skillnya untuk membakar jaring tersebut.
"Ini sangat susah dibakar." Ucap Sul yang menambahkan suhu apinya.
"Sesuai diinformasinya." Gumam Wiliam.
Tidak butuh waktu lama sebelum mereka menerobos masuk dimana didalamnya meskipun tidak memiliki penerangan tapi entah kenapa terlihat terang.
Satu sosok yang seukuran mini bus melompat kehadapan mereka.
Bom! Kierkkkk!!!
Lantai sedikit berguncang tapi itu masih bisa mereka atasi.
"Serang!" Wiliam langsung menyambutnya dengan serangan damage extra.
Sesuai rencana Wiliam para penyerang garis depan terlebih dahulu langsung maju dan menggunakan skill masing masing untuk memberikan luka pada Queen Spider atau Boss dungeon.
__ADS_1
"Sword infaktec!"
"Water Sword!"
"Axe Stone!"
Berbagai skill langsung dilancarkan termasuk skill Aron.
Setelah menerima Damage, Queen Spider langsung menggunakan kakinya untuk menyerang, penyerang jarak dekat langsung mengambil langkah untuk menghindar karena ini sudah diantisipasi.
Disusul oleh serangan benang yang menyembur kemana mana membuat mereka kesusahan untuk bergerak bebas sehingga beberapa tersangkut oleh benang.
"Tank!" Teriak Wiliam.
"Anchor Houl!" Dua tank langsung mengambil Aggro agar para warrior membebaskan diri.
Krieeekkk!!!
Sesuai dugaan, Queen Spider langsung menyerang mereka, belum sampai pada tank mereka sudah dihujani oleh panah dan sihir.
Bom!
Satu tabrakan dari Queen Spider membuat dua tank termundur dan memicu skill Sul yang mana langsung menyemburkan api yang sangat panas dari prisainya membuat Queen Spider mengambil langkah mundur dan menjauh.
"Itu sangat membantu, terima kasih." Ucap salah satu tank pada Sul.
"Bukan hal besar." Sul kembali mengatur prisainya untuk pertahanan selanjutnya.
"Serang!!"
Para warrior kembali melancarkan serangan mereka, kali ini hanya fokus pada kakinya saja hingga akhirnya Queen Spider mengalami luka yang cukup parah.
Kieerkkk!!! KIERKKK!!!
"Semuanya waspada! Queen Spider memanggil laba laba lainnya!" Teriak Wiliam sebelum segerombolan Small Spider langsung tumpah dihadapan mereka.
"Defense Move!" Para tank langsung mundur untuk melindungi suport dan damage dealer.
"Gunakan skill area kalian!" Teriak Wiliam.
"Baik!"
Berbagai serangan area yang mereka simpan dari tadi langsung meluncur dan membabat musuh, Aron sendiri hanya menggunakan Dark Bom untuk melukai target.
Meskipun jumlah mereka ada banyak tapi skill area milik hunter rank C bukanlah kaleng kaleng.
Setelah para Small Spider sudah dibereskan, queen spider juga sudah setengah pulih.
"Sul!" Teriak Aron.
"Ya serahkan padaku!" Sul ingin mencoba semua kekuatan dari boneka prisainya.
"Anchor Houl!" Satu tank langsung menarik aggro Queen Spider sesuai dengan arahan Sul.
Krieekk!!
Quen Spider kembali bangkit untuk menyerang setelah memulihkan seperdua kekuatannya dan langsung menerjang kearah tank.
"Lance Shot!" Teriak Sul sebelum sebuah tombak berantai yang baru saja dia pasang meluncur kearah kepala Quenn spider.
Shut! Bom!
Kiekkk!!!
Memang sempat menahannya sebentar tapi itu malah membuat Quenn spider semakin marah.
__ADS_1
"Ternyata benar meskipun kita menusuk kepalanya dia belum bisa mati." Gumam Wiliam.
"Serangannya baru akan dimulai Defense Move!" Ucap Sul sebelum meneriakkan skillnya dan berpindah kebelakang Queen Spider tepat dimana Omen berada.
Defense Move hanya berfungsi untuk berpindah tempat kerekan satu tim yang ingin mereka lindungi, dengan begitu Sul dapat berpindah ketempat Omen.
Bom!
Sul langsung menancapkan prisainya ditanah dan membuat rantai yang terikat antara tombak dan prisai menegang membuat Queen Spider berhenti serta mengalami rasa sakit yang luar biasa.
Kierkkk!!!
"Pull Lance!" Teriak Sul yang langsung menggunakan skillnya agar rantainya kembali tertarik.
Kieerkk!!!
"Manfaatkan kesempatan ini! Semunya serang!" Wiliam tidak ingin membuang sia sia pas saat dimana Sul menahan Queen Spider.
Semuanya langsung menggunakan skill pamungkas mereka untuk mengakhiri Queen Spider tentu saja Aron tidak menggunakan Skill Dragon Sword karena Aron hanya menggunakan pedang lamanya saja.
Krieerkkk!!!
[New Skill - Sword Shoot
Melemparkan pedang yang dilapisi oleh kekuatan, mampu memberikan Knockback saat terpicu.]
Bersamaan dengan teriakan Queen Spider, drop item juga langsung terjatuh berhamburan dengan notifikasi yang masuk pada Aron.
"Ah.. aku tidak menyangka menaklukkan dungeon rank Silver dengan jumlah yang sesedikit ini bisa semudah ini." Ucap Wiliam merebahkan tubuhnya diikuti oleh yang lainnya.
"Yah itu berkat party Dark Cat sih." Ucap salah satu teman Wiliam.
"Ya mereka sangat membantu."
"Yo Wiliam!" Aron menghampiri.
"Ah ya benar juga pembagian drop item yah." Ucap Wiliam kembali berdiri.
"Hmm sebenarnya Wiliam aku punya permintaan." Ucap Aron yang agak sungkan.
"Eh apa?" Wiliam bertanya hati hati karena biasanya terjadi keributan saat pembagian drop item seperti ini.
"Yah.. sebenarnya temanku ini menginginkan item benang yang jatuh dari Queen Spider apa boleh kah yah?" Aron berusaha berbicara sesopan mungkin.
"Eh kalau itu aku tidak bisa memutuskannya sendiri-" Wiliam meihat kearah temannya.
"Tidak masalah kan?"
"Lagian yang berperan banyak disini adalah mereka."
"Yah begitulah jadi kalian bisa memilikinya." Ucap Wiliam setelah mendengar pendapat dari partynya.
"Terima kasih banyak kami tidak akan mengambil yang lainnya cukup yang ini saja." Ucap Aron.
"Yakin? Padahal ada skill book yang bagus." Terkejut Wiliam.
"Tidak masalah lagian kami juga hanya ingin mencoba senjata kami." Ucap Aron.
"Oh baiklah terima kasih." Ucap Wiliam.
"Tidak tidak, seharusnya aku yang berterima kasih karena sudah diperbolehkan ikut serta dalam pembersihan dungeon kali ini juga diberikan item class tinggi." Aron masih agak enakan karena Sul yang tidak ingin meminta secara langsung.
"Baiklah kalau begitu terima kasih atas kerja samanya Dark Cat." Ucap Wiliam mengulurkan tangan.
"Ya sama sama." Aron membalas jabatan tangan Wiliam tapi tetap saja dia masih sangat sulit menerima title nya itu.
__ADS_1
Setelah membersihkan Drop item mereka pun akhirnya keluar dari dungeon dan langit sudah terlihat gelap.