Battle Of Hunter

Battle Of Hunter
Chp 34, Happy Home


__ADS_3

Sret!! Bum!!..


Leher Orge langsung terpotong tapi Aron hampir terjatuh karena itu adalah semua sisa mananya yang ia gunakan, untungnya dia membawa satu Core milik orge dan menghisapnya diam diam.


Berbagai item langsung jatuh ditempat dan beberapa reporter dan warga langsung mendekat ini sudah biasa untuk dunia sekarang.


Beberapa hunter tersebut langsung membereskan mayat para orge dan itemnya, walaupun Aron tertarik kebeberapa item tapi palingan hanya akan jadi pajangan digudangnya sehingga dia tidak berpikir untuk mengambilnya karena itu bisa membuat party hunter rank gold tersebut agak tersinggung.


"Apa kalian tidak ingin memilih beberapa item? Ini adalah kemenangan kita loh."


Pemimpin mereka langsung mendatangi Aron Dinda dan Naviza yang sedang membersihkan dan merapikan kembali peralatan mereka.


Baru saja Aron ingin mengiyakan karena pemimpin mereka sudah setuju tapi satu cubitan bersarang diperutnya.


"Tidak perlu kami hanya kebetulan lewat dan membantu." Naviza menolak dengan tangannya lah yang mencubit perut Aron.


"Oh kalau begitu aku sangat berterima kasih atas bantuan kalian." Dia sedikit menunduk.


"Kami duluan yah." Naviza menyeret Aron.


...


Didalam mobil perjalanan menuju gedung association group.


"Kenapa kau melarangku Navi, padahal tanganku masih keram gara gara kukit orge yang terlalu keras." Gerutu Aron saat menyetir.


"Jangan terlalu banyak mengeluh, bawa mobil yang benar." Naviza fokus pada ponselnya.


Singkat cerita mereka tiba digedung association hunter dan langsung menuju kependaftaran party.


"Siapa yang akan menjadi ketua party kalian?" Bertanya pengurus pembentukan tim party saat setelah mereka menyelesaikan formulir.


"Saya." Aron langsung maju.


"Baiklah party kalian telah terdaftar sebagai party rank silver kalian bisa meningkatkan rank dengan beberapa tes kekuatan saat kalian merasa cukup kuat untuk mengikuti tes juga tolong berikan nama party kalian agar lebih mudah saat memdapatkan misi."


"Happy home." Jawab Aron tanpa pikir panjang.


Dinda dan Naviza juga terlihat tidak mempermasalahkannya.

__ADS_1


"Baiklah dengan ini party kalian telah terdaftar pihak association akan menghubungi kalian saat ingin memberikan misi biasa atau misi darurat.. jika kalian ingin mengambil misi party maka kalian dapat melihatnya dipapan misi." Ucapnya menunjuk kearah dinding yang terdapat berbagai layar informasi misi.


"Baik terima kasih." Aron segera menuju kepapan misi karena tujuannya memang itu.


"Misi apa yang ingin kalian ambil?" Bertanya Dinda.


"Belum jelas." Naviza menjawab.


"Cari saja misi yang menurut kalian bagus lalu kita lihat misi yang mana yang akan kita jalankan." Aron memilih untuk melihat misi terlebih dahulu.


Setelah Aron dan yang lain cukup lama mencari akhirnya satu misi berhasil menarik perhatian Aron.


"Hey kalian coba lihat ini." Aron menunjuk kesebuah misi dilayar.


[Misi - Open Dungeon (Silver)


Sebuah dungeon yang terletak dihutan desa lenju daerah pantai barat muncul dua hari yang lalu. Semua drop item dapat diambil oleh hunter yang menyelesaikan dungeon.


Dungeon tidak dijual.]


"Dinda, bukankah ini dekat dengan desa bengkolli tempat ayahmu tinggal?" Bertanya Naviza setelah melihat lokasi dungeon tersebut.


"Kita ambil saja misi ini.. bagaimana menurut kalian?" Aron berbalik dan bertanya.


"Tidak keberatan." Naviza menyetujui.


"Baiklah." Dindapun mengiyakan.


"Oke misi disetujui!" Aron langsung menekan opsi ambil misi dan mendaftarkan nama partynya serta sidik jarinya.


Ding!


[Misi terkonfirmasi ... party Happy Home menerima misi ... waktu penjalanan misi adalah satu minggu. Jika party Happy home belum melaporkan selesainya misi maka pihak association akan mengambil alih misi.]


"Pulang dan bersiap."


Pada akhirnya setelah memilih misi mereka segera kembali ke Mansion Catty untuk beristirahat dan bersiap agar bisa menempuh perjalan jauh besok.


Mereka semua memasuki kamar masing masing karena disana lah terdapat perlengkapan mereka yang sudah dipilih khusus jika ingin melakukan misi Dungeon.

__ADS_1


Tentu mereka juga akan memilih item yang memiliki tingkat keindahan tinggi jika hanya untuk sekedar berjalan jalan dikota atau menuju ke gedung Association Hunter.


Pagi hari tiba dengan cepat dengan berbagai leriutan yang mereka alami saat makan maupun sebelum tidur karena Dinda sama sekali tidak berniat pindah kamar sedangkan kamar tersebut adalah satu satunya jalan menuju keloteng kamar Aron.


...


Pagi hari halaman mansion.


"Bagaimana apa sudah tidak ada yang ketinggalan?" Bertanya Aron yang sudah siap mengendarai mobilnya.


"Tidak ada." Naviza menjawab santai dengan Ned yang mengangguk angguk gak jelas.


"Aku pun sudah siap." Meskipun Dinda berkata begitu tapi jelas dia masih sibuk merapikan itemnya dibelakang.


"Dari pada itu aku lebih khawatir dengan kau, jangan sampai kau malah mendorong mobilmu sendiri nanti." Ucap Naviza menunjuk kearah jarum bensin yang menujukkan angka eror.


"Ek! Kuharap itu dapat bertahan hingga sampai di pom bensin." Aron segera menjalankan kobilnya karena dari tadi dia panasi takutnya malah kehabisan bensin.


Tidak perlu waktu lama karena pom bensin juga tidak terlalu jauh dari kediaman Aron dan untungnya dewa keberuntungan bersama mereka karena tidak perlu mengantri lagi.


Meskipun palu adalah kota yang sangat jarang sekali terdapat kemacetan tapi jelas jika berada dipom bensin pasti akan terjadi antrian panjang diwaktu waktu tertentu hanya saja kali ini Aron cukup beruntung karena tidak perlu mengantri dan tangki bahan bakarnya langsung full.


Mereka kembali melanjutkan perjalanan agar bisa segera sampai dipantai barat Naviza juga sudah menyiapkan segala sesuatu yang dapat meringankan mualnya yang pastinya jalan menuju pantai barat adalah jalan berliku karena harus melewati berbagai gunung.


Meskipun Aron sudah pernah melewatinya tapi tetap saja masih membutuhkan waktu selama enam jam untuk sampai dengan kecepatan maksimalnya dipegunungan.


Saat memasuki desa lenju, desa tersebut memang terlihat tidak terjadi apa apa dan masih sangat damai seperti saat terakhir kali Aron lewat, tidak ingin membuang waktu Aron lebih memilih untuk segera menuju kerumah kepala desa yang sudah tertera digoogle map.


Desa tersebut terkandung dengan berbagai pembagian yaitu pantai disebelah barat, sawah yang terletak ditengah desa, kebun kelapa yang terletak dibagian timur desa dan gunung yang melingkari desa kecuali pantai, rumornya memiliki cukup banyak sejarah.


Saat sampai didepan rumah kepala desa yang terlihat dihalaman rumah berdiri bendera merah putih yang berkibar serta papan didepan pagar yang bertuliskan rumah kades.


Aron tanpa permisi langsung memasukkan mobilnya kehalaman rumah dan seorang pria yang terlihat masih berusia tiga puluh lima tahunan keluar dari rumah saat mendengar klakson mobil Aron.


Tentu itu bukanlah hal yang menarik karena memang sudah terbiasa beberapa orang yang ingin memarkir mobilnya disebuah halaman rumah atau hanya untuk sekedar memutar balik tapi sekali lagi itu semua adalah hal biasa didesa terutamanya kecamatan sojol utara tersebut.


"Anu permisi, apa anda kepala desa disini?" Bertanya Aron kepada pria didepanya yang baru saja keluar dari rumah.


"Ha ya betul nama saya maslimin, apa anda perlu sesuatu ..mm...?" Kepala desa agak bingung memanggil Aron yang belum memperkenalkan diri.

__ADS_1


"Ah nama saya Aron pak, seorang hunter." Aron langsung menjulurkan tangannya untuk bersalaman.


__ADS_2