
Gedung Assosiasi Hunter
Aron datang kegedung Assosiasi Hunter untuk menjalani tes menggunakan mobilnya Naviza dan Omen pun ikut
karena mereka juga ingin melihat ujian seleksi Aron.
Alasan utama Naviza ikut adalah karena Omen pasti akan membantu Aron dalam pertempuran jadi Naviza harus
tetap menjaga Omen.
Baru saja Aron melangkah masuk kedalam gedung assosiasi dengan menggunakan jubah putihnya serta
beberapa armor kualitas cukup baik yang menutupi pundak kanan, armor kecil didada dan punggung, sepasang
sepatu besi dan pedang hijau dibelakangnya serta dua pedang dipingganya yang satu warna merah dan satunya
lagi berwarna hitam juag terdapat satu pisau dipinggang kanan.
itu langsung menarik perhatian banyak Hunter karena matanya juga lumayan aneh karena berwarna hitam
dengan pupil merah dan yang bergaris hitam bagaikan monster juga Aron cukup terkenal dikalangan Hunter
karena kucingnya yang selalu hinggap dipundaknya.
"Bukankan itu hunter yang selalu membawa kucingnya."
"Dia akhir akhir ini cukup terkenal dengan julukan Dark Catty kenapa dia datang kesini?"
"Aku rasa dia ingin datang untuk seleksi hunter karema hari ini dilarang menggunakan perlengkapan tempur
kecuali para peserta seleksi."
Berbagai komentar jelas tertuju pada Aron yang berpenampilan cukup menvolok karena menggunakan jubah
putih berbulu wolf dilehernya dengan clana yang mirip jins tapi sebenarnya sangat bagus dipakai dalam bergerak
juga sepatu yang kelihatan berat tapi sebenarnya sangat ringan juga dapat menambah kecepatan.
'Siapa yang memberikanku julukan Dark Catty.' Gerutu Aron dalam batinnya.
Aron segera menyerahkan undangannya dan diantar masuk kedalam sebuah ruangan dimana disana sudh
terdapat banyak sekali orang yang menggunakan alat tempur. Jumlah mereka tidak kurang dari seratus orang
dan aron agak malas menentukan jumlahnya.
Semua orang meliriknya tajam karena sepertinya hanya dia yang ditunggu sebelum memulai ujian seleksi.
"Baiklah semuanya! Semua orang telah hadir jadi mari kita langsung saja keseleksi babak pertama dimana kalian
akan dites tingkat kekuatan jadi segera duduk ditempat masing masing dan kami akan memanggil nama kalian
berdasarkan waktu kalian datang." Ucap seorang instruktur berbadan besar didepannya terdapat sebuah meja
dengan keristal diatasnya.
Aron segera menuju ketempat paling belakang karena disanalah terdapat namanya.
Satu persatu peserta maju dan meletakkan tangannya dibola keristal tersebut untuk menentukan kekuatannya
serta membuka sistem mereka bagi yang bemum terbuka.
Berbagai wajah dimana ada yang senangĀ dan kecewa bertaburan setelah selesai memeriksa kekuatan mereka.
Setelah semua peserta maju instruktur segera memanggil Aron karena dia yang paling belakang datang.
__ADS_1
"Aron Atmaja! Silahkan maju!" Panggil instruktur.
Aron maju dengan Omen yang masih dipundaknya karena Aron juga belum keseleksi babak pertempuran
sehingga tidak perlu menitipkannya pada Naviza.
"Letakkan tanganmu disini."
Segera Aron meletakkan tangannya dan seperti para peserta lain bola itu juga perlahan memperlihatkan status
kekuatan Aron tapi tidak memperlihatkan elemen seperti peserta lain.
"Status kekuatanmu cukup tinggi yaitu C tapi bole keristalnya tidaka memperlihatkan elemenmu apa kau tipe
peningkat tubuh?" Bertanya instruktur keheranan.
Tipe peningkat tubuh adalah orang orang yang memiliki kekuatan yang dapat meningkatkan kekuatan fisik
melebihi status normal.
"..." Aron tidak menjawab karena tidak tahu harus menjawab apa.
"Baiklah silahkan kembali ketempat dudukmu kita akan segera melakukan seleksi babak kedua." Instruktur
teraebut menyimpan bola keristalnya danAron segera undur diri.
Seleksi babak kedua adalah sebuah tes esai yang akan diberikan kepada peserta berjumlah lima puluh soal dan
harus dijawab dalam waktu lima belas menit. Aron mengetahui itu karena Aron sudh pernah melaluinya
meskipun dia yakin soalnya pasti akan berubah.
"Bagi kalian yang belum dapat membuka status kalian maka disini adalah babak penentuan kalian, jika kalian
rank F." Tegas instruktur saat beberapa sebuah papan layar langsung tertulis dimeja setiap peserta tapi belum
ada soal.
"Kalian harus menyelesaikannya dalam lima belas menit! Jika waktu habis maka soal akan otomatis ditarik jadi
pertempuran dimulai sekarang!" Begitu dia berkata soal dimeja setiap peserta langsung terpanpang.
Aron yang sudah pernah mengalami situsi seperti ini tentu akan lebih memilih tenang tapi juga harsu menjawab
dengan cepat berdasarkan penagalamannay menjadi hunter selama dua tahun juga segala tindakan didalam
dungeon yang dipertanyakan oleh soal.
Lima belas menit berlalu dengan cepat Aron juga telah menjawab semua soal sebisanya dan sekarang tangannya benar benar keram karena harus mengetik kepanjangan dalam lima belas menit.
"Bagi yang lulus rank f, nanti akan berhenti diseleksi ini sedangkan yang sudah dapat membuka
sistem maka akan segera menuju kebabak pertempuran!" Tergas Instruktur langsung menjentikkan jarinya.
Tanda biru terpampang dimeja setiap peserta yang akan leniut kebabak selanjutnya sedangkan tanda merah
untuk yang berhenti disini. Aron termasuk tanda biru sehimgga dia segera mengikuti yang lainnya menuju babak
ketiga dilakukan.
Saat sampai Aron dapat melihat sebuah kloseum yang mirip seperti lapangan sepak bola dan besarnya pun
sama juga beberapa penonton yang berada dikursi termasuk beberapa Guild hunter yang datang kbusus untuk
merekrut peserta berbakat kedalam guild mereka.
__ADS_1
"Kalian segera mengambil tempat duduk ditempat peserta kalian akan melakukan aduh tanding sesuai dengan
pilihan kalian nanti saat nama kalian dipanggil." Instruktur mengarahkan semua peserta.
Aron duduk dengan hikmat dikursi paling belakang dan segera menyuruh Omen untuk pergi ketempat Naviza.
Miau!...
Babak ketiga berisikan sebuah pertandingan dimana para peserta akan memilih bertarung melawan mosnter
secara bergantian yang semakin kuat atau memilih monster itu sendiri dan ada juga beberapa peserta yang akan
dipersilahkan untuk menantang hunter rank atas yang sudah dipersiapkan dalam pertempuran.
Tantu Aron cukup memperhatikan semua gaya bertarung apra peserta dan instruktur yang mengeluarkan skill
siapa tahu dimasa depan haru berhadapan atau Aron bisa mempelajari skill mereka.
Beberapa peserta secara bergantian mulai bertarung hingga akhirnya giliran Aron pun tiba.
"Peserta atas nama Aron Atmaja dengan tittle Dark Catty silahkan untuk menuju kearena!" Teriak seorang
instruktur yang dari tadi mengarahkan peserta hunter.
Semua mata langsung tertuju kepada Aron saat memasuki arena terutama para ketua guild karena tentu mereka
mencari nama para hunter yang lumayan mencolok tapi Aron terkenal karena selalu membawa kucing kedalam
Dungeon juga terkenal sebagai hunter yang konyol.
"Silahkan peserta untuk memilih lawan tanding."
Aron menunjuk kearah salah satu kandang monster karena didepannya sudah terdapat berbagai kandang dari
banyak jenis monster.
"Kobold." Aron memilih.
"Silahkan untuk melepas satu monster Kobold!" Tentu untuk melihat kekuatan Aron para instruktur hanya akan
mengetesnya dengan satu monster yang dia pilih sama dengan peserta sebelumnya.
Awoouu..!!!
Kobold tersebut melolong saat dia mulai berjalan keluar perlahan menuju ketempat Aron karena dia pun tahu jika
jalan satu satunya adalah bertarung dengan manusia didepannya.
Saat keduannya berhadapan dan Kobold tersebut terus mendekat kearah Aron perlahan instruktur langsung
berteriak. "Pertempuran dimulai!"
"Dark Catty!!"
"Dark Catty!!"
"Awo awo..!"
Aron kira teriakan atau lowongan monster akan sangat menakutkan tapi teriakan dari par a wanita lebih
menakutkan saat mereka menganggap tittle nya lucu dan imut bahkan kobold sempat berhenti sebentar karena
terkejut aebelum berlari menerjang Aron.
Shut..
__ADS_1