Battle Of Hunter

Battle Of Hunter
Chp 37, Rumput Areng


__ADS_3

Desa Lenju


"Dark Sword!" Berteriak Aron dan menebas satu Lizardman dengan niat pembunuh yang sangat pekat ditambah dengan aura naga dari pedangnya yang membuat para Lizardman agak kaku untuk menyerang sehingga Aron dapat menebas terus menerus hingga menghabisi satu Lizardman.


Disaat itulah semua lizardman langsung menyerang kearah Aron dengan berutal.


Graaaak!...


"Dark Bom!" Aron meledakkan lima puluh persen mananya.


Akbitanya para Lizardman tadi yang berlari kearah Aron kembali terpental bahkan beberapa ada yang harus kehilangan anggota tubuhnya ada juga yang hampir kehilangan kepala tapi itu tidak semuanya karena mereka kembali menyerang.


Karena lari mereka didaratan tidaklah terlalu cepat Aron memilih untuk mundur sambil mengisi mananya kembali, saat itulah yang lainnya datang.


"Kau terlalu ceroboh Aron!" Naviza menyempatkan diri untuk mengomeli Aron sebelum melemparkan banyak kristal es yang runcing dan berhasil menghambat para Lizardman.


Setelah serangan Naviza dan Ned berhenti disusul dengan semburan api dari mulut Sul yang membakar beberapa Lizardman tapi itu tidak terlalu berfungsi banyak.


Setelah itu semuanya langsung menyerang termasuk Omen yang memaksimalkan cakarnya yang berhasil mencabik cabik para Lizardman.


Aron merasa sudah pulih langsung kembali terjun kemedan perang dan menebas beberapa Lizardman yang sudah mulai merasakan sakit saat setelah diserang oelh kristal dan badai es langsung diserang oleh api.


Perburuan berjalan lancar karena meskipun para Lizardman sangat banyak tapi serangan dan pergerakan mereka sangatlah lambat karena telah diserang berkali kali dan kondisi mereka sedang didarat yang mengurangi kecepatan mereka hingga tiga puluh persen.


Pembantaian berhasil dan semuanya segera memungut drop item dengan berbagai luka ditubuh Sul dan Aron meskipun ada bwberapa serangan asal atau beberapa Lizardman yang mengincar Naviza dan Dinda tapi luka mereka tidak lah seberap Aron dan Sul karena mereka hanya mwnderita beberapa luka lebam saja sedangkan Aron dan Sul memiliki banyak bekas luka cakaran.


Aron cepat meminum satu botol Health Potion dibantu oleh skill heal oleh Naviza sedangkan Sul memiliki caranya sendiri yaitu mengolesinya dengan sebuah salep dan itu benar benar berfungsi karena lukanya juga langsung mulai tertutup tapi tidak sebaik Health potion.


Meskipun begitu tentu Aron masih lebih tertarik dengan cara Sul mengobati luka luaranya karena Health potion pun hanya bisa menyembuhkan luka luar, siapa tahu mungkin mereka bisa mengembangkan obat milik Sul.


Dibeberapa tokoh memnag sudaha da produk salep untuk mengobati luka dengan cepat tapi jelas juga jika yang digunakan oleh Sul berbeda dengan yang ada ditoko.


"Apa itu Sul?" Aron bertanya.


"Oh ini." Sul memeberikan salepnya pada Aron. "Itu adalah salep obat yang terbuat dari rumput Areng yabg hanya ada digunung sojol, dari jaman dulu orang didesa selalu menggunakan ini sebagai obat juga setelah lima tahun lalu khasiat rumput ini tiba tiba naik." Jelas Sul.

__ADS_1


Memang itu bukan lagi hal biasa jika beberapa tanaman didunia tiba tiba berevolusi.


"Oh rumput Areng! Bukannya itu hanya ada digunung sojol? Beberapa peneliti memang tidak terlalu memperhatikannya karena mereka menelitinya sebelum tragedi lima tahun lalu." Naviza tiba tiba angkat bicara.


Sebagai jurusan kedokteran tentu Naviza lebih mengerti tentang ini dan jelas dia rumput jenis apa yang sedang Sul bicarakan.


"Hm? Bisa kau jelaskan agar lebih jelas?" Tanya Aron.


"Itu adalah rumput Areng memang dulu para peneliti juga mengatakan bahwa rumput itu memiliki khasiat menyembuhkan luka kulit tapi para peneliti juga berhenti menelitinya karena dianggap tidak terlalu efisien, selain digunung Sojol tidak ada tempat lain yang bisa ditumbuhinya sehingga para peneliti menyerah untuk melestarikannya." Jelas Naviza.


"Oh aku menemukan sedikit hal menarik, untuk sekarang kita fokus saja pada misi." Ucap Aron membersihkan pakaiannya.


"Tapi sekarang sudah gelap apa yang harus kita lakukan?" Ucap Dinda bertanya.


"Benar juga kalau begitu mungkin kita istirahat dulu saja." Aron memberikan pendapat.


"Aku juga kecapean." Keluh Sul.


"Aku setuju." Naviza pun setuju.


"Baiklah kita akan melanjutkannya besok."


Setelah kembali kerumah kepala desa, mereka semua segera membersihkan diri secara bergantian karena hampir semua tubuh mereka penuh dengan lumpur akibat bertarung disawah.


Setelah makan malam mereka memutuskan untuk berjaga dengan cara bergantian, meskipun hanya didepan rumah kepala desa tapi setidaknya jika ada warga yang melapor mereka segera membangunkan yang lain untuk bersiap.


Selama semalaman penuh tidak ada apapun yang terjadi dan tidak ada warga yang melaporkan adanya serangan monster sehingga mereka dapat beristirahat dengan baik.


Tapi ini juga sial bagi mereka karena tidak ada tanda tanda kemunculan boss dungeon yang membuat mereka terpaksa harus mencarinya disatu desa.


"Jadi bagaimana sekarang?" Naviza bertanya saat mereka semua sudah siap berangkat namun tidak tahu kearah mana.


"Lizardman yang kita lawan kemarin rata rata adalah pengguna air kemungkinan boss nya juga sama berarti kita bisa mempersempit pencarian dimulai dari sawah hingga sungai." Ucap Aron.


"Sawah desa lenju ini luas Aron." Keluh Dinda.

__ADS_1


"Memang benar, jika dilihat dari peta desa, sungai tempat retakan dimensi memiliki jalur menuju kesawah tapi jalur paling besar adalah disini." Tunjuk Aron pada peta.


"Ya belum tentu juga boss Lizardman menggunakan jalur sungai paling besar, bisa saja dia memilih jalur darat atau yang lainnya." Ucap Naviza.


"Boss Lizardman melewati jalur darat kemungkinannya sangat kecil karena warga tidak bertemu dengan hal yang mencurigakan semalam." Ucap Aron.


"Yah kan semuanya pada tidur semalam." Naviza meralat lagi.


"Meskipun begitu ini adalah desa Naviza, jika berada dalam bahaya seperti ini warga desa tidak akan bisa bersantai dan tidur dengan nyenyak, beberapa warga pasti bergantian menjaga malam untuk memperingati warga lainnya jika ada keanehan." Ucap Dinda yang tiba tiba pintar.


"Untuk sekarang kita sebaiknya menyusuri sungai paling besar dulu." Ucap Aron memasukkan peta kedalam cincin penyimpanannya. "Sul dan Dinda akan menuju ketempat retakan dimensi untuk menyusuri sungai dari sana, aku dan Naviza akan pergi kesungai yang menuju sawah." Sambung Aron.


"Oke."


Semuanya segera berangkat kelokasi mereka masing masing.


Singkat cerita akhirnya Aron dan Naviza tiba disawah dan mulai menyusuri cabang sungai sebagai langkah pertama.


"Cabang sungai ini terlalu banyak, apa tidak ada cara lain untuk mencarinya?" Keluh Naviza karena cara ini tidak terlalu efisien.


"Omen juga tidak bisa mengandalkan penciumannya karena mungkin Lizardman berada didalam air." Ucap Aron masih menelusuri sungai.


"Tahu begini seharusnya kita membeli dron." Keluh Naviza.


"Jangan selalu mengeluh, kita cari saja dulu."


Tiiitt! Tiiitt! Tiiitt!


Ponsel Aron tiba tiba berbunyi dan dengan cepat ia mengangkatnya.


"Ada apa Dinda?" Bertanya Aron.


"Cepat kesini! Boss Lizardman sedang mengejar kami!" Berteriak Dinda.


"Baiklah." Cepat Aron memeriksa lokasi Dinda melalu posisi yang dikirim oleh Dinda.

__ADS_1


"Kearah mana?" Bertanya Naviza yang sudah mengerti situasinya.


"Timur desa." Aron langsung bergegas dengan mengendong Naviza dibelakangnya sementara Ned dipundak Naviza, untuk Omen sendiri lebih memilih berlari karena kecepatanya lebih cepat dari pada Aron.


__ADS_2