Battle Of Hunter

Battle Of Hunter
Chp 8, Boss Goblin


__ADS_3

Dungeon tetap.


Yang Aron bawa sebagai perlengkapan hanya hanya beberapa Core monster untuk memulihkan mana dia simpan didalam penyimpanan ruang dipinggangnya yang lebih mirip tas kecil juga hanya mengisi satu slot karena core goblin meripakan item yang sama jadi sebanyak apapun Aron memasukkan Core goblin maka hanya akan mengisi satu slot di ruang penyimpanannya.


Selain Core, Aron juga membawa pedang hijau dipunggungnya serta dua pisau dipinggannya. Sebagai hunter yang berpengalaman menjadi porter selama dua tahun tentu Aron tahu seberapa bahayannya menggunakan senjata panjang didalam gua jadi Aron akan menggunakan pisau saat bertarung ditempat yang sempit sedangkan pedangnya hanya dibawa untuk memulihkan diri dan untuk berjaga jaga.


Saat Aron dan Omeng terus berjalan mereka tiba disebuaha pertigaan yang membuat dua jalur didalam gua terbelah tapi Omen langsung memilih jalur kanan.


Meong..


Aron hanya mengikuti Omen dengan alasan penciuman Omen sangat tajam dalam mencari ikan asin tetangga sudah pasto meningkat saat Omen berevolusi dan akan mudah menemukan dimana letak para Goblin.


Tapi tiba tiba Omen berhenti dan masuk dalam keadaan siap bertempur diebuah lorong.


"Ada apa Omen?" Aron juga ikut berhenti dan segera mempersiapkan dua pisaunya walaupun didepan Aron tidak melihat apapun.


Semenjak Aron menjadi hunter penglihatan malamnya juga sedikit demi sedikit meningkat hingga didalam gua tersebut Aron masih dapat melihat walaupun tidak terlalu jelas tapi semakin Aron memasuki gua semakin naik pula skill penglihatan malamnya.


Rrrr...


Omen mulai mengeram saat Aron mendengar sebuah langkah. Aron tidak dapat melihat goblin karena mereka bersembunyi dicelah dinding gua untuk menyergap orang yang masuk, karena merasa sudah ketahuan mereka langsung keluar untuk menyerang Aron.


"Silent step!"


Segera Aron menggunakan skillnya yang mana telah meningkat dan dapat semakin meningkat didalam kegelapan juga tidak akan berhenti sebelum waktu habis walaupun Aron sudah menyerang para Goblin.


Mudah saja Aron menusuk leher satu persatu goblin tersebut menggunakan pisau karena Omen selalu mengalihkan perhatian goblin yang ingin menyerang Aron.


"Maju." Aron menyuruh Omen kembali memimpin jalan setelah membereskan beberapa drop item dan menyimpannya dicelah pinggir gua untuk disembunyikan.


Miau...


Perlahan tapi pasti Aron melihat sebuah cahaya yang berasal deri api diebuah ruangan saat Aron semakin memasuki gua.


Aron dapat melihat banyak Goblin yang sedang berjaga diruangan tersebut dengan satu goblin yang lebih besar diujung ruangan juga api unggun ditengah ruangan sebagai penerangan.

__ADS_1


Aron segera mundur karena tidak ingin berurusan dengan boss goblin tersebut dan diganggu oleh anak anaknya. "Omen pancing beberapa goblin untuk keluar." Ucap Aron.


Omen segera masuk keruang boss dan berhasil membumuh satu goblin. Itu berhasil memancing kemarahan para goblin dan langsung mengejar Omen.


Benar benar monster bodoh karena yang tersisa diruang tersebut hanyalah bos dan dua goblin bertombak yang menjaga satu lorong lagi.


Omen segera membawa semua Goblin menuju ketempat Aron tapi satu ledakan berhasil menghempaskan semua goblin apa lagi mereka sedang berada didalam gua dan efeknya hanya berhembus kedepan bagaikan granat.


Untungnya guanya tidak runtuh karena Aron lupa memperhitungkan guanya sebelum meledakkan para Goblin.


Setelah ledakan itu banyak Goblin yang tumbang dan beberapa yang terluka segera Aron dan Omen eliminasi sebelum mereka bangkit dan mejyerang.


Tentu ledakan tersebut membuat boss goblin bangkit dari duduk manisnya yang ternyata ada mayat permpuan dibelakangnya yabg dalam keadaan tidak menggunakan pakaian sama sekali.


Aron segera masuk kedalam ruang bos untuk memperluas langkahnya karena Aron bukanlah tipe orang yang unggul dalam pertarungan ditempat sempit.


Omen segera mengurus dua penjaga goblin yang bertombak sedangkan Aron langsung berhadapan dengan boss goblin yang nampak


marah.


Graaa!


Boss goblin langsung berbalik dan satu ayunan pedang cepat mengarah keleher Aron yang dimana Aron sudah tidak dapat menghindarinya dan hanya dapat menangkisnya mengguankan pedangnya.


Ting!...


Walau Aron menahannya tapi kekuatan goblin ini sangat kuat dan berhasil membuat Aron terhempas.


"Cih.. sial untung saja pedangku bermata satu seandainya tidak sudah pasti lengan kiriku yang terpotong karena pedang sendiri." Gerutu Aron berusaha berdiri.


Omen yang telah selesai mengurus dua goblin tersebut segera mengalihkan argo boss goblin agar tidak menyerang kearah Aron.


"Silent step!" Satu hentakan kaki aron yang sunyi membawanya tiba tiba berada dibelakang boss goblin dan meletakkan tanganya dileher Goblin.


"Dark Bom!"

__ADS_1


Bom!


Goblin tersebut langsung terhempas kedepan tapi Aron tidak memberi kesempatan karena merasa skillnya tersebut tidak terlalu kuat untuk membunuh boss goblin karena Aron sudah hampir kehabisan mana.


"Dark Blade!" Satu tebasan Aron berhasil menebas satu lengan boss goblin yang memegang pedang dan segera Aron menendang pedang tersebut menjauh agar boss goblin itu tidak lagi menggunakannya.


Ting! tring ting...


Omen pun tidak tenggal diam karena satu cakaran datang mengarah lurus pada leher boss goblin yang telah terluka akibat serangan Aron.


Akibat serangan Omen membuat boss goblin berada dalam kondisi kritis dan langsung melompat untuk bangkit agar tidak menerima serangan lagi.


Buk!..


Graaaa!!..


Boss goblin langsung menerjang kearah Aron dalam keadaan ganas atau insting monster yang mana akan menyerang dengan ganas saat berada dalam kondisi kritis. Jika dalam dunia hunter maka sering disebut kondisi Bersek mode.


Satu tanagn Boss goblin langsung mencakar kearah Aron tapi cepat Aron menangkisnya menggunakan pedang. Dengan kuda kuda yang pas membuat pertahanan Aron semakin tinggi dan dapat menahan serangan boss goblin dan omen langsung datang dari belakang menghujaninya dengan serangan.


Karena fokusnya menuju Aron sehingga boss goblin tidak memperdulikan serangan Omen dan terus menyerang Aron dengan ganas. Aron pula terus menangkis seranganya menggunakan pedang dan menyesal hanya membawa satu pedang karena tidak dapat menyerang balik mennggunakan pisau yang pendek.


"Sial! Kubunuh kau!"


Saat Aron mulai emosi karena harus menangkis serangan secara terus menerus dan tidak memiliki kesempatan untuk menyerang balik sebuah peluang datang dimana tangan goblin itu tiba tiba melambat dan aron langsung membungkuk menusuk kearah dada Boss goblin itu.


Tapi satu pukulan berhasil menghantam punggung Aron dengan keras hingga akhirnya dia mulai kehilangan kesadarannya saat jatuh juga melihat boss goblin tersebut ikut jatuh dan mati.


Satu jam kemudian.


"Mm? Ck." Aron mulai membuka matanya tapi merasakan sesuatu yang lembut dibawah kepalanya yang membuatnya merasa nyaman untuk terus berbaring diatas kelembutan tersebut juga sesuatu yang hangat mengusap lembut rambutnya.


"Kamu sudah bangun Aron?"


Satu suara yang Aron kenal tiba tiba terdengar ditelinga Aron yang mana pandangannya masih buram dan perlahan membaik melihat satu wanita berambut hitam panjang dengan baju yang sobek sana sini bahkan hampir dikatakan telanj*ng.

__ADS_1


"Eh! Naviza!" Aron langsung bangun dan melompat menjauh serta menutip matanya walaupun wanita itu dapat melihat Aron mengintip dari balik jarinya dalam keadaan panik.


Yah perempuan tersebut adalah Naviza seorang perawat yang merawat Aron dirumah sakit kemarin tapi yanv membuat Aron bingung adalah mengapa dia didalam Dungeon dalam keadaan baju sobek.


__ADS_2