Battle Of Hunter

Battle Of Hunter
Chp 33, Dungeon Break


__ADS_3

"Nanti kau beli yang baru saja jika mobilmu kecolongan." Dinda tidak terlalu peduli.


"Aku malas berdebat ayo."


Aron langsung memimpin dan mereka bertiga meluncur kearah depan dengan Dinda yang melompat dari kendaraan kekendaraan lain karena itu merupakan keuntungan pada job archernya untuk mempercepat langkahnya.


Naviza sendiri maskipun berlari cukup lambat tapi dia tidak terlalu peduli dan masih berlari menyusuri jalan sempit dari kendaraan, Aron tentu hanya melewati jalan yang dapat ia lalui seperti atap mobil atau yang lain dengan kecepatan biasanya karena masih melihat kearah sekitar untuk mempelajari situasi.


Tidak ada yang menghalangi Aron Dinda Naviza saat memasuki wilayah pertempuran setelah melihat lencana hunter mereka.


"Bagaimana menurutmu Dinda?" Bertanya Aron saat melihat beberapa hunter yang sedang bertarung dengan Orge.


"Dungeon level kuning dengan kata lain hanya hunter rank Gold lah yang akan menangani ini yaitu rank B." Dinda menganalisa pertempuran.


"Para anggota association bekerja cukup baik, kita bantu saja." Naviza berkata saat baru sampai.


"Baiklah.." Aron langsung melempar dua


pedangnya kearah dua orge. "Omen!"


Rrrraaw!


Omen langsung meluncur saat Aron melempar dua pedang cristal icenya. Saat pedang tersebut hampir mengenai kepala orge, orge tersebut segera menangkisnya dengan memukul pedang tersebut hingga terlempar, satu terlempar kearah samping dan satunya lagi terlempar kearah atas.


Omen langsung menyerang Orge yang melempar pedang Aron kearah samping dan tertancap diaspal, satu gigitan berhasil melukai lutut Orge sehingga membuatnya sedikit kehilangan keseimbangan sebelum Dinda menghujaninya dengan panah beruntun.


Aron segera menyerang kearah Orge yang melempar pedangnya keatas agar dia dapat mengendalikan letak jatuh pedangnya.


"Dark Sword." Pedang naganya langsung membara dengan api hitam tapi masih ada beberapa percikan api merah dibeberpaa ujung pedang karena bagaimana pun itu adalah pedang naga.


Sret!..


Satu tebasan Aron berhasil ditangkis oleh Orge dan mengembalikan serangan Aron dengan satu hantaman lurus menuju dada Aron tapi mudah Aron hindari dengan menghindar kearah samping.


Aron kembali mengayungkan pedangnya kearah perut Orge dan berhasil melukai perut Orge tapi lukanya tidak terlalu dalam.


"Sial kulitnya terlalu keras." Aron melompat mundur karena melihat beberapa kristal es meluncur kearah Orge tersebut.


"Naviza bekukan kakinya dulu!" Berteriak Aron.


"Okay!"


Ned langsung menggunakan salah satu skillnya yaitu ice prince yang dapat mengendalikan suhu dingin dan membuat ice sehingga membekukan kaki orge yang diserang oleh David dan Dinda.


Begitu kaki orge membeku pedang Aron pun juga jatuh dibelakang orge, satu lemparan pedang lurus oleh Aron menggunakan pedangnya yang tertancap di aspal tadi mengarah lurus pada kepala Orge dengan cahaya es untuk memancing perhatian orge.

__ADS_1


Benar saja Orge tersebut langsung menangkisnya dengan tangannya yang keras karena tidak dapat menghindar tapi Aron juga sudah ada dibelakangnya dengan menangkap Ice sword yang jatuh dari atas.


"Dark sword!"


Sret..


Satu tebasan mengenai leher orge tapi tidak


terlalu dalam.


"Belum cukup! Dark Sword!!"


Aron melepaskan ice sword dan membiarkanya tetap membakar leher orge dan segera menebaskan dragon sword secara bergantian akhirnya satu orge tumbang.


"Huh orge terlalu keras.. Dinda bagaimana denganmu?" Aron bertanya saat melihat Dinda berhasil menumbangkan satu Orge.


"Berkat perlindungan dan Bufft Naviza aku menang." Ucap Dinda mengambil beberapa anak panahnya.


"Mereka masih ada banyak loh."


Aron kembali meluncur dan mengganti beberapa strateginya yang akhirnya semakin membaik saat memainkan empat pedang yang akan dia lepas saat tidak ada waktu menariknya kembali.


Pertempuran berjalan dengan baik sebelum boss Orge atau boss dungeon keluar membawa gada kayu besar.


"Tanker!" Seorang pria yang terlihat pemimpin party membasmi dungeon break kali ini berteriak memimpin.


Segera dua orang membawa prisai besar langsung menghalangi jalan boss orge.


"Mage berikan buft pertahanan!"


Bum!


Baufft pertahanan berhasil dikirm sebelum satu hantaman gada milik boss orge mengenai tank dan berhasil ditahan.


"Serang!!"


Para damage dealer seperti archer dan mage langsung menghujani boss orge tersebut dengan serangan bertubitubi termasuk Naviza dan Dinda yang ikut membantu.


"Tank mundur! Fighter maju!"


Semua pengguna pedang langsung maju termasuk beberapa pengguna tombak juga pemimpin mereka yang menggunaian pedang bermata dua.


Aron kali ini hanya menggunakan dua pedang ice nya dan tidak perlu melepasnya lagi karena perhatian boss orge selalu teralihkan keanggota party rank gold lainnya karena Aron selalu berpindah tempat untuk memberikan luka dibeberapa titik vital terutama bagian lutut dan siku.


Walaupun perhatian boss Orge sering hilang dari Aron tapi Aron tetap sering melempar pedangnya kearah atas untuk memaksimlakan teknik berpedangnya.

__ADS_1


Lemparan pedang keatas Aron tidak terlalu tinggi karena tujuannya hanya untuk memaksimlakan satu tebasan pedang sebelum mengambil dua pedang untuk menggali luka.


Roaarrr!!


Setelah beberapa serangan yang berhasil masuk tentu boss orge tidak tinggal diam karena dia langsung memutar gadanya dan untugnya saat itu Aron sedang fokus menyerang lutut sehingga dia dalam keadaan membungkuk dan tidak terkena serangan orge.


Beberapa hunter yang tidak menghindar langsung terpental mundur.


"Tanker ambil aggro nya!"


Pemimpin mereka kembali menerapkan cara yang sama dan dua tank kembali maju untuk menahan musuh, tapi sepertinya orge kali ini berada dalam mode bersek sehingga satu hantaman membuat dua tank sedikit mundur .


"Mage berikan debuft pada boss orge!"


Tentu saat boss orge mengalami bersek maka kulitnya akan bertambah keras dan dengan memberikan debuft yang dapat merugikannya adalah pilihan yang bijak.


Berbagai debuft langsung masuk pada boss orge yang membuatnya berhenti sebentar selama satu detik sebelum kembali perlahan mengamuk.


"Damage dealer!"


Semua damage dealer langsung menggunakan serangan pamungkas mereka tapi itu malah menarik perhatian boss orge untuk menyerang mereka.


"Semuanya tahan boss orge jangan sampai mendekati para damage dealer!"


Segera semuanya menyerang boss orge untuk mengambil aggronya termasuk dua tanker yang membantu.


Aron kembali menyerang tapi kali ini dia menggunakan dua pedang naga juga mengalirkan sedikit mana pada matanya untuk membangkitkan kekuatan matanya yang dapat memperlambat penglihatannya dan memaksimalkan kecepatan dan kepekaan Aron.


Semua serangan asal asalan milik orge dengan mudah Aron hindari juga berbagai serangan balasan Aron lancarkan walaupun tidak terlalu berbekas hingga akhirnya beberapa hunter mulai tumbang kehabisan tenaga mana atau stamina dan beberapa yang terluka parah.


Beberapa hunter lain berusaha menjauhkan yang terluka dari medan tempur dan segera disembuhkan oleh para healing termasuk Naviza.


Aron mulai kewalahan karena beberapa pengalih perhatian boss orge mulai menghilang dan beberapa serangan


milik boss orge ditujukan padanya.


"Dinda Omen bantu aku!" Berteriak Aron dimana dari tadi damage dealer sudah menghentikan serangannya karena para penyerang jarak dekat sedang bertempur.


Dinda tentu memahami maksud Aron dan segera keluar dari kerumunan damage dealer dan mulai menembak kearah wajah Boss orge untuk memancingnya. Omen sendiri hanya menyerang bagian depan orge untuk membantu Dinda.


Begitu boss orge terpancing oleh Dinda yang selalu memanah wajahnya dia langsung berlari kearah Dinda tapi sebelum sampai lima meter sebelum mencapai tempat Dinda, Ned langsung memaksimlakan esnya dan menahan kaki boss Orge sehingga membuatnya terjatuh.


Bum..


"Minggir! Dark Dragon Sword!!" Aron langsung menggunakan lima puluh persen mananya untuk skillnya kali ini.

__ADS_1


__ADS_2