
"Perkenalkan nama saya Wiliam, saya yang memimpin raid dungeon ini mohon bantuanya." Seseorang pengguna pedang dan perisai kecil datang mengulurkan tangan.
"Ah saya Aron dan ini Sul mohon bantuannya juga." Aron membalas jabat tangan Wiliam.
"Tipe warior dan Guardian yah." Ucap Wiliam melihat penampilan Aron yang membawa dua pedang dipinggannya sedangkan Sul membawa prisai dan armor super besar ditubuhnya.
"Apakah ada masalah?" Bertanya Aron.
"Tidak, kami memang kekurangan tank, kami hanya memiliki satu tank tapi dengan begini sudah ada dua." Jawab Wiliam.
"Dua mage tiga pemanah tiga warior dan satu tank, formasi yang sangat bagus." Puji Aron.
"Terima kasih, kalau begitu sudah saatnya kita masuk." Ucap Wiliam.
"Ya." Mengangguk Aron.
"Semuanya! Waktunya sudah tiba, kita tidak tahu monster apa yang ada didalam sana tapi rank kita setara dengan dungeon ini jadi kita pasti menang! Jangan ragu lagi dan kalahkan monsternya!" Teriak Wiliam sebelum memimpin masuk diikuti oleh dua tank termasuk Sul.
Begitu mereka semua masuk yang menyambut mereka adalah sebuah gua dengan dinding bebatuan, gelap dan tidak memiliki penerangan sama sekali.
"Gunakan Light kristal." Ucap Wiliam.
Beberapa anggota mulai mengeluarkan batu yang dapat mengeluarkan cahaya saat dialiri mana, kenapa bukan senter? Yah itu tidak akan berguna didalam dungeon karena teknologi semacam itu tidak dapat digunakan didalam dungeon meskipun kamu membawanya.
Aron juga mengeluarkan light kristal untuk penerangan meskipun dia memiliki skill penglihatan malam dari mata kanannya tapi dia tidak ingin terlalu mencolok.
"Oka lanjutkan perjalanan!" Ucap Wiliam yang membiarkan dua tank untuk maju.
Perlahan mereka memasuki gua dan mulai melihat beberapa jaring laba laba.
"Sepertinya monster kali ini adalah monster spider." Ucap Wiliam.
"Aku juga merasa begitu." Aron mengangguk setuju sambil terus memegang pedangnya.
"Ganti penerangan menggunakan api, bakar semua sarang laba laba yang ada dan siapkan potion penetral racun." Ucap Wiliam.
"Baik!" Semuanya segera bergerak sesuai arahan Wiliam termasuk Aron sendiri.
Setelah berjalan semakin dalam tiga ekor laba laba datang menghampiri mereka.
"Itu adalah Small Spider, pemanah tembak!"
Shut! shut! shut!
Tiga small spider tadi langsung sekarat setelah menerima serangan dan langsung dihit oleh para warior.
__ADS_1
"Lanjutkan perjalanan!"
Mereka kembali melanjutkan perjalanan sebelum dihadang oleh Small Spider yang jumlahnya melebihi dua puluh.
"Ini sangat merepotkan, meskipun mereka lemah tapi jumlahnya sangat banyak, mage dan archer tembak!" Wiliam mulai mempersiapkan skillnya.
Para pemanah mulai menembak dan hanya satu mage yang menggunakan serangan jarak yaitu sebuah skill fire shot, satunya menunngu dan memperisapkan skill.
'Oh dia suport kah kupikir mage.' Batin Aron melihat salah satu mage akan mengarahkan skillnya pada para tank.
Setelah memberikan banyak damage beberapa Small Spider memang sekarat bahkan mati tapi yang lolos langsung menerjang dan ditahan oleh para Tank termasuk Sul.
Para penyerang jarak jauh langsung berhenti menyerang karena sudah para tank sudah masuk kedalam titik serangan mereka.
Suport langsung memberikan buft pertahanan pada tank agar bisa bertahan lebih lama.
"Serang!" Wiliam langsung memimpin para warrior untuk menyerang dari samping agar mempertahankan titik buta para tank.
Aron pun sama langsung menggunakan dua pedangnya dan menebas para Small Spider, Sul sendiri langsung mengaktifkan skillnya dimana prisainya terbelah menjadi dua dan menyempurkan api kedepan, itu adalah attak yang dia kumpulkan setelah menerima serangan dan mampu menaikkan damage serangan setelah Sul menerima damage.
Tank didekatnya tentu terkejut karena semburan api tersebut yang mendorong mundur para Small Spider tapi dia langsung kembali keposisi siaga dan melemparkan skill serangan menggunakan pedangnya sebelum kembali bertahan.
Tidak butuh waktu lama untuk mereka menyelesaikan semua Small Spider tersebut dan menjatuhkan drop item.
Semua drop item langsung dikumpulkan oleh suport tadi karena selain menjadi suport dia juga bertugas sebagai pembawa barang.
Setelah itu mereka kembali melanjutkan perlahan hingga melawan Small Spider yang jumlahnya semakin bertambah ditiap gelombangnya dan terus mengulangi cara yang sama untuk menaklukkan mereka.
Setelah melawan tiga gelombang mereka memutuskan untuk beristirahat.
"Baiklah silahkan semuanya beristirahat dan gunakan waktu ini sebaik mungkin." Ucap Wiliam mengeluarkan roti nya.
"Baik."
Semuanya segera beristirahat sesuai arahan dan memakan bekal mereka, meskipun begitu kebanyakan hanya roti saja karena itu merupakan makanan paling ringan dibawa kedalam dungeon.
"Hei apa itu tadi? Kelihatanya keren." Bertanya tank pada Sul yang sedang makan.
"Oi itu tidak sopan loh." Wiliam segera menegur anggotanya yang menanyakan skill Sul.
"Haha maaf maaf aku hanya penasaran saja bagaimana cara kerjanya tanpa ada mesin."
"Tidak masalah, itu adalah skill bertahanku yang dapat memberikan efek perlawanan saat menerima damage." Sul tidak menjelaskan lebih rinci.
"Aku juga memiliki skill itu tapi tidak sekuat milikmu, memang sangat keren." Ucapnya takjub.
__ADS_1
"Bukan apa apa." Sul mencoba untuk merendah.
Akhirnya setelah berbincang bincang sedikit dan beristirahat selama sepuluh menit mereka kembali melanjutkan perjalanan.
Semakin memasuki gua semakin besar juga ukurannya, saat mereka semakin menyusuri gua tiba tiba mereka sikepung oleh lebih dari seratus Small Spider dan dua sepuluh Black Spider.
"Bentuk pertahanan lindungi Archer dan Mage!" Wiliam langsung membentuk pertahanan melingkar tapi tetap saja tiba pada jalan buntu karena para warior terpaksa ikut bertahan.
"Bagaimana sekarang?" Bertanya Aron saat para Small Spider semakin mendekat, dikondisi melawan banyak musuh taktik teknik pedang Aron tidak terlalu berguna.
"Tank tarik Aggro mereka kedua sisi berlawanan, mage dan archer bersiap memberikan damage saat mereka mulai berkumpul!" Teriak Wiliam.
"Baik!"
"Anchor Houl!" Dua tank langsung menggunakan skill nya untuk menarik perhatian monster, itu merupakan skill umum milik job tank.
"Tembak!"
Bom! Shut! Bom! Shut! Shut!
Berbagai serangan langsung dilancarkan tapi itu tidak terlalu membantu karena jumlahnya yang sangat banyak.
"Tank fokus lindungi mage dan Archer! Warrior bersiap bertempur!" Wiliam mulai memasang kuda kudanya. "Serang!"
"Ini buruk." Ucap Aron saat dia harus melawan musuh yang banyak dan mulai menebas mereka dengan kecepatan penuhnya.
Para warrior mulai terdesak saat menerima banyak damage.
"Tetap pertshankan posisi! Mage fokus pada heal Warrior!" Wiliam masih tetap memimpin dan berpikir dengan baik.
"Sul!" Teriak Aron karena disaat seperti ini Sul lah yang mahir dalam melawan jumlah musuh.
"Ya, Widi transformasi!" Perisai super tebal Sul langsung berubah menjadi boneka besi berkaki empat dengan kakinya sendiri yang terlihat seperti pedang.
"Yosh ratakan!" Teriak Aron bersemangat.
Sul mulai mengendalikan Widi dan menyerang para Small Spider dengan membabi buta, meskipun beberapa kali terkena serangan jaring Widi dengan mudah lepas menggunakan semburan apinya.
Terlebih lagi dengan senjata tipe sabitnya Widi mampu merobek semua Small Spider dengan mudah, kekuatan serangannya juga sangat kuat.
"Wiliam! Incar Black Spider!" Teriak Aron yang ingin segera menghabisi laba laba level atas terlebih dahulu.
"Oke!" Wiliam memang sempat terkejut tapi segera mengendalikan diri dan melawan Black Spider yang sedikit lebih kuat.
Aron sendiri memang sedikit kesusahan saat melawan Black Spider terutama jaringnya yang sangat menjengkelkan ditambah Aeon tidak menggunakan Dragon Sword atau Kristal Sword.
__ADS_1
Tapi akhirnya setelah bertarung selama beberapa menit mereka dapat memenangkan pertarungan.